
jangan lupa like komen dan vote yaa ππselamat membaca π
~~
"Baiklah, terimah kasih" Ucapnya labgsung mematikan panggilannya.
"Papa bagaimana, apa Raka ada dirumahnya? " Teriak Mia.
"Raka tidak ada dirumahnya sayang, sudah kalian istirahat saja dikamar sayang" Ucap Handika.
"Tapi pa, bagaimana jika terjadi sesuatu pada Raka" Ucap Mia.
"Tenanglah sayang, kalian bawah Mia kekamar" Ucapnya kepada Kedua sahabar Mia.
Mia dan kedua sahabatnya sudah berada dikamar, rasa khawatir Mia terhadap Raka sangat besar.
"Mia, duduk dulu ya"Ucap Siska.
"Iya Mi, kayak setrika aja" Timpal Amel.
"Bagaimana keadaan Raka, saya jadi takut dia kenapa napa"Ucap Mia.
"Apa kamu tidam percaya sama om Handika, om akan menemukan Raka Mi" Ucap Amel.
"Iya Mi"Lanjut Siska.
"Gimana kamu minta tolong sama bang Mario saja Mi" Ucap Siska.
"Oh iya, abang Mario dimana ya" Ucapnya.
"Udah hubungi saja ponselnya Mia"Ucap Amel.
"Oh iya"Ucapnya dengan mengambil ponselnya.
duttt duttt dutt
"Assalamualaikum bang"Ucap Mia.
"Waalaimum salam, ada apa sayang" Jawabnya.
"Bang, Mia minta tolong" Ucapnya.
"Sudahlah, tidak perlu khawatir Raka berada diluar negeri"Jawabnya, Mia membelalak mendengar perkataan Mario.
"Apa luar negeri, ngapain bang"Ucap Mia.
"Hahaha, kau sudah lupa sayang, dia itu pengusah muda, jadi hal itu biasa untuknya" Jawabnya.
"Kemana dia bang? " Tanya Mia.
"Dia berada disingapura sayang, dia sangat takut jika kau akan kecewa akan menunghunya hari ini, tapi pekerjaannya kali ini lebih penting sayang"Ucap Mario.
"Baiklah bang, Mia tutup panggilannya, assalamualaikum "Ucap Mia langsung mematikan panggilannya.
"Kenapa Mi? "Tanya Siska.
"Raka disingapura Sis"Jawabnya.
"Kenapa ponselnya harus mati, bikin orang khawatir saja"Kesal Amel.
"Sudahlah mungkin dia ada alasannya, kita tidak boleh beransumsi sendiri disini"Ucap Mia.
"Oh iya, ayo kita kebawah" Ucapnya langsung pergi menemui Handika.
"Papa, apa Raka sudah papa temui" Tanya Mia.
"Sudah sayang, Raka ada disingapura ada pekerjaan mendadak disana" Ucap Handika.
"Oh iya" Jawabnya.
"Apa kalian akan menginap disini"Tanya Handika pada kedua sahabat Mia.
"Iya om"Jawab keduanya.
"Baiklah, om mau bersih bersih dulu, selamat bersenang senang sayang" Ucap Handika.
"Terimah kasih pa"Jawab Mia.
"Sudahlah Mi, lagian Raka sudah baik baik saja kan" Ucap Amel.
"Iya tapi masih banyak yang mengajal dipikiranku" Ucap Mia.
"Apa!" Tanya keduanya.
"Sebenarnya urusan apa, sehingga om Ranaya tidak mengetahui itu. Dan apa kalian tau Raka akan bekerja sesuai perintah om Ranaya"Ucap Mia.
"Ternyata kau belum sepenuhnya mengetahui Raka sayang" Ucap tiba tiba Maril dari belakang, ketiga melihat kearah suara itu.
"Abang sejak kapan disitu" Tanya Mia.
"Sedari tadi sayang" Jawabnya dengan mendekati ketiganya.
"Trus bagian mana saja yang tidak diketahui Mia mengenai Raka Bang? "Tanya Siska.
"Semuanya, dia ini hanyaengenal Raka masa kecil saja tapi tidak dengan Raka dewasa" Ucap Mario dengan memegang tangan Mia.
"Beritahukan semuanya pada Mia" Ucap Mia.
"Cari tau sendiri, lagian dia kan kekasihmu" Ucap Mario.
"Abangggg"Ucapnya dengan memasang muka sedihnya.
"Jangan pasang muka begitu abangmu ini tidak suka, apa kau tidak malu dengan mereka" Ucap Mario dengan menunjuk Siska dan Amel. Keduanya tertawa.
"Jika tidak suka beritahu padaku"Ucap Mia.
"Nanti saja ya, abangmu ini sangat cape"Ucapnya langsung berdiri.
"Baiklah Mia akan pergi mencari sendiri, tapi jangan salahkan dirimu jika terjadi apa apa padaku" Ancam Mia. Mario duduk kembali dan menatap adiknya.
"Kau ini, baiklah abang akan ceritakan mengenai Raka, tapi biarkan abangmu ini selesai mandi, abangkan malu duduk disini dengan bau tidak enak" Ucap Mario.
"Malu sama siapa? " Bingung Mia.
"Malu sama kedua gadis ini" Ucap Mario.
"Cihhh, abang baiklah pergilah mandi, setelah itu kita cerita ditaman" Ucap Mia. Marik langsung berdiri dan meninggalkan mereka.
jangan lupa like komen dan vote yang banyak yaa ππ