Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB13



****ayok dukung tulisanku ini dengan cara like dan vote yang banyak biar saya juga lebih semangat untuk melanjutnya 💜🙏


selamat membaca****


~~


Handika dan yang lainnya heran dengan kedatangan mereka ini diluar duga'annya.


"Papa, bagaimana papa dan mama bisa disini?" Tanya bingung Handika.


"Kau ini tidak pernah sopan sama papa dan mamamu" Ucap Wijaya dengan memberikan tangannya untuk Handika salami. Handika langsung melakukan perintah Wijaya yang diikuti Marsel, Mario, Siska, Amel dan Raka.


"Papa kenapa harus repot repot kesini" Ucap Handika.


"Bagaimana tidak mau repot repot kesini, cucu kesayanganku sedang mempertaruhkan nyawanya" Ucap Mirna (istri Wijaya).


"Kau belum menjawab pertanyaanku bagaimana keaadaan cucuku, kenapa kalian menangis ha?" Tanya Wijaya.


"Duduklah dulu opa, Mia akan dipindahkan keruangan rawat" Ucap Mario.


"Baiklah cucuku" Ucap Mirna langsung mengarah kekursi.


"Kalian duduklah dengan tenang semuanya sudah baik baik saja, saya akan kembali membawa Mia" Ucap Mario dengan meninggalkan mereka.


Didalam ruang ICU ada 2 dokter yang masih menunggu, melihat Mario masuk dalam ruangan kedua dokter itu berdiri dan menyampirinya.


"Tuan kau memang hebat, bahkan nona Mia sudah sangat baik sekarang" Ucap dekter tutri(dokter yang menangani Mia pertama).


"Itu juga bantuan kalian dokter, terimah kasih banyak untuk semuannya" Ucap sopan Mario.


"Kau terlalu merendah tuan" Timpal dokter Arga( dokter yang mencuci darah Mia).


"Sudahlah dok jangan terlalu memujiki, sebaiknya kita pindahkan Mia keruang rawat agar dia bisa istirahat dengan nyaman" Ucapnya.


Suster yanga ada didalam mempersiapkan pemindahan Mia, Mia masih dalam tidurnya tapi dari pemeriksaan Mia sudah sangat baik.


Semuanya keluar dari ruangan, Mario langsung mengikuti ranjang Mia yang didorong oleh Suster, sedangkan dokter berbinjang dengan keluarga Wijaya.


"Nyonya besar salah kasih pujian, semua ini yang melakukan adalah tuan muda Mario nyonya" Ucap dokter Arga.


"Benarkah, dia memang selalu melakukan tugasnga dengan baik" Ucap Wijaya.


"Iya tuan, tuan muda Mario sangat nekat dan berani melakukan semuanya tadi jika ada kesalahan sedikit maka tubuh Mia akan berubah menjadi busuk karena pencucian darah yang sudah tidak mengalir itu, tapi dengan kepintaran dan kecepatannya dia melakukan dengan sempurnah tuan" Ucap dokter Tutri.


"Terimah kasih dokter ini semua karena bantuan kalian juga, kami akan keruangan Mia" Ucap sopan Handika.


Semua berada diruangan rawat Mia, Mia masih dengan tidurnya, Wijaya dan Mirna duduk dikursi dan yang lainnya.


"Kalian kembalilah ini hampir malam, kalian juga butuh istirahat" Ucap Marsel kepada Siska Amel dan Raka.


"Tapi bang biarkan saya tunggu Mia bangun" Jawab Raka.


"Kau ini terlalu membantah, jika kau sakit siapa yang akan menjaga Mia" Ucap Mario.


"Ya benar kalianlah yang selalu ada disampingnya jika Mia sedang sehat, jadi kalian kembalilah besok kalian bisa kesini lagi" Ucap Handika.


"Baiklah om" Jawab semuanya.


Ketiga teman Mia izin pulang kepada semuany termaksud kepada Mia, merka menyalami semua yang berada didalam ruangan itu dan pergi meninggalkan mereka.


"Pa, ma dari mana kalian tau kabar ini? " Tanya Handika.


"Kau ini, bukan cuman kamu yang memiliki mata mata, telinga kami juga banyak dimana mana" Jawab Wijaya.


"Opa dan oma kembalilah dirumah untuk ostirahat, kalian pasti cape karena melakukan perjalanan panjang hari ini" Ucap Marsel.


"Jangan khawatirkan kami, kami ini juga rindu sama senyum cucuku itu" Ucap Mirna dengan mata memandang Mia.


Pintu kamar dibuka, semuanya terjutu pada pintu melihat siapa yang datang tanpa mengtok pintu dulu.


jangan lupa like komen dan vote yang banyak yaa 💜🙏