Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB75



jangan lupa like komen dan voteđź’ť


~~


Mereka semua sudah tiba dikediaman Handika, penuh kebahagiaan diantara mereka semua.Waktu sekarang sudah menunjukan sore hari.


Santi dan Harris sudah dihubungi dengan alasan ada yang terjadi dengan Mirna, keduanya sudah dalam perjalan kejakarta. Santi akan tibal lebih cepat sedangkan Harris harus menunggu besok lagi untuk tiba dotanah air.


"Apa mama dan papa ada didalam?" Tanya Handika kepada Rina yang menyambut mereka didepan pintu.


"Ada tuan" Jawab Rina dengan mata melotot.


"Bi biasa saja liatnya entar matanya bisa lepas loo" Ucap Mia dengan sesikit senyum.


"Tapi apa saya bermimpi Nyonya?" Tanya Rina pada Mia.


"Ini nyata bi" Jawabnya langsung pergi menyusul Handika dan yang lainnya.


"Ma,,Mama,,Pa,,Papa" Teriak Handika,seperti anak kecil yang mencari orang tuanya.


"Opa,,,Oma" Teriak lagi Maxel.


"Opaaa,,,,,,Omaaa ku sayang" Lanjut teriak lagi Mia.


"Kalian kenapa teriak teriak ha" Ucap Mirna dari atas.


"Seperti anak kecil yang minta uang jajan saja" Lanjut Wijaya.


"Mama,,,,Papa" Guman Santika.


"Ada apa kenapa kalian teriak teriak haa,,,,,dan kalian kenapa cepat pulang" Ucap Wijaya kepada mereka semua. Sedangka Santika disembunyikan dibelakang Handika Marsel dan Maxel.


"Ada kejutan untuk opa dan oma ku sayang" Ucap Mia dengan sengat senang.


"Kejutan apa,,,,Apa kau berulang tahun sayang?" Tanya Mirna pada Wijaya.


"Tidak bulan depan bulan lahirku sayang" Jawab Wijaya.


"Opa,,omaku sayang duduk dulu yaaa,,,,siapkan jantung baik baik" Ucap Mia dengan memerintah orang tua itu.


"Kalian kenapa berdiri disitu,,,,jantung apa yang harus kami siapkan sayang" Ucap Wijaya.


"Bang Mario dirumah sakit,,,,Mia takit terjadi apa apa deh dengan jantung oma opa" Ucap Mia.


"Sudah sayang,,,,,,Mama Papa tutup mata yaa" Ucap Handika.


"Ada apa sih?" Tanya Mirna dengan memerhatikan yang berada dibelakang ketiga cowo kekar itu.


"Sepertinya itu cewe sayang,,,,apa itu calonnya Marsel" Bisik Mirna kepada Wijaya.


"Bukan,,,tidak mungkin saya tidak tau" Jawab Wijaya dengan berbisik juga.


"Opa Oma kenapa malah berbisik" Ucap Maxel.


"Yaa sudah apa kejutannya" Ketus Mirna.


"Tutup matanyaa oma opaku" Ucap Mia dengan menutup mata keduanya.


"Astaga Mia sayang,,,,,,kejutan apa sih" Ucap Wijaya.


"1,,,,,,2,,,,,,3" Hitung Mia langsung membuka mata Mirna dan Handika disertai Ketoga cowo itu bubar dari berdiri mereka.


"Sa_ntika" Guman Mirna dengan mata kaget.


"Kejutannyaaaa" Ucap Mia dengan sangat bahagia.


"Kalian ambil dimana oplas Santika ha" Ucap Wijaya.


"Opaaaaaa,,,,,ini ibu Santika benaran bukan oplas" Ucap Mia.


"Tapi,,,,,4 tahun lalu it_" Ucap Mirna terpotong oleh Handika.


"Itu bukan Santika ma,,,,,itu Santika orang lain. Santika kita masih hidup sebenarnya dan ini dia" Ucap Handika.


"Kalian ini tertipu oleh orang ini" Ucap Wijaya langsung berdiri mau meninggalkan mereka tapi langkahnya langsung dihentikan oleh ucapan Santika.


"Papa menganggap saya orang lain" Ucap Santika membuat Wijaya berhenti,,,karena suara itu memang milik Santika.


"Kau benaran Santika menantuku,,,,,tapi kenapa kau memalsukan jenaza itu" Ucap Wijaya.


