
jangan lupa like komen dan vote ya teman teman 💜🙏
~~
Semua sudah berangkat, sisa Handika, Mia dan Mario dirumah itu.
"Papa akan kekantor sayang" Ucap Handika kepada Mia.
"Baiklah pa, hati hati dijalan" Jawab Mia.
"Hubungi papa jika terjadi sesuatu padamu sayang" Ucapnya lagi.
"Apa papa lupa, disini ada dokter terbaik" Ucap Mia dengan melihat Mario.
"Baiklah, papa berangkat, assalamualaikum "Ucap Handika.
"Waalaikum salam"Jawab keduanya dengan menyalami tangan Handika. Handika mencium kening Mia.
^
Dikediaman Raka, hari ini adalah Hari sabtu sebenarnya libur cuman ada beberapa orang saja yang harus bekerja dihari ini, seperti Raka, hari ini dia libur tidak ada pekerjaan apapun.
"Raka sayang kau mau kemana? " Tanya Ranti.
"Saya akan menemui Mia bu"Jawabnya.
"Anakku ini kelihatannya sudah sangat rindu"Goda Ranti.
"Sudahlah bu, jangan terus menggodaku"Jawab Raka.
"Baikalh pergilah, hati hati dalam berkendaraan" Ucap Ranti.
"Assalamualaikum ibuku sayang" Ucap Raka.
"Waalaikum salam, sayang" Jawabnya.
Raka sudah meninggalkan Ranti, Raka sangat semangat pagi inj karena ingin bertemu sang kekasih.
"Dia mau kemana sayang"Ucap tiba tiba Ranaya.
"Ah, papa itu dia ingin menemui Mia" Jawab Ranti.
"Anak itu apa tidak takut berpacaran dengan Mia" Ucap Ranaya.
"Lah, memangnya kenapa, bukannya kita saling kenal dengan keluarga Handika"Jawab Ranti.
"Kau ini, apa kau sudah lupa sama Om Wijaya" Ucapnya.
"Om Wijaya sangat baik sayang, dia juga sudah menganggap kamu sebagai putra juga kan" Bingung Ranti.
"Iya memang begitu, apa kau kira putra kita itu tidak akan dijaili olehnya" Ucap Ranaya.
"Hahahaha Iya juga ya, dulu kamu juga hampir dibikin putus asa untuk mendapatkan saya hanya karena jailnya om Wijaga"Ucap Ranti.
"Apa, saya tidak pernah putus asa untuk itu"Jawab Ranaya.
"Sudahlah kau tidak akan mengakui itu" Ledek Ranti.
"Kau ini_" tingtong tingtong Ucapnya terpotong karena bunyi bel.
"Siapa sayang, pagi pagi sekali" Lanjut Ranaya.
"Biar saya yang buka sayang" Ucap Ranti dengan melangka menuju pintu.
Crekkk
"Saya bingung kenapa Ranaya sampai menikahimu" Ucapnya langsung masuk dalam rumah.
"Handikaaaa"Teriak Ranti. Handika hanya tertawa mendengar teriakan itu.
Handika,Ranaya dan Ranti mereka sudah berteman sejak kuliah dulu, Ranti dijurusan perekonomian sedangkan Handika dan Ranaya bisnis. Mereka sangat akrap, makanya saling ledek itu hal biasa bagi mereka.
"Ohh ada apa pagi pagi disini" Kaget Ranaya.
"Kau ini sama saja dengan istrimu" Jawab Handika, dengan mendudukan bokongnya disofa samping Ranaya.
"Ada apa kau disini? " Ucap kesal Ranti.
"Apa kalian tidak memiliki pembantu ha" Ucap Handika.
"Handikaaa" Teriak Ranti.
"Astaga kau ini tidak pernah beruba" Ucap Handika.
"Apa kau tidak tau sedang berada dirumah siapa ha" Ucap Ranti.
"Sudahlah sayang, kayanya kau sudah lupa dengan sifat Handika" Ucap Ranaya.
"Kau ngapain disini, anakku kerumahmu kau disini"Lanjut Ranaya.
"Benarkah, baguslah Mia ada teman cerita dirumah" Jawab Handika.
"Bi tina, ambilkan air selokan untuk orang gila ini" Teriak Ranti, Ranaya dan Handika bingung kenapa harus air selokan.
"Apa kau sudah gila, pemilik Wijaya grop dikasih air itu" Kesal Handika, Ranaya hanya tertawa.
"Air selokan tidak ada nyonya" Ucap Bi Tina.
"Sudahlah bi, ambilkan air minum untuk kami" Ucap Ranaya. Bi Tina langsung pergi memenuhi perintah itu.
"Ran, kenapa istrimu jadi sebar bar ini sih" Ucap Handika.
"Dia begini jika bertemu denganmu Han" Jawab Ranaya.
"Untung saja istriku sudah tiada jika tidak mungkin dia akan tertular dengannya" Ucap Handika.
"Apa kau menginginkan Santika untuk pergi lebih dulh hanya karena tidak sebar bar saya" Ucap Ranti.
"Tidak juga begitu" Jawab Handika.
"Sudahlah, apa tujuanmu sampai kesini dengan seragam serapi ini, lagian ini juga hari libur" Ucap Ranaya.
"Saya izin pada Mia untuk kekantor, tapi tujuanku memang dirumahmu" Ucap Handika.
"Kenapa tidak jujur saja kepada calon mantuku" Ucap Ranti.
"Hahahah kau terlalu percaya diri, saya tidak setujuh putriku dipersunting putramu" Ucap Handika.
"Kenapa begitu?" Tanya Ranaya.
"Karena calmernya begini" Ucap Handika dengan melirik Ranti.
"Sudahlah, putraku tidak perlu restumu, kenapa kau tidak menyatakan sejujurnya pada Mia kalau kau mau kesini" Ucap Ranti.
"Kalian tidak tau saja putriku itu bagaimana" Ucap Handika,Ranti dan Ranaya bingung dengan yang dimaksud dengan Handika.
jangan lupa like komen dan vote yang banyak 💜🙏