Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB91



jangan lupa like komen dan vote😍


~~


Akhirnya tiba dimana hari ini adalah hari paling bahagia bagi Mia karena sudah bertambah usia,,dan paling degdegan bagi Rika dan Marsel.


Wijaya dan yang lainnya sudah menyiapkan pesta kecil kecilan untuk Mia,,,,hanya ada anggota keluarga saja yang bisa menikmati pesta sederhana itu.


"Sayang,,,,,apa kau bahagia?" Ucap Santika pada Mia.


"Sangat bahagia,,,,,,rasanya Mia kembali diumur 17 Bu" Jawab Mia penuh kebahagiaan.


"Selamat yaaa sepupuku paling cantik" Ucap Herri sudah mahir berbahasa indonesia.


"Iya sepupu gantengku,,,,,terimah kasih sudah datang" Jawab Mia langsung memeluk Herri.


"Hayy,,,,,,baby gantengku" Ucap Mia pada Herdin adik Herri.


"Hayy,,,sepupu cantikku,,,,,selamat yaa" Ucap Rere dengan memainkan tangan Herdin.


"Kau sangat lucu" Ucap Mia dengan mencubit pipi Herdin.


"Sayang,,,,,bawalah Mia dibawah" Ucap Handika.


Semua yang diatas sudah turun dibawah,,,ada banyak orang disana semua keluarga turut datang dan ikut merasakan kebahagiaan.


"Miaaaaaa" Teriak Siska dan Amel.


"Selamat ulang tanggal dan bulan yaa" Ucap Siska.


"Apaan sih kamu,,,orang selamat ulang tahun" Ucap Amel melihat aneh pada Siska.


"Helloowwwww,,,,,ini itu bulan berapa?" Ucap Siska.


"Bulan November" Jawab Amel.


"Tanggal?"


"23" Jawab lagi Amel.


"Tahun?" Tanya lagi Siska.


"2019 lah" Jawab Amel dengan santainya.


"Itu artinya mengulang tanggal dan bulan bukan tahun beg*" Ucap Siska dengan memukul kepala Amel.


"Siskaaaaa" Teriak Amel.


"Hahahahahah,,,,jangan bertengkar dong,,inikan hari bahagia" Ucap Mia.


"Kau sangat cantik ponakanku" Ucap Santi.


"Agh,,,,tante juga cantik" Ucap Mia dengan memeluk Santi.


"Mia sayang mari kita potong kuenya" Ucap Marsel yang diikuti dengan Mario dan Maxel.


Mia sudah berdiri didepan kue yang sudah dihias dengan begitu cantik,,kuenya bermodelan orang yang sedang menjahit. Dan ketiga kakaknya berdiri dibelakangnya. Handika dan Santika disampin.


'potong kuenya,,,,potong kuenya potong kuenya sekarang juga' semuanya bernyanyi dengan bertemu tangan. Mia dengan cepat mengambil pisau dan memtong kuenya. Suara tepuk tanganpun mengiasi ruagan itu.


"Kue pertama untuk siapa sayang" Ucap Santika.


"Maaf yaa,,,Mia sengaja memakan kuenya agar tidak ada yang menginginkan kue ini. Mia sayang sama kuenya ini sangat cantik" Ucap Mia.


"Hahahaj iya sayang,,,,,,,selamat yaa akhirnya kau sudah menginjak usia 21" Ucap Handika langsung memeluk putrinya dan mecium kening putri kecilnya itu.


"Terimah kasih papaku" Jawab Mia.


"Selamat yaa sayang,,,,kau ternyata sudah dewasa tapi entah kenapa kau masih sangat kecil dimata kami,,,,,bahkan kami masih melihatmu seperti Herdi sana. Yang rasanya kami ingkin mengendongmu tiap harinya. Bahagia terus yaa sayangku do'a ibu selalu bersama"Ucap Santika dengan memeluk dan mencium kenibg Mia.


"Terimah kasih bu,,,,Ibu masih bertahan demi kami" Ucap Mia.


