Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB27



***jangan lupa like komen dan vote yang banyak 💜🙏


selamat membaca 😍***


~~


"Ayok"Jawab keduanya.


Ketiganya sudah tiba dikamar Mia, mereka memilih untuk tidur seranjang karena ranjang Mia juga mencukupi mereka.


"Apa tidak ada kabar dari Raka Mi" Ucap Amel.


"Sudahlah, dia sekarang bukan pacarku lagi" Jawab Mia.


"Mia"Kaget Siska.


"Itu sudah keputusanku, lagian apa saya diakui jadi pacarnya" Ucap Mia.


"Harus bagaimana lagi pengakuannya sih Mi" Ucap Siska.


"Jika dia memang pacarku apa yang dia lakukan hari ini pastas kesaya"


"Tapi itukan urusan mendadak Mi"Ucap Amel.


"Sudahlah, saya capek dan itu sudah menjadi keputusanku" Ucapnya dengan membaringkan tubuhnya.


"Mia tapi jangan begini caranya" Ucap Amel.


"Trus bagaimana" Jawab Mia.


"Ya kamu harus beritahu juga kedia kalau kamu itu tidak suka diperlakukan seperti hari ini dan kamu minta putus Mi" Ucap Siska.


"Terserah, keputusanku sudah bulat" Ucapnya.


dutt duttt.


"Ponsel loo Mi" Ucap Amel, dengan memberikan kepada Mia.


"Siapa?" Tanyanya


"Raka" Jawabnya.


"Assalamualaikum " Ucap Mia.


"Waalaikum salam, maaf yaa bukannya ti_" Ucapnya terpotong oleh Mia.


"Iya sudah saya maafkan, tapi maaf kita sampai disini saja, assalamualaikum " Ucapnya langsung mematikan ponselnya.


"Mi, kenapa harus secepat ini sih" Ucap Siska.


"Sudahlah ini bukan pertama kali untuknya"


"Tapi dengar dulu penjelasannya Mi" Ucap Amel.


"Kalian ini, ayo tidur" Ucap Mia. keduanya hanya mengeleng dan mengikut untuk tidur.


^


Dikediaman Raka, Raka sangat gelisah dengan perkataan Mia, Raka terus menghubungi Mia tapi tidak ada jawaban darinya.


"Kenapa harus secepat ini sih" Ucapnya dengan meremas kepalanya.


"Aaaaaaa" Teriaknya lagi.


Raka baru tiba dirumah jam 20:00 Malam, setelah membersihkan diri dia langsung menghubungi Mia tapi itu menjadi terakhir bagi hubungan mereka.


"Apa salah saya, lagian kenapa harus dapat pekerjaan semendadak tadi"Monolog Raka.


"Atau saya kerumahnya untuk menjelaskan ini semua" Ucap Raka.


Raka langsung mengambil jeket dan kunci mobilnya dengan bergegas kerumah Mia. Terlihat ada Ranti dan Ranaya diruang keluarga.


"Sayang, mau kemana? " Ucap Ranti.


"Mau kerumah Mia Bu" Jawabnya tanpa menoleh kearah Ranti.


"Raka sayang" Teriak Ranti, Raka berhenti dan membalikan badannya.


"Assalamualaikum bu, Raka akan baik baik saja" Ucapnya dengan pergi meninggalkan rumah.


"Ada apasih sampai buru buru begitu" Kesal Ranti.


"Masalah anak mudah sayang" Jawab Ranaya.


"Masalah apa" Ucapnya.


"Sudahlah, tidak usah dipikirkan lagian Raka juga sudah besar, dia sudah bisa jaga diri" Lanjutnya lagi.


"Tapi papa tau bagaimana tuang Ambirn" Ucap Ranti.


"Dan kamu pasti tau bagaimana kekuasaanku" Jawabnya.


"Baiklah, apa kamu mau masih disini" Ucap Ranti.


"Jika kau mau keatas, pergilah nanti saya menyusul" Jawabnya, Ranti langsung pergi kekamar meninggalkan Ranaya.


^


Dikediaman Handika, Raka sudah tiba dan memarkirkan mobilnya.


"Assalamualaikum pak, apa Mia ada didalam" Ucap Sopan Raka pada menjaga.


"Sebentar yaa tuan, biar saya periksa dulu" Ucapnya dengan meninggalkan Raka.


"Selamat malam tuan muda" Ucap Bi Rina.


"Malam bi, Mia ada? " Jawabnya.


"Ada silahkan masuk biar saya panggilkan" Ucapnya.


"Baiklah" Jawabnya, Raka telah duduk diruang keluarga menunggu Mia.


Bi Rina sudah naik diatas dan menuju kamar Mia.


"Bi ada apa? " Tanya Mario.


"Ah, maaf tuan. Dibawah ada tuan Raka yang ingin menemui Nyonya muda" Jawabnya.


"Mia sudah tidur, biar saya saja yang menemui Raka, kembalilah" Ucap Raka.


"Baik tuan" Jawabnya dengan kembali.


Mario turun kebawa menemui Raka.


"Selamat malam Raka" Ucapnya.


"Malam bang, maaf saya datang tidak beri kabar dulu" Ucap Raka dengan berdiri.


"Tidak masalah, duduklah dulu" Ucap Mario.


"Apa yang membawamu kesini malam malam Raka" Lanjutnya lagi.


"Saya ingin menebus kesalahan ku tadi pagi bang" Jawabnya.


"Besok pagi saja, lagian masib wekeen kan" Ucap Mario.


"Tapi bang, Mia sedang marah kepadaku"


"Hahahah, tapi dia sudah tidur, pulanglah dia pasti hanya kesal karena kau tidak mengabarinya dulu" Ucap Mario.


"Baiklah bang, besok saya akan kembali" Ucapnya.


"Iya hati hati, mengenai Mia biar saya yang jelaskan lagian dia harus belajar memahamimu karena itulah yang akan diarasan nanti jika bersamamu" Ucap Mario.


"Terimah kasih bang" Ucap Raka.


"Atau begini saja, kauenginaplah disini agar besok kau langsung bertemu tanpa harus mendapatkan urusan mendadak dari kantor" Ucap Mario.


"Apa bisa bang" Jawab Raka.


"Tentu saja, kau itu seperti saudara bagi kami, hanya kau terlalu nekat memacari adikku" Ucap Mario, keduanya tertawa.


"Haha baiklah bang"


"Biar saya yang menghubungi om Ranaya, kau tidur saja dikamar tamu" Ucap Mario.


"bi Rina"Teriaknya lagi.


"Iya tuan" Jawab Bi Rina.


"Siapkan kamar tamu untuk tuan muda ini" Ucap Mario. Bi Rina langsung pergi menyiapkan kamarnya.


"Kau ikutlah bersamanya, tapi jangan sampai kau tidur dengannya" Ledek Mario.


"Agh, abang ini. Tidak mungkin sayan berselingku dirumah kekasihku sendiri"Jawabnya.


"Terimah kasih bang" Lanjutnya lagi langsung pergi kekamarnya.


Jangan lupa like komen dan vote yang banyak 💜🙏