Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB53



jangan lupa like komen dan vote πŸ’


~~


Raka sudah meninggalkan jepang, Raka masih memikirkan Mia. Dalam pesawat Raka memilih tidur karena kelelahan hari ini.


Diapartemen Wijaya.


Dikamar Mia dan lainnya mempersiapkan barang mereka karena besok mereka akan meninggalkan jepang.


"Mia besok jam berapa kita akan berangkat? " Tanya Siska.


"Entalah, tunggu konfirmasi saja sama opa" Jawab Mia.


"Saya mau tidur, terserah kalian lah" Ucap Amel dengan merebahkan tubuhnya.


"Alah, tidur tempo bangun siang" Ucap Sinis Siska.


"Apaan sih, iri bangat" Ucap Amel.


"Terserah kalian lah, saya mau tidur" Ucap Mia langsung merebahkan tubunhnya.


"Kalian ko cepat banget sih tidurnya, cerita dulu lah" Ucap Siska.


"Noh, cerita sama koper" Jawab Amel dengan ketawa. Mia sudah berada didalam mimpinya, tidak tau lagi apa yang mereka bahas lagi.


"Mi, Mia, Mia. Astaga anak ini" Ucap Amel.


"Mia sudah tidur? " Tanya Siska yang masih duduk disofa.


"Hmmm" Jawab Singkat Amel.


"Udah deh, kita tidur ajalah" Ucap Siska langsung berjalan menujuh ranjang.


Dikamar Wijaya dan Mirna.


Mereka sedang duduk diatas ranjang dengan bersandarkan bantal dibelakang mereka. Suami istri itu masih juga romantis.


"Sayang, hari ini apa saja yang dilakukan Mia tadi siang? " Tanya Mirna pada Wijaya.


"Apa kau tidak melihat matanya yang bengkak? " Tanyanya balik.


"Lihatlah sayang" Jawabnya.


"Hari ini dia merasakan cemburu pada mantan pacarnya, karena Mia salah paham sama Raka" Ucap Wijaya.


"Sayang, hubungi Ranaya" Suruh Mirna.


"Untuk apa?" Tanya Wijaya.


"Saya mau memberitahu pada Ranaya kalau dia harus menasehati anaknya jika benar serius pada cucuku" Ucap Mirna.


"Hahahahah sayang, kau ini..... Baiklah" Jawabnya langsung mengambil ponsrlnya.


*πŸ“žnak Ranaya.


"Waalaikum salam om, ada apa yaa sampai telpon malam gini" Jawab Ranaya.


"Berikan padaku biar saya yang beritahu" Ucap Mirna meminta ponsel Wijaya.


"Baiklah sayangku"Ucapnya dengan memberikan ponselnya. 'Asatag sudah tua tapi masih pamer kemesraan' batin Ranaya.


"Hallo, nak Ranaya" Ucap Mirna.


"Iya tante, ada apa yaa? " Tanyanya lagi.


"Saya ingin kau beritahu pada putramu untuk tidak menyakiti cucuku, cukup hari ini saja dia berani membuat air mata cucuku jatuh" Ucap Mirna.


"Maaf tante saya tidak tau dengan masalah itu, nanti saya sampaikan" Ucap Ranaya.


"Hmm,,,,,, apa kami mengganggu tidurmu nak? " Tanya Mirna.


"Tidak tante" Jawabnya.


"Baiklah, salam buar Ranti yaa, Assalamualaikum " Ucap Mirna.


"Waalaikum salam" Jawab Ranaya dengan mematika panggilan itu.


"Sayang, kitakan bakal menginap di indonesia, kita akan serumah dengan Handika atau kita beli rumah saja?" Tanya Mirna.


"Kita akan tinggal serumah dengan Handika" Jawabnya.


"Baiklah, sudah kita tidur yaa besok kita akan melakukan perjalan pagi" Ucap Mirna dengan merebahkan tubuhnya Wijaya melakukan hal yang sama.


Diindonesia, Kediaman Ranaya.


"Siapa pa? " Tanya Ranti saat Ranaya mematikan panggilan dari Wijaya.


"Om Wijaya" Jawabnya singkat.


"Tumben, apa ada masalah sayang? " Tanya Ranti.


"Raka melakukan kesalah lagi sayang" Jawabnya.


"Kesalahan apa? "


"Dia hari ini membuat Mia menangis" jawabnya.


"Astaga anak itu, apa mereka sudah tidak diizinkan bersama lagi? " Tanya Lagi Ranti.


"Tidak,,,, hanya memerintahku untuk menasihati dia" Jawabnya.


"syukurlah, tidurlah besok biar saya yang memberitahu Raka" Ucap Ranti.


Mereka semua telah tidur, semuanya sedang sibuk dengan mimpi mereka. Raka sudah tiba diindonesia, semua orang rumahnya sudah tertidur. Diapun memilih untuk istirahat.


Jangan lupa like komen dan vote πŸ’