
jangan lupa like komen dan vote💝
~~
"Teriakmu menbuat kami jantungan dibawa" Ucap Herri.
"Agh,,,,,ini mereka sedari tadi tidak mau bangun" Ucap Mia.
"Astaga,kalian ayo turun" Ucap Wijaya.
Semuanya sudah turun dan sudah menikmati sarapan mereka, Handika sudah bersiap untuk kewisudah Raka.
"Handika, kau pagi ini ada jadwal apa saja?" Tanya Wijaya.
"Tidak ada yang penting dikantor pa,hari ini adalah hari wisudah putra Ranaya, saya mungkin hanya kesana dan kembali lahi kerumah" Jawabnya.
"Papa mau kekampus?" Tanya Mia.
"Iya sayang, apa kau mau ikut" Jawabnya dengan mendekati Mia.
"Tidak, dia tidak boleh keacara itu, disana pasti banyak bunga dan kau pasti tau akibatnya apa" Ucap Mirna.
"Mama tenang saja,Ranaya sudah mempersiapkan ruangan tanpa bunga disana" Jawab Handika.
"Mia hari ini tidak kemana mana pa" Ucap Mia langsung pergi kekamarnya.
"Harrys apa kau tidak ingin ikut bersamaku" Ucap Handika.
"Apa boleh bang?" Jawab Harris.
"Tentu saja, pergilah bersiap" Ucapnya,Harris langsung pergi untuk bersiap.
"Kalian bertiga kenapa tidur dikamar Mia?" Tanya Mirna kepada Marsel,Maxel dan Mario.
"Tidak kenapa kenapa oma, kami hanya melepas rindu saja" Jawab Maxel.
"Kalian itu sudah besar,tidak pantas tidur dikamar gadis" Ucap Mirna.
"Iya oma, kami tau itu" Jawab Marsel.
"Herri apa kau tidak mau keliling jakarta" Ucap Mario.
"Apa abang mau mengajakku jalan?" Jawabnya dengan gaira.
"Tentu, bersiaplah kita akan mengelilingi kota ini" Ucap Mario.
"Bang Mario memang paling the best deh" Ucap Herri langsung pergi bersiap.
Semua para cowo telah keluar rumah,tinggal para wanita yang masih berdiam dirumah.
"Mba Rere apa kau tidak mau jalan jalan juga?" Tanya Santi.
"Tidak mba, saya tidak bisa terlalu banyak gerak" Jawabnya dengan tersenyum.
"Apa mba sakit?" Tanyanya lagi.
"Bukan sakit nak, alhamdulillah Herri bakalan punya adik lagi" Ucap Mirna.
"Waw,,,,,, syukurlah, selamat yaa mba"Ucap Santi.
"Iya,,, terimah kasih yaa" Jawab Rere.
Mia turun dari atas dengan pakaian sedikit rapi, dia mrnggunakan kameja dan jelana agak gonbrang disertai jilbab pasminanya,sederhana tapi cantik. Ketiga wanita melihat langka kaki Mia hingga sampai dibawah.
"Kau mau kemana cucuku?" Tanya Mirna.
"Tadi saya dengar Herri bakalan punya adik, selamat yaa tanteku, mudah mudahan kali ini perempuan agar bisa jadi teman Mia" Ucap Mia dengan mendudukan bokongnya disamping Mirna.
"Aamiin, terimah kasih sayang" Jawab Rere.
"Baiklah, omaku dan Tanteku yang paling cantik Mia berangkat yaa, assalamualaikumĺ Ucap Mia dengan menyalami satu persatu.
"Kau akan pergi dengan siapa" Ucap Mirna.
"Sendiri oma" Jawabnya langsung berdiri,tapi langkahnya terhentikan oleh tangan Mirna.
"Jangan pergi sendiri, ajaklah supir untuk mengantarmu sayang" Ucap Mirna.
"Iya sayang, kau harus bersama supir" Lanjut Santi.
"Astaga oma dan tanteku ini terlalu khawatir, apa kalian lupa saya ini cucu siapa?" Tanya Mia dengan senyumnya.
"Oma tau kau ini cucu Wijaya dan Bajari tapi kau tau bagaimana liciknya orang orang diluar sana" Jawab Santi.
"Iya sayang, nanti kenapa kenapa, papamu akan marah sama kami" Ucap Mirna.
"Tapi Mia, rindu menyetir oma" Ucap Mia dengan berlutut.
"Bawah supir yaa" Ucap Mirna dengan mengelus kening Mia.
"Oma, papa dan yang lainnya pasti sudah menyuruh body gard untuk menjaga Mia secara senbunyi sembunyi Oma" Ucap Mia.
"Plissss izinin yaa" Lanjutnya dengan memasang wajah memohonnya.
"Baiklah, pergilah. Tapi ingat hati hati dalam berkendaraanĺ Ucap Mirna.
"Siap komandan, Terimah kasih omaku" Ucap Mia dengan mencium pipi Mirna.
"Agh,,,,, astaga pergilah" Ucap Mirna. Mirna langsung mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Perhatikan setiap langka cucuku Mia" Ucapnya pada Ponsel.
"Baik terimah kasih" Lanjutnya lagi langsung mematikan panggilan itu.
"Tante kirim mata mata?" Tanya Santi.
"Iya nak, Oma takut dia kenapa napa" Jawab Mirna.
"Hmmmm, tante memang baik ya" Ucap Santi.
"Maksudnya?" Tanya Mirna.
"Oma mengizinkan Mia untuk pergi tanpa siapapun, jika ada Handika disini pasti Mia tidak akan bisa pergi" Ucap Santi.
"Iya dia itu terlalu menekan putrinya, tapi anehnya Mia tidak mau berpisah sama dia" Ucap Mirna.
"Sudah kebiasaan mungkin Ma" Ucap Rere.
"Mungkin saka, nak Santi. Apa kalian juga mengirim body gard untuk menjaga Mia?" Tanya Mirna.
"Tenti saja tante, bukan saja Mia bahkan Mario, Marsel dan Maxelpun ada. Itu semua perintah Santika tante" Jawab Santi.
"Sebanyak itu tapi Mia masih saja bisa terluka" Ucap Mirna.
"Karena yang melukainya adalah cucu Tuan Ambrin" Jawab Santi,Mirna langsung syokk.
jangan lupa like komen dan vote💝