
jangan lupa like komen dan voteđź’ť
~~
"Ihhh dasar nenek peok" Ucap Siska langsung berlari. Semua tertawa mendengar ucapan Siska.
"Sudah bu namanya juga anak muda" Ucap Santika menenangkan Tati.
"Bu kami jalan ya" Ucap Mia.
Mereka bertiga sudah meninggalkan restoran dan menujubapartemen Mia. Santika dan yang lainnya juga sudah keluar dari restoran menujuh Apartemen Mia.
Mia dan yang lainnya sudah tiba diparkiran apartemen itu, terlihat banyak penjaga disana.
"Mia,,,,,,mereka ini suruhan om Handika atau tante Santika?" Bisik Amel ke Mia.
"Entahlah,,,mungkin bang Mario" Jawab Mia.
"Bang Mario,,,,,,terserahlah memikirkan ini kepalaku tambah pusing" Ucap Amel langsung berjalan mengikuti langkah Mia dan Siska.
"Selamat datang Nyonya muda" Ucap seorang resepsionis.
"Nona,,,,,," Ucap kompak Jori dan Reki.
"Aghh,,,,,,,astaga kalian ini tidak punya etika yaa" Kaget Siska.
"Nona,,,masuklah dan hubungi tuan besar dan tuan muda" Ucap Jori tidak memerhatikan Siska dan Amel.
Mereka semua sudah masuk dalam liff menuju kamar Mia.
thinggg
"Hubungi papa,,,,," Perintah Mia. Siska langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Handika.
"Tidak diangkat Mi" Ucap Siska.
Mereka semua sudah didalama kamar Mia.
"Pasti papa sedang ada rapat" Ucap Mia.
"Kalian apa punya nomor ponsel ibu saya atau bu Tati?" Tanya Mia kepada Reki dan Jori.
"Punya" Jawab keduanya.
"Mana" Ucap Mia dengan mengulurkan tangannya memintah ponsel Jori dan Reki.
"Apa Nona?" Tanya Jori.
"Ponselllll" Ucap kompak Mia Siska dan Amel.
"Agh,,,,,,,mereka sangat kompak" Guman Jori dan Reki memberikan ponselnya kepada Mia.
"Siapa nama kontak ibuku disini?" Tanya Mia.
"Hubungi bu Tati saja Nona" Jawab Jori. Mia langsung mendapatkan kontak Tati.
"Agh,,,,,,,,,astaga tidak dianggat juga" Ucap Mia dengan mengembalikan ponsel Reki.
"Hubungi asisten Om Handika atau sekretasinya Mi" Ucap Amel.
"Tumben kamu pintar" Ucap Mia dengan mengambil ponselnya. Tapi aksinya itu langsung ia berhentikan.
"Kenapa Nona?" Tanta Reki.
"Saya tidak memiliki kontak keduanya" Ucap Mia.
"Yaa jadi gagal nih" Ucap Siska.
"Tidak akan gagal,,bersiapkan dirimu nak semuanya sudah diperjalanan" Ucap Santika didepan pintu.
"Sejak tadi" Jawab Santika.
"Nyonya semuanya sudah berada diparkiran" Ucap Tati.
"Secepat itu" Kaget Mia.
"Iya,,,,,Ayo ibu juga harus bersembunyi dan kamu sudah mengertikan setelah memberi kejutan pada papamu apa yang kau lakukan" Ucap Santika.
"Mengerti bu" Ucap Mia. Semua sudah dalam posisi mereka, Siska dan Amel berdiri disamping Mia. Sedangkan Santika, Tati, Jori dan Reki mereka memilih bersembunyi didapur.
tokkk tokkk
clekkk
lampu yang dimatikan semua tidak ada yang terlihat satupun orang atau benda disana. Handika dan ketiga putranya masuk penuh dengan Hati hati.
"Supraisssssssss" Ucap ketiga gadis itu diikuti dengan menyalanya lampu.
"Sayang,,,,,,,kamu hampir bikin jantung abangmu paling ganteng ini copot" Ucap Maxel dengan memegang dadanya.
"Hahahahahah supraisssss,,,,,,,apa kalian tidak senang" Ucap Mia.
"Sangat senang,,,,,tapi siapa yang ulang tahun sayang" Ucap Handika dengan mendekati Mia.
"Papa" Jawab Mia langsung memeluk Handika.
"Ini sudah sebulan setelah ulang tahun papa loo Mi" Ucap Marsel.
"Apa pekerjaan kalian terganggu karena kejutan ini" Ucap Mia dengan memasang muka sedih.
"Sangat terganggu,,,,,kaka harus ninggalin pasien hanya karena kamu sakit tapi apa ini,,,,,ini bisa dilakukan jika kaka tidak lagi dirumah sakit" Ucap Mario sedikit meninggi. Mia yang kaget mendapatkan respon begitu malah menangis karena serasa tidak dihargai.
"Maaf bang,,,,,,,Mia tidak akan mengulangi ini lagi" Ucap Mia dengan menangis.
"Mario,,,,,turunkan nada suaramu jika berbica dengan Mia" Ucap Handika.
"Sayang ucapannya jangan diambil hati yaa,,,,,kita maklumi saja dokter kadang sensi" Ucap Marsel.
"Mia Minta maaf bang" Ucap Mia dengan duduk terjongkok.
"Maaf kaka sayang,,,,,,dia tidak sengaja" Ucap Marsel.
"Kuenya mana? Amel Siska dimana diletakan kue biar abang yang ambil" Ucap Maxel memecahkan suasana.
"Tidak perluh,,,,,,semuanya keluar dari kamar ini" Ucap Mia.
"Agh,,,,,Mia sayang kenapa kamuengusir kami,,,,,tidak usah pikirkan ucapan Mario. Papa sangat senang diberi kejutan ini" Ucap Handika dengan berusaha membantu Mia berdiri.
"Terimah kasih yaa" Lanjutnya lagi dengan mengecup dahinya.
"Mario akan kembali kerumah sakit" Ucap Mario dengan dingin dan melangkah.
"Bangunlah sayang,,,,,,,sepertinya abangmu ini tidak lagi menyayangimu" Ucap Santika didapur membuat Mario berhenti dan Handika serta Marsel dan Maxel menoleh kearah suara itu.
"Ibu" Ucap ketiga putranya. Santika langsung keluar dari dapur dengan membawa jus untuk mereka.
"Jika kau ingin keluar,,,,,,pergilah" Ucap Santika kepada Mario. Mario dan yang lainnya masih tidak tau bagaimana mereka harus berekspresi.
"Ibu,,,,,,,apa saya sedabg mimpi" Ucap Maxel.
"Santika" Ucap Handika dengan memegang tangannya.
"Kalian ini hanya mau melihatku saja,,,,,bangunlah sayang" Ucap Santika dengan membantu Mia berdiri.Mia sedah dipelukan Santika.
Jangan lupa like komen dan voteđź’ť