Mia Ayunda

Mia Ayunda
BBAB80



jangan lupa like komen dan vote😍


~~


"Entahlah bu pa,,,,rasanya meninggalkan Mia dan kalian itu sangatlah berat. Marsel belum bisa bagi kasih sayang Marsel kepada wanita lain selain Mia Ibu dan Oma" Jawab Marsel.


"Sayang,,,,rasa sayang itu memang harus ada apalagi sama keluarga tapi jika kau tetap hidup sendiri hidupmu akan hampa nak,,,,kau taukan Mia sendiri yang memintahmu untuk menikah,,,,jangan membebani diri dengan sikap Mia" Ucap Santika dengan memegang tangan Marsel.


"Iya nak,,,,,lagian sudah ada ibumu disini,,Mia tidak akan sedih lagi jika kau tinggal,,,dan jika kau tidak mau berpisah pada kami setelah menikah kau bisa tinggal dirumah ini juga" Ucap Handika.


"Iya benar tuh,,,,jika kau tidak relah meninggalkan kami. Tinggallah bersama kami,,,,kami akan memperlakukan istrimu seperti anak kami juga kok" Ucap Santika.


"Nanti Marsel pikirkan bu pa,,,,Terimah kasih yaa sudah memberiku pengertian mengenai hal ini. Ibu harus istirahat papa jugaĺ Ucap Marsel.


"Kau juga harus istirahat yaaa, besok kau juga harus kekantor kan" Ucap Santika.


"Iya bu,,,selamat malam" Ucap Marsel langsung pergi menujuh kamar.


"Kamu tau semua yaa" Ucap Handika.


"Kalian tidak pernah lepas dari pandanganku" Jawab Santika.


"Sudahlah,,,apa kau mau masih disini?" Tanya Handika.


"Saya akan pergi jika kau memanggilku suamiku" Ucap Santika.


"Kau mulai menggodaku,,,,Apa kau ingin kugemdong" Ucap Handika.


"Hahhaah,,,,,tidak perluh kakiku masib bisa menopang tubuhku" Ucap Santika langsung berdiri dan memegang tangan Handika.


"Mari,,,,rasanya saya sudah sangat rinduuu" Ucap Handika.


~


Pagi telah tiba, Mentari telah bersinar dimana mana. Semua insan pun sudah bangun untuk menikmati danenjalankan kehidupan baru.


Televisi sudah menyiarkan kemunculan Santika, termaksud keluarga Ranaya,,mereka juga sangat kaget melihat Santika ditv.


"Sayang,,,,apa aku sedang bermimpi?" Tanya Ranaya kepada Ranti yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka.


"Bermimpi bagaimana maksudmu,,,,kalau kau sedang ngigou kenapa bisa mandi sendiri" Ucap Ranti.


"Apa kau sudah melihat berita pagi ini?" Tanya lagi Ranaya.


"Bagaimana bisa nonton,,,saya harus siapkan kamu sarapan dulu" Ucap Ranti.


"Semua televisi menayangkan kembalinya Santika" Ucap Ranaya.


"Siapa,,,,Santika. Tapi bukankah 4 tahun lalu" Ucap Ranti langsung pergi menyalakan televisi yang didapur.


"Agh,,,,,astaga cepatlah sarapan kita kesana setelah sarapan" Ucap Ranti langsung memberi makan kepada Ranaya.


"Siang saja bagaimana,,,pagi ini ada rapat penting" Ucap Ranaya.


"Kau saja siang,,,aku mau pergi pagi ini" Ucap Ranti dengan menguya makanannya.


"Iya terserah,,,,cepatlah saya akan mengganti pakaian dulu" Ucap Ranti langsung berlari menuju kamar.


"Dia kenapa yaa,,,,tapi dia saja begitu bagaimana dengan Handika yaa" Ucap Ranaya dengan senyum jailnya.


"Sayang ayooo" Ucap Ranti.


"Dia terlalu semangat ya ampun" Ucap Ranaya.


"Cepatlahhh,,,,rasanya saya sudah sangat kepo" Ucap Ranti langsung masuk dalam mobil.


Mereka sudah meninggalkan kediamannya dan pergi dikediaman Handika.Mereka sudah tiba disana juga masih ada wartawan yang masih ingin mendapatkan informasi.


"Tuan Ranaya,,,,bagaimana tanggapan anda mengenai kemunculan Santika?" Tanya Wartawan itu melihat Ranaya.


"Kami juga baru tau,,,jadi kami tidak tau kejelasannya" Jawab Ranaya langsung pergi meninggalkan mereka.


"Assalamualaikum" Ucap Ranaya dan Ranti pada saat pintu dibuka.


"Waalaikum salam,,,masuklah" Ucap Tati.


"Dimana mereka?" Tanya Ranti.


"Ada diruang keluarga tuan" Jawab Tati dengan mempersilahkan mereka pergi.


"Assalamualaikummm" Ucap Lagi keduamya pada saat tiba diruang keluarga.


"Santikaaaa" Teriak Ranti membuat semuanya kaget.


"Astaga,,,,,teriakan itu" Ucap Santika dengan menepuk dahinya.


"Ya Allah kau tau aku sangat merindukanmu" Ucap Ranti dengan memeluk Santika.


"Iya saya tau,,,,bagaimana kabarmu?" Ucap Santika.


"Sangat baikkk,,,kau membuatku merinfu selama 4 tahun" Ucap Ranti,,,semua masih menatap bingung kepada mereka.


"Sudahlah,,,kau ini bikin malu saja" Ucap Ranaya.


"Apa kau tidak merindukanku tuan Ranaya" Ucap Santika.


"Mau bagaimana lagi,,,,rindu sih rinduu tapi kalau juga mau peluk disini ada harimau" Ucap Ranaya.


"Kau meledekku ha" Ucap Handika.


"Saya bilang harimau bukan Handika,,,Agh astaga" Jawab Ranaya dengan sesikit tertawa.


"Kalian ngapain disini ha?" Tanya Wijaya.


"Melihat sahabatkulah Om,,,saya juga rinduu. sebenarnya saya kecewa karena dapat kabarnya langsung dari televisi bukan dari kalian" Ucap Ranti.


"Hahaahha,,,kenapa kau tidak pernah berubah ha" Ucap Santika mihat gemas pada sahabatnya itu.


jangan lupa yaa tinggalkan jejak kalian dengan cara VOTE LIKE dan KOMEN😍