Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB20



jangan lupa like komen dan vote yaa untuk mendukung tulisan ini agar terus lanjut πŸ™silahkan tinggalkan jejak baca kalian πŸ’œπŸ™


~~


"Kau dan semua abangmu sayang" Jawab Handika dengan meneteskan air mata kesedihannya. Rasanya dia tidak akan sanggup hidup jika ditinggal sendiri.


"Kenapa begitu? " Bingung Mia.


"Opamu yang memintamu untuk melanjutkan dijerman, dan semua abangmu tidak akan tinggal disini jika kamu tidak disini" Ucap Handika dengan menangis.


"Yeyyyyy, akhirnya Mia akan menetap dijerman"Ucap Mia dengan senang.


"Apa kau senang sayang" Tanya Handika.


"Mia sangat senang papa" Jawab Mia.


"Pergilah sayang, papa akan tunggu waktu liburmu saja disini" Ucapa pasrah Handika.


"Apa papa setuju Mia kejerman?" Tanya Mia.


"Pergilah sayang jika kamu senang papa akan senang" Ucap langsung berdiri.


"Papa terimah kasih, saya akan pecking malam ini dan ikut berangkat dengan opa dan oma" Ucap semangat Mia.


"Iya peckinglah nanti saya suruh bi Rina untuk membantumu" Ucapnya dengan meninggalkan Mia.


Mia sungguh tidak tega melihat Handika begitu sedih, rasanya dia sangat bersalah karena hal ini, tapi hanya ini dia bisa lakukan atas perintah Wijaya.


Handika sudah turun dibawah untuk berjumpa dengan bi Rina, Handika hanya melewati Wijaya dan yang lainnya.


"Kau mau kemana nak?" Tanya Mirna.


"Saya ingin ke dapur Ma"Jawabnya tanpa menalihat kearah mereka.


"Apa dia marah sayang? " Tanya Mirna kepada Wiyaja.


"Sudahlah jangan dipusingkan, sebentar lagi dia akan berterimah kasih pada kita" Jawab Wijaya.


"Mario apa semuanya sydah siap?" Tanya Marsel kepada Mario.


"Sudah tinggal kita perintahkan Mia saya untuk kekamar papa" Jawabnya.


"Baiklah,Maxel hubungi Mia untuk bersiap" Perintah Marsel kepada Maxel.


"Baik bang" Jawabnya dengan menghubungi Mia.


"Semua sudah siap bang" Ucap Maxel setelah menelpon Mia.


Handika sudah kembali dari dapur, Handika tidak melihat kearah mereka, Wijaya juga mengabaikan Handika.


Handika sudah tiba diatas rasanya dia sangat kecewa dengan semuanya tapi jika dia tidak mengizinkan Mia dia tidak bisa menentang perintah Wijaya.


Mia sudah dikamar Handika, Mia sudah bersiap karena sudah mendapat perintah kepada Maxel bahwa Handika sudah menuju kamarnya.


Handika membuka pintu kamarnya seluruh ruangan gelap terkecuali yang dipegang Mia.


selamat ulang tahun, selamat ulang tahun papa, selamat ulang tahun papa nyanyi Mia pada saat pintu dibuka. Handika hanya diam didepan pintu tanpa kata apapun rasanya tidak percaya apa yang ada didepannya.


Mia mendekat kepada Handika yang masih berdiri didepan pintu.


"Selamat ulang tahun papa sayangku" Ucap Mia.


"Terimah kasih sayang" Jawab Handika.


"Apa kami tidak akan dipersilahkan masuk" Singgung Wijaya. Mia Dan Handika melihat kearah suara mereka tersenyum.


"Masuklah Pa" Ucap Handika.


"Selamat ulang tahun sayang" Ucap Mirna dengan memeluk Handika.


"Terimah kasih ma" Ucapnya dengan membalas pelukan Mirna.


"Selamat ulang tahun pa" Ucap ketiga putranya.


"Terimah kasih sayang" Jawab Handika.


"Selamat ulang tahun anakku" Ucap Wijaya.


"Terimah kasih pa" Jawabnya.


"Ehmmm, kenapa saya jadi diabaikan ha" Ucap Sedih Mia.


"Kau tidak akan pernah terabaikan sayangku" Ucap Handika.


"Tapi kapan kalian akan berangkata ha" Lanjutnya lagi.


"Apa papa mengusir kami" Jawab Mia.


"Tidak begitu sayang, tapi ini sudah jam keberangkatan kalian" Jawab Handika.


"Apa kamu relah Mia ikut bersama kami" Ucap Wijaya.


"Sebenarnya saya sangat sedih, tapi siapa yang bisa menentang keinginan papa" Jawab sedih Handika.


"Papa dengarkan Mia, Mia tidak akan meninggalkan papa terkecuali Mia sudah dipanggil sama yang diatas, Mia tidak juga bisa hidul tanpa papa, sekalipun Mia pengen pergi dijerman, Mia juga tidak mau meninggalkan ibu sendiri disini" Ucal Mia dengan meneteskan air mata, Handika juga menangis mendengar perkataan Mia.


"Jika kalian ingin meninggalkan kami juga, saya dan papa sudah biasa hidup berdua" Lanjut Mia.


"Kau ink bicara apa sayang, kami juga ingin hidup bersama kalian" Jawab Marsel.


"Sudahlah tidak ada yang akan meninggalkan rumah ini, kita semua akan hidup bersama disini" Ucap Mirna, semua melihat Mirna tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Mirna.


Jangan lupa like komen dan vote yang banyak Yaaa πŸ’œπŸ™