Mia Ayunda

Mia Ayunda
Masalah baru



jangan lupanlike komen dan vote yaa teman teman yang banyak πŸ’œπŸ™


~


brukkkkkk ketiga gadis itu kaget karena meja mereka digebrak sama orang yang entah dari mana dan apa salah mereka.


Mia masih menatap orang tersebut, bingung kenapa dia menggebrak meja mereka. Ketiganya saling pandang ketiga kelihatan tidak tau siapa dia.


"Jadi kamu yang namanya Mia? "Ucapnya dengan nada tinggi.


"Iya kak" Jawab Mia.


"Gak usah sok polos" Ucapnya sambil menarik jilbab Mia. Mia meringis kesakitan mencoba untuk melepaskan tangan orang tersebut. Siska dan Amel melihat langsung membantu Mia.


"Maaf kak jangan macam macam" Ucap Amel yang masih sopan.


"Iya kak, salah Mia apa ya" Lanjut Siska. Mia masih pemperbaiki jilbanya.


"jauhi Raka jika hidupmu ingin tenang" Ucapnya.


"Apa hubunganmu jika saya dekat dengan Raka? "Tanya Mia. Yang tapkak sudah emosi.


"Hhahaha jadi gak tau kalau Raka itu cowo saya" Ucapnya dengan senyum licik. Mia membelalak mendengar itu.


"Anesa jangan berani kamu mendekati Mia" Ucap seorang laki laki didepan pintu kelas Mia. Semua yang berada dikelas merasa takut apalagi Raka sudah berada dikelas mereka.


"Jangan berani kau menyentuhnya Anesa" Lanjutnya lagi. Anesa merasa malu karena Raka membelah Mia. Anesa meninggalkan kelas Mia dengan kesal. Rak mendekati Mia, membelai lembut kepalanya, semua yang melihat itu melara iri dengan Mia, siapa coba yang tidak pengen dibelai sama cowo ganteng, Siska dan Amel pun merasa iri kepada Mia.


"Apa kau tidak apa apa? "Tanya Raka.


"Siapa dia?"Ucap Mia.


"Dia Anesa, semua juga tau kalau dia menyukaiku tapi ingatlah hanya kau yang saya inginkan" Ucapnya dengan memegang tangan Mia. Pipi Mia merona memerah, merasa malu dengan yang dilakukan Raka.


"Apa kau belum selesai? " Tanya Raka.


"Sudak kak" Jawab kompak Siska dan Amel. Mia dan Raka menoleh kedua sahabat Mia, Mia dan Raka senyum karena kekompakan mereka.


"Baiklah jika sudah selesai, mari makan siang perutku sudah sangat lapar" Ucap Raka dengan memegang tangannya.


"Mari" Jawab Mia.


Mia dan Raka keluar kelas menujuh kantin kampus yang diikuti Siska dan Amel dibelakang mereka, semua mata tertujuh pada pasangan baru itu, Raka yang menggandeng tangan Mia membuat seluruh mahasiswi itu terhadap Mia. Mia biasa saja ditatap banyak orang karena itu sudah menjadi malasah jika berpacaran dengan seorang Raka.


"Duduklah biar saya yang pesannkan kalian makan, kalian mau apa? " Tanya Raka.


"Saya nasi goreng"Ucap Siska.


"Saya juga kak" Lanjut Amel.


"Kau sayang" Tanyanya kepada Mia.


"Ah, saya mau bakso" Jawabnya.


"Baiklah tunggulah disini pesanan kalian akan datang okeyy" Ucap Raka sambil meninggalkan ketiga gadis itu.


"Saya ketoilet dulu ya" Ucap tiba tiba Mia.


"Apa mau saya antar?" Tanya Amel.


"Tidak perlu" Jawabnya sebari meninggalkan kedua sahabatnya.


Mia menujuh toilet yang tampak sangat sepi, Mia sedikit takut tapi sudah rasa kebelet sekali, Mia memberanikan diri untuk masuk memenuhi keinginannya. Tak lama masuk Mia berteriak histeris karena melihat kecoa. Mia pingsan dalam kamar mandi yang iya kunci.


Dikantin Raka sudah kembali dengan membawa makanan yang dipesan tadi, terlihat tidak ada Mia dimeja itu Raka bingung kemana Mi.


"Dimana Mia? "Tanya Raka kepada kedua orang itu.


"Ketoilet kak" Jawab kompak keduanya.


"Kalian ini selalu saja kompak, kapan? " Ucap Raka.


"Dari tadi sih kak, tapi Mia belum juga balik balik" Ucap Siska. Raka langsung kaget, pasti ada yang tidak beres menurutnya.


