Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB85



jangan lupa like komen dan vote😍


~~


"Assalamualaiku" Ucap seseorang dibalik pintu membuat menoleh kepadanya.


"Rika,,,kamu disini juga" Ucap Ranti dengan kaget melihat keponakannya itu.


"Agh,,,,,iya tante. Tadi tidak saya bertemu dua nak itu dan mereka mengatakan bahwa Mia sedang dirumah sakit" Jawab Rika dengan menunjuk kearah Siska dan Amel.


"Cihh,,,,anak. Maaf yaa kami sudah pada besar" Ketus Siska.


"Siska,,,,jaga sikapmu yaa dia itu seniormu" Ucap Handika.


"Baiklah,,,nyonya saya pergi dulu yaa" Ucap Widya.


"Iya nak,,,,selamat bekerja yaa" Jawab Santika.


"Iya,,,terimak kasih" Ucap Widya langsung pergi.


"Masuklah nak Rika" Ucap Mirna.


"Terimah kasih oma,,,,," Jawab Rika langsung masuk dan duduk disamping Siska.


"Marsel dan Maxel tidak tau ini yaa Handika?" Tanya Mirna pada Handika.


"Marsel berada diluar kota sedangkan Maxel lagi mempimpin rapat pentingnya Tante" Ucap Santi.


"Dari mana kau tau?" Tanya Handika.


"Apa sih yang saya tidak tau" Ucap Santi dengan sombong.


crekkk


"Asaalamualaikum" Ucap Wijaya dan Mario.


"Waalaikum salam" Jawab semuanya dan dengan cepat Siska dan Amel berdiri dari duduknya.


"Opa duduklah disini" Ucap Siska.


"Terimah kasih cucuku" Jawabnya langsung duduk bersampingan dengan Mirna dan Rika.


"Bagaimana keadaannya?" Tanya Wijaya.


"Kata dokter dia sudah sangat baik dari seblumnya" Jawab Handika.


"Mario,,,,,apa kau tidak bekerja?" Tanya Santika.


"Ini sudah jam istirahat Bu,,,,sudah waktunya makan dan bersantai sedikit" Jawab Mario.


"Jadi Widya tadi berbohong,,,,katanya ada pasien diseblah kamar Mia" Ucap Santi.


"Dia bukan berbohong tapi dia malu,,,karena harus bergabung bersama kita disini" Ucap Santi.


"Kenapa harus malu,,,,,jutru dia harus bangga dong macari keturunan Wijaya" Ucap Ranti.


"Sudah cukup yaa,,,,,diantara kalian itu tidak akan ada yang mau mengalah"Ucap Wijaya.


"Apa kalian dengar itu" Lanjut lagi Handika.


"Siska Amel,,,,pergilah cari makan untuk kita semua" Ucap Lagi Handika.


"Biar Rika saja om,,,,biarkan mereka disini saja" Ucap Rika dengan berdiri.


"Tidak masalah,,,,mereka saja tidak juga berguna" Ucap Handika.


"Pergilah Rika,,,,dia bilang tidak berguna itu mengatai dirinya sendiri kalian berdua maklumi saja yaa" Ucap Ranti langsung mendapatkan tatapan tajam dari Handika.


"Baiklah tante,,,,biarkan kami ikut saja kak" Ucap Amel.


"Baiklah" Ucap Rika langsung pergi mencari makanan.


"Kau bilang saya tidak berguna?" Tanya Handika dengan tatapan tajamnya.


"Begitulah nyatanya,,,kita disini tidak berguna terkecuali Mario dan Suster,,,,apa kau bisa memeriksa atau memberikan obat pada Mia" Jawab Ranti.


"Mario cepat periksa kepala omamu" Ucap khawatir Handika.


"Hahahah,,,,Mario tidak tau mengenai kepala pa. Itu bukan besik saya" Ucap Mario dengan melihat lucu pada Handika.


"Mama istirahat dirumah saja yaa,,,Mia biar kami yang menjaganya" Ucap Santika.


"Apa kalian mau buat saya mati. Meninggalkan Mia sendiri disini itu seperti meninggalkan nyawaku disini"Ucap Mirna.


"Suamiku,,,,Marsel dan Maxel bagaimana. Apa mereka tidak bisa meninggalkan pekerjaan mereka demi melihat adiknya" Ucap Lagi Mirna kepada Wijaya.


"Kata dokter apa mengenai Mia?" Tanya Wijaya.


"Mia sudah lebih baik. Kita tinggal tunggu dia sadar saja" Jawab Mirna.


"Truss untuk apa Marsel dan Maxel kesini. Mereka juga bukan dokter atau perawat,,,bikin pengap saja jika ada mereka. Lagian setelah bekerja mereka bisa menemui Mia" Ucap Wijaya.


"Kenapa ribut sekali" Ucap Mia dengan suara serak. Membuat semuanya kaget dan berdiri mendekati ranjangnya.


"Mia,,,,sayang" Ucap Santika dengan mengelus kepalanya.


"Ibu,,,,,Mia dimana?" Ucap Mia.


"Kamu dirumah sakit sayang" Ucap Handika.


"Biar saya periksa yaa" Ucap Widya yang baru tiba. Membuat Mia membelalak melihat Widya.


"Kak Widya,,,,,disini juga" Ucap Mia.


"Iya sayang" Jawab Widya dengan memeriksa Mia.


"Kau sangat kuat,,,melawan semuanya. Tadi tubuhmu sangat syok sehingga sebagian organ tubuhmu banyak yang tidak berjalan secara normal. Tapi sekarang semua sudah kembali normal" Ucap Widya.


"Terimah kasih kak,,,,,pokoknya kaka terbaik de" Ucap Mia.


"Kalau begini Mia akan semangat untuk kerumah sakit" Ucap lagi Mia menghadap pada ibunya.


"Tapi jangan sakit lagi yaa" Ucap Santika.


"Iya bu" Jawab Mia.


Crekkk


"Assalamualaikum" Ucap kompak Siska Amel sama Rika.


"Waalaikum salam" Jawab semuanya.


"Mia,,,,akhirnya kau banguan juga. Bikin jantung saya copot aja" Ucap Siska.


"Apaan sih bikin malu saja" Ucap Amel dengan menyenggol lengan Siska.


"Makan sudah tiba,,,,waktunya makan siang" Ucap Rika.


"Kak Widya ikut makan siang bareng kita yaa" Ucap Mia.


"Maaf yaa sayang,,,,waktu makan siang kami sudah selesai. Saya harus bekerja. Makanlah agar kamu cepat beraktifitas lagi" Ucap Widya dengan memegang tangan Mia.


"Apa disini dipaksa untuk bekerja terus" Ucap Mia dengan memonyongkan bibirnya.


"Hahhah bukan begitu sayang,,,,,,dia itu seorang dokter banyak yang menunggunya diluar untuk diperiksa olehnya" Ucap Mario.


"Baiklah,,,,,tapi kakak harus kesini untuk memeriksaku" Ucap Mia.


"Tapi tugasku untuk memeriksamu sudah selesai,,,,,sekarang sudah bagian dokter Mario" Ucap Widya.


"Kenapa begitu?" Tanya Santika.


"Iya bu,,,,,jadi bagian kepala Mia sudah baik baik saja dan kembali normal tinggal tubunhnya Dokter Widya tidak akan mengerti jika memeriksa bagian dalam perut" Ucap Mario.


"Sudah yaa,,,,kita makan saja dulu" Ucap Santi membuat semuanya tertawa.


jangan lupa like komen dan vote yaa😍