
~
6 bulan kemudian
Mia Siska dan Amel sudah berada dititik terakhir didunia perkuliahan,,,mereka sedang mempersiapkan sidang akhir mereka. Dengan perasaan penuh kebagahia ketiganya menunggu wisudah.
Kandungan Rika sudah memasuki 8 bulan,,,rasa penasaran keduanya untuk melihat buah hati semakin menjadi.
"Mia sayang,,,,mau kemana rapi begitu" Ucap Santika.
"Hahahah,,,,,hari ini adalah sidang Mia bu. Doakan saya yaa" Ucap Mia.
"Pasti kami doakan,,,,,kau pasti bisa" Ucap Mirna.
"Agh,,,,,oma,,,terimah kasih. Mia berangkat dulu takut telat" Ucap Mia berpamitan pada Santika dan Wijaya. Karena waktu sidangnya siang dan para laki laki sedabg berada dikantor.
"Kakak ipar Mia berangkat yaaa" Teriak Mia.
"Hmmm,,,,,,dia sudah sebesar itu tapi entah kenapa masih saja menggemaskan" Ucap Mirna.
"Rika,,,,bagaimana keputusannya sayang. Apa kau akan melahirkan secara normal?" Tanya Mirna.
"Keputusan Rika lahiran normal oma,,,,cuman kalau pada saat sudah bulannya trus ada masalah dan harus dioprasi ya mau gimana lagi" Ucap Rika.
"Hmm,,,iya sayang kalian sehat terus yaa" Ucap Santika dengan mengelus perut Rika.
"Bu,,,,bagaimana dengan Maxel?" Tanya Rika.
"Maksudnya sayang?" Santika mengerutkan keningnya.
"Apa Maxel belum mau menikah dengan Amel?" Tanya Rika.
"Ibu sih pengennya mereka menikah,,,tapi Amel masih mau selesaikan studinya jadi kita tunggu mereka selesai wisuda dulu" Jawab Santika.
"Kita akan semakin rame yaa,,,,akan banyak juga cicitku yang berkeliaran disini" Ucap Mirna.
"Iya ma,, saya juga sudah tidak sabar" Ucap Santika.
" Selamat siang semua" Ucap Marsel.
"Kenapa cepat pulang?" Tanya Mirna.
"Agh,,,,oma bukannya disambut malah ditanya. Siang ini jadwal ceknya sih baby jadi saya harus mengantarnya" Ucap Marsel.
"Ohhh suami sianga yaaa" Ucap Mirna dengan senyumnya.
"Iya dong,,,,sayang katakan dulu pada anakku itu kalau papanya mau ganti baju sebentar saja" Ucap Marsel lalu pergi sedangkan Santika dan Mirna menggeleng melihat tingkah Marsel.
"Suamimu itu terlalu siaga. Kenapa tidak minta kita saja yang antar lagian kita juga akan menjaganya sama seperti dia" Gerutu Mirna.
"Mungkin dia ingin tau perkembangan anaknya ma" Ucap Santika.
"Sudahlah,,,,kalian hati hati yaaa bilang pada Marsel jangan ngebut ngebut. Oma mau tidur dulu" Ucap Mirna beranjak dari duduknya.
"Siap omaku" Jawab Rika.
"Ibu ikut bareng kita yaa" Ucap Rika pada Santika.
"Tidak sayang,,,,ibu mau kekampus menyambut Mia jika sudah selesai sidang" Ucap Santika.
"Maaf yaa" Ucap Santika dengan memegang pipi Rika.
"Berangkat sayang" Ucap Marsel.
"Ibu juga ikut kan?" Tanya Marsel.
"Tidak sayang,,,,ibu harus kelampus hari ini adalah hari terakhir sidang adikmu jadi ibu mau menyambutnya langsung dikampus" Ucap Santika.
"Wah,,,,,sudah sidang terakhir saja. Baiklah kami juga akan menyusul jika sudah dari rumah sakit nanti" Ucap Marsel.
"Iya pergilah" Ucap Santika.
"Assalamualaikum bu" Ucap keduanya dengan menyalami Santika.
"Waalaimum salam hati hati ya" Jawab Santika.
Santika sudah siap begitu juga debgan Handika mereka memang segaja memberikan kejutan kedatangan mereka kepada putri kecil mereka itu.
"Anak kita sudah dewasa yaa sayang" Ucap Handika dengan mengemudi mobilnya.
"Iya,,,,tidak terasa mungkin dia juga akan menikah" Ucap Santika dengan berkaca kaca.
"Jangan sedih dong,,,,kita harus bahagia karena dia sudah bisa selesaikan studi tanpa ada kendala apapun" Ucap Handika dengan melirik Santika.
Mereka sudah tiba dikampus Mia terlihat ada Maxel, Mari dan Widya yang sudah menunggu disana.
"Ibuuuu" Teriak Maxel.
"Heyyy,,,kecilkan suaramu" Ucap Handika.
"Paman,,Tante" Ucap Siska.
"Apa kau susah selesai sayang" Ucap Santika pada Siska.
"Alhamdulillah sudah,,,,bang Cel Amel cariin tuh" Ucap Siska.
"Kenapa kalian sangat cepat,,,,izin ketemu mantu kalian dulu yaa" Ucap Maxel membuat Santika dan Handika mengeleng kepalanya.
"Sudah sana jangan kecewakan calon menantuku" Ucap Handika.
"Siska disini dengan siapa?" Tanya Widya.
"Ada kalianlah,,,siapa lagi" Ucap Siska yang masih menutupi kesedihannya.
"Sini tante peluk sayang" Ucap Santika membuka tangannya.Siska malah menangis dipelukan Santika.
"Siska yang om kenal mana,,,,kenapa jadi melow begini" Ucap Handika menghibur Siska.
"Maafin kakak yaaa" Ucap Widya merasa tidak enak.
"Gak apa apa kok,,,,mereka terlalu sibuk saja hingga lupa hari ini" Ucap Siska berusaha kuat.
"Sudah,,,,sini om peluk" Ucap Handika yang sudah menganggap Siska dan Amel itu sama seperti Mia.
"Agh,,,,gak ah" Ucap Siska membuat semuanya tertawa.
"Kok pada disini sih" Ucap seseorang hingga menghentikan tawa keluarga itu.
jangan lupa like komen dan berikan juga VOTE untuk bisa membuat karya ini tetap lanjut dan thour terus semangat🌹