Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB51



jangan lupa like komen dan vote 💝


~~


Mata itu terus melihat kearah mobil mereka. Dia adalah Mario yaa Mario lah yang melihat mereka sejak tiba tadi.


Mario memperhatikan mobil itu, hingga kaget karena mendapati Widya keluar dari mobil itu, dia tidak percaya Widya bisa satu mobil dengan Mia.


Mia dan Yang lainnya keluar dari mobil bersamaan dengan Widya.


"Nanti kita ketemu lagi yaa, bayy" Ucap Widya dengan melambaikan tangan ke mereka.


"Bay,, hati hati dijalan" Jawab Mia.


"Mia!" Ucap Siska.


"Hmmm" Jawabnya singkat dengan berjalan menuju apartemen.


"Bagaimana jika mereka melihat matamu? " Ucap Siska, Mia langsung berhenti dari langkahnya dan diam seraya berpikir untuk alasannya.


"Bilang saja kita dari bioskop" Ucap Amel.


"Pintar, alasan kita itu saja" Ucap Mia.


"Baiklah" Ucap Siska, Mereka membelalak melihat Mario berdiri didepan dengan tangan yang dilipat didada, tatapannya juga sangat tajam.


'oh astaga kenapa harus ketemu bang Mario duluan sih, coba bang Maxel atau Marsel pasti mereka tidak akan banyak tanya' batin Siska.


'bang Mario apa dia sudah lama disini' Batin Mia.


'****** dah, kalau sudah ketemu manusi menuh detektif ini' batin Amel.


"Kalian kenapa berhenti disitu? " Tanya Mario, membiat mereka tersadarkan dalam alam batin.


"Agh,,,, bang Mario" Ucap Siska.


"Mari kita masuk, saya sudah lapar" Ucap Mia. Ketiganya langsung melangkah.


"Siapa perempuan yang keluar dari mobil kalian tadi? " Tanya lagi Mario. '****** ternyata dia dari tadi memperhatikan kami' batin Mia.


"Dia ituka_" Mulus Siska ditutup oleh Mia.


"Teman Mia bang, abang kenal? " Tanya Mia.


"Tidak" Jawab Mario langsung jalan mendahului mereka.


"Agh,,,, jantungku hampir saja mau copot, tapi tumben abangmu itu tidak banyak tanya" Ucap Amel dengan mengelus ngelus dadanya.


"Mungkin sedang mood" Jawab Mia, langsung berjalan.


Diapartemen Raka.


Raka sangat pusing memikirkan Mia, apalagi kata kata Widya membuat dia tidak bisa memecahkan masalahnya.


"Argggggggg" Teriak Raka dengan mencampak ranbunya dengan kasar.


"Mahesa kau datang tidak tepat waktu, dan perkataanmu itu membuat Mia pasti tersakiti" Ucapnya lagi.


duttt duttt


Raka mengambil ponselnya terlihat ada nama papanya disitu.


*📞papa


"Halo kamu dimana nak? " Ucap Ranaya ditelpon.


"Dijelang pa" Jawabnya dengan lamas.


"Apa kau lakukan disana, cepat balik ada pekerjaan yang menunggumu" Perintah Ranaya.


"Baiklah pa, saya akan lakukan penerbanganku besok pagi" Jawab Raka.


"Kenapa tidak malam ini saja" Ucap Ranaya.


"Baiklah jika itu mau papa, Raka tutup yaau siap siap" Ucap Raka langsung mematikan panggilan itu tanpa menunggu persetujuan dari Ranaya.


"Sampai jumpa diindonesia Mia" Ucap Raka pada foto Mia yang ada diponselnya.


Raka langsung mempersiapkan barangnya untuk penerbangannya malam ini.


Diapartemen Wijaya.


"Kalian sudah pulang sayang? " Tanya Handika pada ketiga gadis itu.


"Iya pa, assalamualaikum " Jawab Mia dengan menyalami tangan seluruh orang tua yang ada diruang santai itu.


"Sayang kenapa dengan matamu?" Tanya Mirna.


"Agh,,,, ini tadi kamu nonton drama sedih oma jadinya gini" Jawab Mia dengan menunjuk matanya.


"Hay sepupu tangvanku" Ucap Mia pada Herry dalam bahasa jerman.


"Ternyata masih ingat denganku" Jawabnya dengan cemberut.


"Astaga, kenapa ekspresimu begitu, gantengmu bisa hilang" Ucap Mia.


"Kenapa kau tidak mengajakku jalan jalan ha" Ucap Herry.


"Ohh jadi itu yang membuatmu cemberut, karena hari ini adalab hari wanita jadi tidak boleh ada pria yang mengganggu liburan kami" Ucap Mia.


"Benarkah, kenapa oma dan ibuku kau tidak menyajaknya"


"Karena mereka harus dirumah" Jawab Mia dengan santai.


"Kenapa begitu? " Kepo Herry.


"Karena mereka sudah tua, hahahha" Jawab Mia, semua ikut tertawa terkecuali Mirna dan Rere.