"Sekarang kau Marsel" Ucap Handika.


"Baiklah,,,,,,selamat bertambah usia yaa sayangku. Akhirnya kau sudah mencapai usia ini. Seperti yang ibu katakan kau itu masih sangat kecil dimata kami walaupun usiamu sudah 21 tahun. Kau adalah salah satu wanita yang tidak akan pernah tergeserkan dihati abang" Ucap Marsel langsung memeluknya.


"Terimah kasih abang gantengku,,,,terimah kasih sudah beri Mia cinta yang begitu besar" Ucap Mia dengan meneteskan air mata.


"Maxel bagianmu sekarang" Ucap Handika membuat Maxel langsung memeluk Mia dan menghapus air matanya.


"Sayangku jangan menangis dong,,,,,,,Do'aku untuk tuan putri dan ratu Handika ini,,,,,Sama seperti papa ibu dan bang Marsel,,,,intinya kau sehat terus agar kami juga bahagia oke" Ucap Maxel membuat Mia makin menangis.


"Mario bagianmu sekarang" Ucap Handika.


"Bangaimana tidak mau disebut anak kecil terus,,,,masih juga menangis" Ucap Mario langsung menghapus air mata Mia.


"Dengar,,,,,do'aku untuk anak kecil ini adalah ucapan terimah kasihku untukmu sayang,,,kau adalah objek pertama kami bahagia entah kenapa kau adalah sumber dari senyum kami semua. Dan percayalah kau ini pemberi kesejukan dihati kami,,,,,seperti yang dikatakan bang Marsel kau adalah wanita yang tidak akan tergeserkan oleh siapapun. Posisimu akan tetap kokoh dihati kami. Siapapun dia yang mau mengeser posisimu akan kami bantai,,,,,hahhah. Selamat yaa kamu sudah sangat dewasa rupanya. Jangan sakit sakit terus yaaa. Kau harus sehat oke" Ucap Mario langsung memeluk Mia.


"Terimah kasih bang dokter,,,,,bang Marsel Bang Maxel kalian adalah kaka terbaik Mia" Ucap Mia langsung memeluk ketiganya membuat Santika meneteskan air mata.


"Sayang pergilah ke oma opamu,,,,,mintahlah do'a kepada mereka" Ucap Handika.


"Baiklah" Jawab Mia langsung berjalan menuju tempat duduk Wijaya dan Mirna.


"Do'a kami sama dengan yang lainnya cucuku,,,,,kehadiranmu adalah anugra kami kehidupan kami. Kau sangat kami tunggu jika kau sedang diluar rumah,,,,kau juga bisa mengubah sedih kami menjadi senyum. Sehat terus yaa. Bahagia terusss. Tetaplah menjadi gemas seperti ini walaupun diusiamu yang sudah menginjak dewasa ini" Ucap Wijaya langsung mencium dan memeluk Mia.


"Cucuku,,,,tetap seperti ini yaaa" Ucap Mirna membuat Mia menangis.


"Terimah kasih opa oma,,,,,Mia sangat menyayangi kalian" Ucap Mia.


"Untuk kalian,,,,,yang belum mengucapkan do'a atau selamat. Nanti kirim lewat Email Mia yaaa" Ucap Handika dengan tertawa kecil.


"Bang bagianku yaa" Ucap Harris.


"Sebentar dulu,,,,,kita akan pergi melihat kado Marsel untuk Mia" Ucap Handika.


"Pergih pa,,,,,tapi bukankah kado yang bertumpuk itu" Ucap Mia dengan menunjuk banyaknya kado.


"Ini yang ping spesial sayang" Ucap Santika.


"Maxel,, tutup mata Mia" Ucap Handika.


"Siap" Ucap Maxel dengan membawa sarung tangan untuk menutup mata Mia.


"Tapi kenapa harus ditutup" Ucap Mia.


"Kalau tidak ditutup namanya bukan kejutan sayang" Ucap Marsel.


jangan lupa like komen dan vote😍