
jangan lupa like komen dan voteđź’ť
~~
"Karena yang melukainya adalah cucu Tuan Ambrin" Jawab Santi,Mirna langsung syokk.
"Astaga kenapa saya bisa melupakan itu, cepat hubungi Handika jika Mia keluar dan mengemudi mobilnya sendiri, Biar saya yang menghubungi Wijaya" Ucap Mirna dengan kepanikannya, Santi menghubungi Handika sesuai perintah.
"Bang Handika tidak menjawab Tan, mungkin disana sedang sibuk dengan wisudah Raka" Ucap Santi setelah menghubungi Handika.
"Ohhh,,,,, astaga Wijaya juga sama, kenapa dengan mereka, semuanya tidak bisa dihubungi,,,, lakukan sesuatu Santi" Ucap Mirna dengan paniknya.
"Tante tenang yaa, biar saya hubunhi orang orangku dulu" Ucap Santi.
"Iya ma, mama tidak boleh terlalu stress" Timpal Rere.
"Sudah saya hubungi orang kepercayaanku tan, kita tunggu kabar kemana tujuan Mia" Ucap Santi menenangkan Mirna.
"Baiklah, saya belum tau banyak mengenai siapa yang paling dipercaya disini, makanya saya tidak tau harus menghubungi siapa" Ucap sedih Mirna.
"Mama tenanglah, tidak baik untuk kesehatan mama" Ucap Rere.
duttt duttt
"Siapa?" Tanya Mirna kepada Santi.
"Orangku tan" Ucapnya dengan berdiri mengangkat panggilan itu.
"Mama tenang yaa, tidak akan terjadi apa apa" Ucap Rere masih menenangkan mertuanya.
Dimobil Mia.
Didalam mobil hanyalah keheningan, Mia memberanikan diri untuk mengemudi mobilnya tanpa ada supir yang mengantarnya, Mia juga tau ini pasti akan menjadi masalah besar jika Handika dan Wijaya tau.
Mobil Mia menujuh Kampus, tetapi mobilnya terhentikan karena ada dua orang yang menghadangnya. Dengan perasaan takut dan nekat Mia beranikan diri untuk membuka pintu mobilnya.
"Kalian Siapa?" Tanya Mia dengan sedikit takut.
"Keluarlah nona, biarkan saya yang mengemudi mobil anda, ini perintah dari tuan muda Marsel" Ucap seorang laki laki kekar tinggi itu.
"Bang Marsel, katakan padanya saya hanya ingin sendiri" Ucap Mia.
"Maaf nona, tuan mudah bilang jika anda membanta kami akan memaksa sekalipun itu dengan kekerasan" Ucapnya.
"kekerasan, ini pasti bohong. bang Marsel tidak mungkin melakukan ini pada saya" Batin Mia.
"Minghirlah, tidak perluh berbohong Abangku Marsel tidak akan memerintahkanmu begitu" Ucap Mia dengan menutup pintu mobilnya tetapi dengan cepat Lelaki itu menahanya tingkah Mia.
"Ikutlah bersama kami, karena anda tidak mau dengan cara lembut makan kami akan melakukannya dengan cara kasar" Ucapnya dengan menarik paksa tubuh Mia dan keluar dari mobil, langsung masuk kemobil mereka.
"Duduk dengan tenang, ini perintah" Ucapnya lagi dengan mengemudikan mobilnya.
"Tapi kalian ini siapa, siapa yang menyuruh kalian melakukan itu" Ucap Mia dengan berusaha melepaskan tangannya yang dipegang oleh salah satu penjahat itu.
"Ternyata kau cerewet juga nona, tampangmu saja seperti pendiam" Jawab penjahat itu dengan tertawa.
"Tolong, kalian akan celaka jika papaku tau ini" Ucap Mia dengan menangis.
"Hahahahahahahah, kau ini terlalu manja nona" Ucap penjahat itu.
Mereka sudah membuat ponsel Mia mati agar tidak ada yang bisa melihat keberadaan Mia, mereka telah berada ditempat yang sunyi.
"Kita dimana, lepaskan saya. Apa kalian sudah ilang akal" Ucap Mia dengan takut.
"Hahahahah Kami sengaja tidak menutup matamu, agar kau merasa takut sejak sekarang" Ucap Pengemudi itu.
"Kalian ini suruhan siapa ha" Ucap Mia.
"Tidak usah banyak bicara nona, tidak lama lagi kau akan tau siapa yang menyuruh kami" Ucap penjahat itu.
Mereka telah tiba digedung tua itu, Mia yang baru saja kesitu sangat takut, terlihat banyak penjaga yang menjaga gedung itu. Mia diseret ditarik paksa oleh penjaga yang membawanya.
"Masuklah, kau telah ditunggu" Ucap seorang pelayan perempuan dengan sangat lembut.
"Kenapa kalian berubah menkadi lembut, siapa yang berani memerintahkan kalian untuk menyeretku kesini" Ucap Mia dengan rasa takut.
"Maaf nona, jika mereka tadi membuat nona takut, tapi jika tidak dipaksa nona tidak akan kesini" Ucap Pelayan perempuan itu.
clekkkkkk
"Masuklah, kau sudah ditunggu dan sekarang sudah waktunya" Ucap pelayan itu dengan memberikan hormat.
"Aneh, tadi mereka sangat kasar padaku, sekarang pake acara hormat segala" Gerutuh Mia dengan memasuki ruangan yang sangat gelap itu.
"Astaga, tolong. Mia takut kenapa kalian begini padaku. Siapa sebenarnya yang berani memerintah kan kalian untuk menyeretku kemari.Hiks hikss. Apa kalian tidak tau siapa ak_" Ucapnya terpotong.
"Kita semua tau kalau adalah cucu dariborang hebat" Ucap seorang wanita seraya lampu menyalah.
jangan lupa like komen dan voteđź’ť
follow juga ig saya @maznasyahdan