
jangan lupa like komen dan vote yang banyaknya biar saya lebih semangat lagi๐๐
"Siska saya sudah temukan pelaku_" Ucap Amel langsung menutup mulutnya karena Handika melihatnya, rasanya Amel menyesal dengan ketidak tauannya jika masih ada Handika dikamar Mia. Semua mata menunggu kelanjutan dari ucapan Amel.
Raka muncul dari belakang Amel, melihat semua terjutu pada Amel, Raka bingung apa yang terjadi.
"Katakan siapa pelakunya" Ucan Handika, Amel bingung harus mengatakan atau tidak, jika dia mengatakan semuanya Mario akan marah padanya karena kecerobohannya tapi jika tidak mengatakan Handika akan memarahinya juga. "Amel,apa yang ingin kau katakan" Lanjut lagi Handika.
"A'anu om, maksud Amel itu"Ucap Amel sambil berpikir harus mengatakan apa. Hp Handika tiba tiba bunyi, Handika langsung mengambil hpnya dan keluar dari kamar Mia, Amel mengela napas dan membuang nafas dengan tenang.
"Amel siapa pelakunya" Tanya Siska dengan berbisik.
"Kak Anesa Si" Jawabnya sebari mendekati ranjang Mia. Raka melakukan hal yang sama mendekati Mia.
"Tenanglah biar saya yang mungurusnya saya pastikan dia tidak akan mengulangnya" Ucap Raka.
"Sudahlah tidak usah balas dendam, bang Mario sudah tau semua ini kan" Ucap Mia.
"Iya sudah Mi" Jawab Siska.
"Biar bang Mario yang melakukan balasan itu" Ucapnya. Handika datang menghampiri mereka.
"Raka kamu bisa antar Mia pulang kan" Ucap Handika sambil memegang bahu Raka.
"Bisa om" Jawabnya.
"Terimah kasih, sayang papa ada urusan mendadak dikantor apa kamu mau pulang dengan Raka?" Ucapnya dengan memegang kepala Mia.
"Iya pa" Jawab Mia.
"Baiklah om titip Mia, assalamualaikum" Ucapnya langsung meninggalkan mereka.
"Waalaikum salam" Jawab kompak semuanya dengan melihat Handika meninggalkan ruangan tersebut.
"Ayolah saya bosan tinggal disini" Ucap Mia sambil turun dari ranjang.
"Hati hati sayang" Ucap Raka memegang tangan Mia. Siska dan Amel saling pandang terseyum melihat pemandangan indah didepan mereka.
"Mia bang Mario memerintahkan kekami untuk menghukum Anesa" Ucap Amel.
"Sudahlah saya perintahkan kalian untuk tidak melakukan apapun" Ucapnya langsung meninggalkan kedua temannya. Siska dan Amel mengikuti perintah Mia, toh kalau bang Mario marah Mia akan menangani semuanya.
Raka dan yang lainnya berjalan menujuh parkiran, mata semua melirik mereka. Ada yang melihat iri dan ada yang merasa mereka pansangan yang cocok.
"Apa kalin akan ikut bersama kami" Tanya Raka kepada Siska dan Amel "Tentu saja tidak" Jawab kompak keduanya.
"kami jalannya, sampai jumpa besok" Ucap Mia langsung memasuki mobil.
"Hati hati dijalan Mia" Ucap Amel.
"Apa kalian masih mau berdiri disitu" Ucap Raka.
"Duluanlah" Jawab Amel.
Raka menyalakan mobilnya dan menginjak gas, mobil Raka meninggalkan kampus dengan kecepatan sedang, Raka melirik Mia yang hanya diam melihat arah jalan.
"Ku kira kau sudah tidak takut dengan kecoa" Ucap Raka memecahkan keheningan. Mia menoleh keRaka.
"Saya juga selalu cari cara untuk menghilangkan ketakutan ini" Jawabnya dengan melihat muka Raka.
"Biar kubantu" Ucap Raka.
"Bagaimana caranya" Tanyanya.
"Nanti jika sudah saatnya"
Mia tidak lagi menjawab Raka, Mia memandang jalan dengan tatapan kosongnya bingung kenapa dia harus takut sama makhluk kecil itu.
Mobil Raka telah tiba dirumah besar Handika, Raka memarkirkan mobilnya dan keluar untuk membukakan pintu untuk Mia. Setelah Mia keluar keduanya masuk dalam rumah, bu Rina langsung kedatangan mereka.
"selamat siang tuan muda dan nyonya muda" Ucap bu Rina.
"Selamat siang juga bi" Jawab Mia.
"Selamat siang bi, bi bantulah Mia kekamarnya tubuhnya sedikit lemah, istirahatlah dengan baik saya ada pekerjaan sebentar, setelah selesai bekerja saya akan kembali lagi disini" Ucapnya sambil memegang pipi Mia. Bu Rina senyum senyum melihat mereka.
"Terimah lasih sudah mengantarku pulang, hati hati dalam berkendaraan" Ucapnya dengan melepaskan tangan Raka dipipinya.
"Baiklah, assalamualaikum" Ucapnya langsung mengecup kening Mia. Mia yang mendapatkan kecupan itu langsung membelalak melihat kepergian Raka.
"Waalaikum salam" Ucap bu Rina menyadarkan Mia.
"Ah,, ayo bi" Ucapnya dengan merasa malu kepada Bu Rina.
Mia jalan menuju kamarnya dengan dituntun oleh Bu Rina, setelah tiba dikamar Mia langsung naik diatas ranjangnya untuk merebahkan tubuhnya.
Sedangkan Raka pergi menuju kanto Adijaya Grop karena ada pekerjaan yang telah menunggunya sedari tadi.
jangan lupa like komen dan vote yang banyak yaa teman teman๐๐