Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB43



jangan lupa like komen dan vote 💝


~~


"Waalaikum salam" Jawab Mia langsung memutuskan panggilannya.


"Kak, saya pulang yaa" Ucap Amel pada Widya.


"Iya hati hati, terimah kasih juga sudah mau mendengarkan cerita kakak" Jawab Widya.


"Iya, kakak simpan nope loo dong" Ucap Amel memberikan ponselnya pada Widya.


"Oh iya" Ucapnya langsung menerimah ponsel Amel dan menulis Nomormya.


"Ini sudah" Lanjutnya.


"Oke, makasih ya kak waktunya, bang Maxel sudah menunggu diluar, bay kak" Ucapnya langsung pergi meninggalkan Widya.


"Hati hati" Jawabnya dengan melambaikan tangannya.


Amel keluar dari hotel, melebarka pandangannya mencari keberadaan Maxel. Terlihat laki laki yang mendekatinya dan tersenyum.


"Hay, sayang" Ucap Maxel mengagetkan Amel.


"Agh, kau ini mengagetkanku saja" Kesal Amel.


"Wah, sudah pake kau nih" Ucap Maxel.


"Saya sudah lapar bang" Ucap Amel langsung meninggalkan Maxel.


"Kau mau kemana, mobilku disana" Teriak Maxel,Amel langsung berbalik dan berjalan menuju Maxel.


"Cepatlah, cacingku sudah menari"


"Iya, masuklah" Ucapnya dengan membukakan pintu mobil. Amel masuk dan dengan cepat Maxel masuk dalam mobil dan duduk dan mengemudikan mobilnya.


"Kau dari mana saja, kenapa bisa ketinggalan rombongan ha? " Tanya Maxel.


"Pertanyaanmu terlalu banyak" Jawab Amel.


"Hey, saya serius" Ucap Mario.


"Apa kamu lupa sama perintahmu tadi ha" Kesal Amel.


"Agh, astaga saya sampai lupa, siapa dia apa hubungannya dengan Mario?" Tanya Maxel.


"Bukan siapa siapa, dia salah orang. Katanya Mario sangat mirip dengan Kakaknya, tapi pada saat saya mengjampirinya dan menanyakan siapa dia, dia bercerita kalau bang Mario mirip abangnya" Ucapnya dengan berbohong, menurutnya masalah ini biar Mia yang tau langsung.


"Ohh begitu, ternyata Mario mempunyai kembar yaa" Jawab Maxel. 'hoh syukurlah dia mengerti, terimah kasih ya Allah' batin Amel.


Mereka sudah tiba diapartemen, semua keluarga telah berkumpul diruangan santai apartemen itu.


"Kau kenapa bisa terlepas dari rombongan ha" Khawatir Mia.


"Assalamualaikum Nyonya Mia" Jawab Amel.


"Jawab pertanyaanku" Ucap Mia.


"Tadikan sudah saya jelaskan ditelpon, saya ketoilet trus pas pulang kalian sudah meninggalkanku" Jawab Amel.


"Apa kau sudah makan nak?" Tanya Mirna.


"Belum oma, Amel sangat lapar" Jawab Amel dengan memegang perutnya.


"Makanlah dulu, setelah itu kalian istirahat" Ucap Mirna.


"Mi, Sis, apa kalian tidak mau mendengar ceritaku" Ucap Amel.


"Cerita apa? " Tanya Mia.


"Temani saya makan dulu setelah itu kalian akan dapatkan gosip baru" Ucap Amel. Semua mengeleng kepalanya melihat tingkah ketiga gadis itu.


"Kau, baiklah" Ucap Mia.


Ketiga gadis itu pergi keresto apartemen itu, dengan rasa kepo mereka.


"Katakan apa berita yang kau dapat" Tanya Siska.


"Ini berita hots, kalian pasti terkagetkan" Jawabnya.


"Apa?" Tanya Mia.


"Biarkan perutku ini terisi jika kalian biarkan saya bicara terus makan saya kapan mulai makannya" Ucap Amel.


"Agh, kau terlalu banyak gaya" Kesal Siska. Amel memulai makannya dengan lahap.


Amel sudah selesai makan dan mereka sudah berada didalam kamar mereka.


"Mel, cepatan apa" Teriak Siska, karena Amel masih membersihkan badannya.


"Bentar lagi masih mau gosok gigi nih" Jawab Amel.


"Agh, astaga kau membuat kami lapar kembali karena menunggu beritamu" Kesal Mia.


"Awas saja jika kau tidak membawa berita yang hots, kau akan ku rebus" Lanjutnya lagi.


"Hahahah santai nyonyaku ini akan membuatmu terkagetkan" Jawab Amel dalam kamar mandi.


"Apa kau tidak punya adab, tidak bisa berbicara dalam kamar mandi" Ucap Siska.


"Hahahah jika saya tidak membalas kalian, kalian akan marah padaku, jadi yang akan berdosa disini kalian" Ucap Amel dengan membuka pintu kamar mandi.


"Cepat ceritakan" Ucap Mia.


"Sabar, saya pake baju dulu, masa iya cerita dalam keadaan begini" Jawab Amel. Dengan berjalan menuju kopernya.


jangan lupa like komen dan vote 💝