Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB145



~


Dikamar hotel milik Mario dan Widya mereka masih bersih bersih untuk tidur atau memulai malam pertama mereka,,,terdengar ponsel Mario ada panghilan dari Siska yang menghubunginya tapi Mario hanya mengabaikan itu karena menurutnya Siska pasti menjaili malam pertama mereka.


"Siapa yang telpon sayang?" Tanya Widya.


"Itu anak paling jail,,,,pasti dia akan mengganggu kita" Ucap Mario langsung duduk disamping Widya.


"Apa kau siap?" Tanya Mario,,membuat Widya langsung merona.


"Sudah menjadi kewajibanku,,,,lakukanlah jika kau mau" Jawab Widya dengan menunduk.


duttt dutttt


Masih dengan panggilan yang sama dari Siska,,,membuat Mario kesal dan terpaksa menerima panggilan itu.


"Assalamualaikum" Ketus Mario.


"Waalaikum salam bang,,,,kenapa susah sekali angkat telpon,,,kak Rika mau lahjran bang kata om Handika siapkan dokter cepatan,,,bentar lagi kami akan sampai dirumah sakit" Ucap Siska penuh ketakutan dan langsung mematikan panggilannya.


"Halo,,halo" Ucap Mario pada ponselnya.


"Ada apa?" Ucap Widya yang ikut panik karena melihat Mario panik.


"Kak Rika mau lahiran,,,hubungi dokter kandunga" Ucap Mario langsung mengambil baju kaosnya.


"Maaf yaa,,,malam ini kita tundah dulu" Ucap Mario yang merasa tidak enakan pada Widya.


"Iya gapapa kok,,,ayo kita kesana" Ucap Widya yang juga sudah menganti baju.


"Apa kamu sudah hubungi fokter kandunga?" Tanya Mario dengan mengambil kunci mobilnya.


"Sudah,,,dia juga susah siapkan ruangan lahirannya" Jawab Widya.


Keduanya langsung pergi menujuh rumah sakit,,jalan sudah begitu sepih karena ini sudah hampir pagi.


Dirumah sakit.


Semuanya sudah tiba dirumah sakit,,Rika sudah dalam ruangan melahirkan yang ditemani Marsel dan Santika serta dokter.


"Siska,,,apa Mario tidak akan kesini?" Tanya Handika yang begitu panik.


"Tadi Siska sudah hubungi bang Mario,,,kalau datang disini Siska juga tidak tau" Ucap Siska.


"Dimana Rika?" Tanya Mirna yang baru saja tiba bersama Wijaya Herri dan Harris.


"Dia ada didalam ma,,ditemani Marsel dan Santika" Jawab Handika.


"Jangan terlalu panik,,,kita harusnya bahagia" Jawan Wijaya yabg sangat santay.


"Opa,,,tapi tadi kak Rika sangat kesakitan" Ucap Mia.


"Yaa begitulah sayang,,,,tapi sudah akan membaik jika babynya keluar" Ucap Wijaya menenagkan semuanya.


"Semoga selamat dan sehat dengan keduanya" Ucap Mirna.


"Kalian tenang yaa,,,biar Rika juga bisa tenang didalam" Ucap Mirna dengan mendudukan bokongnya disamping Wijaya.


"Bagimana,,,apa semuanya baik baik saja?" Tanya Ranti yang juga sangat khawatir.


"Tenang dulu,,,kamu ini baru juga tiba langsung gas" Ucap Ranaya.


"Iya tapi dimana Rika?" Ucap Ranti.


"Ada didalam" Jawab Wijaya.


"Semoga saja keduanya selamat dan sehat" Ucap Ranti.


"Aamiin" Ucap semuanya.


Didalam Ruangan melahirkan.


"Ini baru pembukaan 8 bu,,,jadi yang kuat yaa" Ucap Dokter Kiki.


"Yang kuat yaa sayang,,,kamu pasti bisa" Ucap Marsel dengan memegang tangan Rika.


"Iya nak,,,kamu pasti bisa sayang" Ucap Santika.


"Atau kita operasi saja?" Tawar Marsel.


"Tidak,,,saya mau tau bagaimana perjuangan mama ngeluarin saya" Ucap Rika.


"Sedikit lagi yaa" Ucap Dokter Kiki.


"Ibu,,,ayo kita mulai yaaa. Bu Rika didorong yaa" Ucap Dokter Kiki yang sudah melihat kepala babynya.


"Ummmmmm" Rika dengan sekuat tenaganya,,,Marsel yang selalu disamping Rika melihat kasihan pada Rika.


"Sedikit lagi bu" Ucap Dokter Kiki.


"Ahhhhhh" Teriak Rika bersamaan dengan teriakan sang baby.


"Aaaa"


"Aaaaa"


"Alhamdulillah,,,babynya laki laki tuan" Ucap Dokter Kiki.


"Alhamdulillah,,,cucuku sangat tampan" Ucap Santika.


"Terimah kasih sayang" Ucap Marsel dengan mengecup kening Rika.


"Suster,,bersihakan babynya setelah itu pindahkan pasien diruang inap" Ucap Dokter Kiki.


Diluar Ruang melahirkan.


"Suara baby" Ucap Mia penuh kebahagiaan.


"Iya sayang,,alhamdulillah" Ucap Handika.


"Masya Allah,,,kira kira ponakan pertama kita apa yaaa" Ucap Siska yang sudah gas deluan.


"Apa saja,,,yang penting sehat" Ucap Mirna yang tidak kalah senang.


"Akhirnya kita punya cicit" Ucap Wijaya langsung berdiri yang tidak sabar menyambut cicit pertamanya.


Pintu ruangan dibuka terlihat ada kerangka Rika yang mengending anaknya,,,semua terlihat bahagia menyambut mereka berdua.


"Jenis kelaminya apa?" Tanya Mia.


"Baby boy sayang" Jawan Santika.


"Agh,,,,pasti lucu" Ucap Mia mendekati Rika dan Babynya.


"Gantenga ponakan onty" Ucap Mia.


"Hahahahah,,,cicit siapa dulu" Ucap Wijaya.


"Yaa iyalah cucuku dong" Lanjut lagi Handika membuat semuanya teratawa.


"Maaf tuan,,,pasien akan istirahat dulu" Ucap Suster yang dorong kerangka Rika.


"Astaga,,,kenapa masih disini. Suster cepat bawah diruangannya" Ucap Marsel. Suster langsung mendorongnya.


"Wah,,,bang bang kita jugakan pengen liat" Ucap Siska.


"Tau,,,ponakankukan pengen lihat betapa cantiknya ontynya ini" Ucap Mia.


"Kan masih ada besok dan lusa" Ucap Marsel langaing meninggalkan mereka.


"Dasar papa posesif" Ucap Mia. Semuanya langsung tertawa melihat tingkah Marsel.


Terimah kasih yaaa udah dokong karyaku ini,,,kalian jangan bosan yaaa untuk tinggalkan jejak baca kalian dengan cara like komen dan vote. Kalau ada yang kurang atau membuat kalian tidak nyaman ngmong sayang jangan langsung ningalin,,,ditinggal tanpa aba aba itu rsanya sakit sayangku😍🌹komen yaa yang membangun yaa sayang🤩