Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB8



Jangan lupa like dan vote yang banyaknya, biar saya lebih semangat lagi untuk melajutkan 💜🙏


~~


Pagi telah tiba matahari sudah naik dengan sempurnah terlihat Mia sudah bangun, Mia sedang berada didapur menyiapkan sarapan untuk Handika dan ke tiga sadarahnya.


Handika dan ketiga putranya masih dikamar masing masing mempersiapkam diri mereka untuk aktifitas hari ini. Maxel turun lebih dulu di meja makan, melihat Mia sudah mempersiapkan semuannya Maxel sangat bahagia.


"Selamat pagi sayangku" Ucap Maxel dari belakang Mia.


"Ihh abang kagetin Mia aja" Ucapnya.


"Apa kau yang memasak semua ini? " Tanyanya pada Mia. Maxel duduk dikursinnya.


"Seperti itu, dibantu juga sama pelayan lainnya bang" Jawabnya.


"Wah wah apa hari ini kita makan enak" Ucap Marsel dari belakang, Mia dan Maxel menoleh kearah suara.


"Tertu saja bang, semua Mia yang menyiapkan untuk kita" Ucap Maxel.


"Kau ini jika Mario tau kau yang melakukan semua ini dia akan menasehatimu pagi ini" Ucap Marsel dengan mencubit pipi Mia.


"Kenapa harus menasehatiku bang?" Bingung Mia.


"Ya menasehatimu, Mia sayang kamu itu jangan terlalu capek, nanti kalau kamu menggoreng trus kamu terkaget itu jadi bahaya untuk kesehatanmu sayang apa pembantu kurang untuk menyiapkan sarapan untuk kita" Ucap Marsel sambil ketawa, Maxel dan Mia ikut tertawa mendengar perkataan abang mereka.


"Ehmmmmm" Batuk Handika,semua hening karena suara batuk.


"Apa yang kalian ketawakan pagi pagi ini sayang" Ucapnya lagi.


"Tidak ada pa" Jawab Marsel.


Mario datang dengan tas ransel yang ia tenteng, Mario akan berangkat pagi ini setelah saralan.


"Selamat pagi semua" Ucapnya langsung duduk.


"Pagi nak" Jawab Handika.


"Pagi bang"Jawab Mia.


"Pagi dek, apa kau akan berangkat pagi ini" Tanya Maxel.


"Semangat ya de, semoga semuanya berjalan lancar" Ucap Marsel.


"Aamiin" Ucap serentak.


Semuanya fokus dengan makanan mereka, tidak ada percakapan apapun diantara mereka hanya suara sendok dan garpu yang berada di meja makan itu.


Bu Rina masuk menyampaikan jika ada Raka diluar sudah menunggu nyonya muda.


"Permisi nyonya, tuan Raka sudah menunggu diluar" Ucap Bu Rina.


"Kenapa tidak disuruh masuk" Ucap Handika.


"Maaf tuan, tuan Raka bilang dia menunggu diliar saja" Jawabnya.


"Baiklah sampaikan kedia saya akan datang" Ucapnya dengan menarik tisu untuk membersika bibirnya.


"Pa, bang Mia berangkat ya" Ucapnya dengan menyalami semuanya. Mia pergi meninggalkan mereka tetapi dia kembali lagi.


"Kenapa kembali lagi sayang?" Tanya Handika.


"Anu pa, Mia lupa mengucapkan hati hati pada bang Mario dan bang Maxel yang mau berangkat pagi ini" Ucapnya dengan duduk kembali dikursinya.


"Kau ini abang kira kamu kembali mau minta jajan" Ucap Marsel.


"Ihh abang, untuk abangku yang mau berangkat pagi ini hati hati dijalan kalau balik jangan lupa ole-ole, dan untuk abang tertuaku selamat menikmati liburannya. Ohh iya satu lagi kalain masih punya janji sama Mia" Ucapnya kepada mereka.


"Janji apa? " Tanya Mario.


"Ohh abangku ini sudah lupa biar Mia ingatkan, janji kalian adalah memberikan apapun yang Mia minta, bagaimana apa sudah ingat" Ucapnya lagi. Marsek hanya diam karena dia tau maksud Mia, Sedangkan yang lainnya menanggukan kepalanya.


"Katakan apa yang kau inginkan" Ucap Maxel.


"Janji itu akan Mia katakan jika kalian sudah diindonesia,Mia rasa cukup Mia berangkat Asaamualaikum". Ucapnya dengan menyalami semuanya. Handika dan ketiga putranya menatap aneh kepada tingkah aneh Mia.


Mia dan Raka telah meninggalkan kediaman Handika, mereka sudah berada dijalan menujuh kampus yang dibelakangannya diikuti dengan 2 mobil bodygard Handika.


***Jangan lupa like dan vote yang banyak yaa 💜🙏


ig_mazna syahdan***