"Menantuku jangan menangis,,,,,mama percaya ini kamu ko" Ucap Mirna langsung memeluk Santika.


"Handika,,,undang semua media untuk kerumah" Ucap Wijaya.


"Tapi untuk apa pa?" Tanya Mia.


"Agar semua juga tau kalau ibumu masih ada sayang,,,,,agar mereka tau putri dari Bajari masih ada menemani kita" Jawab Wijaya.


"Sebaiknya konverensi pers besok saja pa,,,,karena ini akan menjadi kejutan untuk Harris lagi" Ucap Handika.


"Apa kalian sudah menghubunginya?" Tanya Mirna.


"Sudah dong oma,,,,tante Santi juga sudah,,sebentar lagi dia akan sampai" Ucap Mia.


"Ibu sebaiknya istirahat dulu" Ucap Marsel.


"Iya Santika kau harus menyiapkan tenaga menyambut kedua adik manjamu nanti" Ucap Mirna membuat Santika tertawa.


"Tidak masalah ma,,,,,semunya sudah saya siapkan selama 4 tahun kamarin" Jawabnya dengan sedikit tertawa.


"Kau memang menantuku paling hebat,,,,bahkan jejakmu tidak pernah kami dengar" Kagum Wijaya.


"Ibu,siapa dulu dong" Ucap Mia dengan berjalan dan duduk dipangkuan Santika.


"Kau ini masoh sangat manja diusiamu yang ke21 ini" Ucap Mirna dengan mencubit lembut pipi Mia.


"Mario dimana?" Lanjut Mirna.


"Bangku itu lagi menyembuhkan orang banyak oma,,,,,mungkin sekarang dia lagi menyelamatkan nyawa" Ucap Mia.


"Kalian kenapa tidak ngantor hari ini?" Tanya Wijaya.


"Semua sudah kami batalkan opa" Jawab Maxel.


"Mia sayang kemarilah,,,duduk dipangkuan papa.Ibumu pasti capek" Ucap Handika.


"Tidak mau,,,,Mia akan duduk disamping ibu" Jawabnya langsung duduk disamping Santika.


"Kami terabaikan olehnya" Ucap Maxel. Membuat semuanya tertawa.


"Apa ibu tau,,,,,abangku Mario meraih nilai tertinggi" Ucap Mia.


"Ibumu ini hebat sayang,,,bahkan jika kau perhatikan baik baik ada foto dia diwisuda Mario" Ucap Wijaya.


"Apa papa tau kalau saya ada disana?" Tanya Santika.


"Tentu saja tidak,,,,papa hanya menebaknya nak" Jawab Wijaya.


"Agh,,,,,opa kukira benar" Ucap Mia.


"Tapi itu memang benar sayang,,,,,bahkan kau masuk diperguruan tinggi ibu ada dibelakangmu" Ucap Santika dengan mencium kening Mia.


"Ibuuuu" Manja Maxel.


"Jangan terlalu manja,,,,biarkan Mia saja yang bermanja pada ibumu" Ucap Handika.


"Wuhhhj,,,,,,, Papa pasti kalau sudah dikamar papa akan lebih manja dari Mia" Ucap Maxel membuat Handika malu karena ucapannya.


"Kau ini,,,,gunakan mulutmu dengan sopan" Ucap Marsel.


"Iya bang" Jawab Maxel.


"Sambil kita tunggu Mari dan Santi,,,,saya sudah rindu dengan dapur itu,,,izinkan saya bermain dengan mereka yaa" Ucap Santika kepada semuanya.


"Pergilah sayang,,,biar kita tes seberapa ingatnya Santi dengan Resepmu" Jawab Mirna.


"Mia akan membantu bu" Ucap Mia.


"Tidak perlu sayang,,,,,pergilah bersihkan tubuhmu. Biarkan hari ini ibu masakkan kalian semua" Ucap Santika dengan membelai kepala Mia.


"Baiklah ibuku sayang" Ucap Mia dengan mencium pipi Santika laku berpindah kepipi Handika.


"Nyonya,,,Tuan Harris akan tiba malam ini,,,tepatnya 5 jam lagi dari sekarang" Ucap Sopan Tati. sekarang sudah pukul 18:00.


"Baiklah,,,kita akan makan bersama dengan Harris ternyata" Ucap Satntika.


jangan lupa like komen dan voteđź’ť