Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB7



Jangan lupa like dan vote yang banyak yaa 💜🙏


~


Semua telah selesai makan, Mia Marsel dan Maxel duduk diruang keluarga dengan menyalahkan televisi, sedangkan Mario pergi kekamarnya untuk mempersiapkan keberangkatannya besok pagi, sedangkan Handika pergi keruang kerjanya.


"Bagaimana kuliahmu sayang? " Tanya Maxel kepada Mia.


"Alhamdulillah lancar bang" Jawabnya dengan mata menatap tv.


"Abang dengar kemarin ada yang jadian ni" Ucap Maxel.


"Ah, abang mah" Jawabnya dengan malu.


"Serius, sama siapa sayang? "Tanya Marsel.


"Gak, bang Maxel bohong ko bang" Jawabnya.


"Ohh saya laporin ke Raka mau" Ledek Maxel.


"Bang maxellllllll" Teriak Mia.


Handika dan Mario keluar dari kamar dan ruangan kerja mereka masing masing, mereka terkejut dengan teriakan Mia.


"Ada apa sanyang kenapa teriak? " Tanya Handika dengan ngosngosan. Sedang Mario berdiri disamping mereka sama seperti Handika.


"Tidak ada apa apa pa" Jawab Maxel.


"Jangan teriak begitu, bikin jantung kita copot saja" Ucap Mario langsung meninggalkan mereka, sedangkan Marsel Mia dan Maxel menahan senyum mereka.


"Papa bisa stop jantung sayang" Ucap Handika dengan memegang dadanya.


"Maaf ya pa, Mia tidak sengaja" Ucapnya dengan memasang muka sedih.


"Iya tidak apa sayang" Ucapnya langsung meninggalkan mereka. Semuanya tertawa sejadi jadinya karena tingkah Mario dan Handika.


"Hahah Mia kekamar dulu ya bang" Ucap Mia masih tertawa.


"Maaf nyonya muda, tuang besar meminta nyonya untuk kekantornya" Ucap pelayan.


"Oh iya Mia akan kesana bi" Ucapnya dengan melangkah kekantor Handika.


"Kira kira papa panggil Mia apa ya bang? " Tanyanya ke Marsel.


"Abang juga tidak tau" Jawab Marsel.


^


"Papa panggil Mia" Ucapnya pada Handika, Handika langsung melihat kearah Mia.


"Kamu sudah disini sayang, duduklah dulu" Ucapnya dengan menunjuk kursi yang didepannya. Mia langsung duduk dan menghadap Handika.


"Begini sayang, papa sudah siapkan penjaga untuk menemani hari harimu mulai besok" Ucap Handika, Mia membelalak karena Mia tidak pernah suka jika ada yang mengikutinya.


"Tapi pa_" Ucapnya terpotong oleh Handika.


"Papa tidak terimah penolakan sayang, untuk keamaan kamu juga sayang" Ucapnya kepada Mia.


"Yaudah jika itu keputusan papa" Ucapnya langsung pergi.


"Maafkan papa sayng" Ucapnya dengan menatap kepergian Mia.


Mia keluar dengan kesal, Marsel dan Maxel menatap aneh Mia.


"Gak kenapa kok bang" Ucapnya langaung meninggalkan keduannya.


Mia naik diatas menuju kamar Mario, Mia mengetuk pintu kamar Mario.


Tokk tokkk Mario membuka pintu.


"Bang Mia mau masuk" Ucapnya langsung masuk tanpa menunggu jawaban Mario. Mario menatap aneh kepada Mia.


"Ada apa sih sayang" Ucap Mario.


"Papa melakukan penjagaan terang terangan untuk Mia bang" Ucapnya dengan kesal.


"Itukan bagus, apa yang kmu tidak suka coba"


"Ya abang, dengan penjagaan itu semuanya akan tau kalau Mia itu putri kecil dari Handika Wijaya" Jawabnya.


"Itu urusan abang, ikuti saja mau papa" Jawab Mario.


"Baiklah jika semua sudah abang kerjakan" Ucapnya.


"Sudah pergilah istirahat, jangan terlalu banyak pusing, abang juga mau istirahat" Ucap Mario.


"Baiklah dokter Mario" Jawabnya langsung meninggalkan kamar Mario.


^


Raka bingung harus menghubungi Mia atau tidak, Raka sebenarnya sudah rindu pada Mia tapj Raka takut kika menhubunginya bisa mengganggu istirahatnya.


dutt duttg getar hp Raka tanda pesan dari Mia.


#Mia


Mia:Assalamualaikum


Raka:waalaikum salam sayang


Mia:kenapa nda ada kabar


Raka:kamu rindu


Mia:ya gak


Raka:gimana kabar kamu?


Mia:udah baikkan kok


Raka:maaf yaa kemarin gak sempat jengukin kamu, ada pekerjaan luar kota mendadak sayang


Mia:gak papakok lagian saya juga sudah baikkan


Raka:sudah kamu istirahat ki, besok saya jemput ya


Mia:okeyy


Raka:assalamualaikum ukhti 😘


Mia:waalaikum salam akhi 😍


Mia meletalan hpnya diatas meja samping ranjangnya menarik selimut dan memejakan mata, Mia sangat bahagia karena bisa berkomunikaai dengan Raka.


Jangan lupa like dan vote yaa teman teman 💜🙏