Ditoilet cewe itu terlihat sangat sunyi, tidak ada orang satupun, Raka ingin masuk hanya saja dia takut jika ada cewe didalam. Raka masih bingung ditempatnya, tidak lama ada cewe yang melintas didepannya dengan cepat Raka memberhentikan cewe ter sebut.


"Ah, bisa kau lihatkan Mia didalam" Ucapnya kepada mahasiswi tersebut.


"Mia Ayunda maksud kamu" Jawab Mahasiswi tersebut adalah teman sekelasnya Mia.


"Iya, sedari tadi dia belum keluar, saya takut dia kenapa kenapa didalam" Ucapnya.


"Baiklah tunggulah disini, saya akan mengeceknya" Jawabnya meninggalkan Raka.


Raka menunggu diluar dengan gelisa mahasiswi yang diperintahkan tadi tidak juga keluar.


"Kak Raka Mia pingsan didalam" Ucapnya dengan tergesah gesa. Mendengar itu Raka langsung masuk dalam toilet, untungnya tidak ada cewe didalamnya.


Mia tergelentang dilantai tidak menyadarkan diri, Raka yang melihat itu langsung memangkat tubuh mungil itu dan membawanya ke UKS.


Kabar pingsannya Mia tiba diteliga Handika, dengan cepat Handika menuju kampus Mia. Handika tampak takut karena pikirannya yang mulai kemana mana.


Raka membaringkan tubuh Mia diatas kasur yang Disediakan UKS, Mia ditemani oleh Raka Siska dan Amel, mereka sangat takut jika Handika menetahui ini bisa habis mereka akan kena marah Handika. Hp Amel bunyi terlihat nama Mario disana, Amel takut mengangkat panggilan itu, tetapi jika tidak menggangkat pasti Mario tambah marah. Siska mengangkat panggilan itu dan mengaktifkan speakernya.


"Assalamualaikum mel" Ucap Mario.


"Wa_alaikum salam bang" Jawab Amel dengan sedikit gemetar.


"Beri pelajaran kepada Anesa" Ucap Mario.


"Maksud abang, Anesa yang melakukan semua ini" Tanyanya dengan rasa takut.


"Ya, lakukan yang perintahkan. Ku matikan ya papa sudah tiba dikampus" Ucapnya langsung mematikan panggilannya. Amel Siska mendengar Handika sudah tiba, merasa takut mereka pasrah jika Handika memarahi kelalaian yang mereka buat.


"Dimana Mia Raka? " Tanya Handika kepada Raka.


"Ada didalam om" Jawab Raka dengan menunjuk arah pintu.


"Amel, Siska ceritakan bagaimana ini bisa terjadi" Ucapnya dengan melihat kedua gadis itu.


"Mia melihat kecoa dalam toilet om" Ucap Amel dengan sedikit gemetar.


"Apa kampus ini tidak menjamin kebersihannya" Tanya Handika.


"Kami juga tidak tau om" Jawab Siska.


"Bagaimana kondisi Mia Raka? " Tanya Handika.


"Kata dokter Mia hanya kaget dan takut saya om" Ucap Raka dengan santai sedangkan Amel dan Siska masih takut.


Handika masuk dalam ruangan Mia, Handika merasa sedih melihat putrinya terbaring tak menyadarkan diri, Handika duduk disamping ranjang Mia dan memengan tangannya.


"Bangunlah sayang, papa tidak sanggup melihatmu tak berdaya begini" Ucapnya dengan air mata yang mengalir. "Jangan tinggalka papa dengan cara seperti ini, papa bisa gila sayang" Lanjutnya lagi.


Tak lama Mia sadar melihat dimana dia berada dan melihat tangannya yang masih dipegang oleh Ayahnya. Handika tampak tertidur menunggu putrinya bangun


"Pa, papa" Ucap Mia dengan menggoyang tangannya. Siska melihat Mia sudah sadar, ia mendekati Mia dan Handika.


"Mi maafin kami yang tidak bisa menjagamu ya" Ucapnya dengan sedih.


"Sudahlah Sis ini bukan salah kalian" Jawabnya.


"Bangunkan papaku" Lanjutnya lagi,dengan cepat Siska memegang bahu Handika.


"Om, om Mia sudah sadar" Ucapnya dengan menguncang bahu Handika. Handika lansung bangun dan langsung membelai kepala Mia dengan lembut, Mia tersenyum.


"Apa kau sudah baik sayang" Ucapnya dengan lembut.


"Mia selalu baik pa, ini hanya kecerobohan Mia" Jawabnya dengan senyum.


"Siska saya sudah temukan pelakun_" Ucap Amel langsung menutup mulutnya karena Handika melihatnya, rasanya Amel menyesal yang tidak tau jika masih ada Handika dikamar Mia. Semua mata menunggu kelanjutan dari ucapan Amel.


jangan lupa like komen dan vote yang banyaknya biar saya lebih semangat lagiπŸ’œπŸ™