
~
"Nyonya,,,,Nya,, Tuan tuan" Teriak Bi Rina dari arah dapur.
"Ada apa bi,,,kenapa teriak teriak" Ucap Santika yang datang dengan kepanikannya.
"Lihatlah ini Nya" Tunjuk Rina kearah kaca yang pincah hancur.
"Astaga,,,,siapa yang melakukan ini. Tenang yaa jangan terlalu panik biar saya panggil tukang untuk memperbaikinya"Ucap Santika yang berusaha tenang.
"Ada apa Santika?" Tanya Mirna.
"Kaca jendela picah ma" Jawab Santika lalu duduk kembali.
"Rika sayang,,,kau harus penuh hati hati sayang terlalu banyak yang membenci kita" Ucap Wijaya.
"Selamat sore semuanya" Ucap Harrys dari arah pintu.
"Kau dari mana saja ha?" Tanya Mirna.
"Dari rumah,,,,rasanya mama dan papa harus tinggal dirumah baruku itu" Ucap Harris langsung duduk disamping Rika.
"Bagaimana kabar cucuku ha" Lanjutnya lagi dengan menatap Rika.
"Alhamdulillah sangat baik paman" Jawab Rika mengelus perutnya.
"Bagaimana ma pa,,,,saya juga kesini untuk menjemput kalian" Ucap Harris.
"Tidak ada yang boleh keluar rumahku,,,,apapun itu" Ketus Handika dari arah taman.
"Yeee bang,,,,bagaimana sih sudah perjanjiannya begitu" Sedih Harris.
"Yaa sudah karena bukan begini" Jawab asal Handika.
"Ma Pa ikut gue kan,,,,,plisss yaaa" Ucap Harris bermohon pada Wijaya dan Mirna.
"Rika kekamar dulu yaa" Izin Rika lalu mendapatkan anggukan dari semuanya.
"Hati hati yaaa sayang" Ucap Santika.
"Kami akan ikut tapi kalau cicit kami lahiran kami harus kembali lagi disini" Ucap Mirna.
"Iya tidak apa apa" Jawab Harris.
"Tapi ma pa" Ucap Handika.
"Biasanya juga kau mengalah,,,,kenapa sekarang kau yang paling manja haaa" Ucap Mirna.
"Baiklah,,,lagian Rika sudah mau masuk bulan lahirannya" Ucap Handika.
"Assalamualaikum" Ucap Mario.
"Waalaikum salam" Jawab semuanya.
"Lagi rame yaaa" Ucap Mario juga ikut bergabung duduk bersama petua itu.
"Nak Mario,,,,bagaimana jika kau juga harus menikah" Ucap Wijaya tiba tiba membiat Mario dan yang lainnya kaget.
"Maksud papa gimana,,,,Maxelkan belum nikah pa" Ucap Santika.
"Iya,,,lagian Mario juga tidak kebeletkan nak" Ucap Handika.
"Kalian ini,,,,biarkan saja mereka menikah satu pelaminan dengan Maxel" Ucap Wijaya.
"Wah,,,,seru tuh" Ucap Maxel dari arah pintu yang juga baru pulang ngantor.
"Tuh,,,Maxel saja tidak keberatan" Ucap Wijaya.
"Iya opa,,,gue sih yes kalau satu pelamianan" Ucap Maxel.
"Gimana sayang,,,apa kau tidak keberatan?" Tanya Santika pada Mario.
"Kalau itu yang terbaik kenapa tidak bu,,,,biar saya tanyakan dulu pada Widya" Jawab Mario.
"Tanyakanlah pada adik iparku itu,,,,katakan saja kalau keluarga kita sudah tidak sabar memiliki menantu sekaligus 2" Lanjut lagi Maxel.
"Sudah kalian berdua pergilah bersih bersih sudah mau sholat magrib ini" Ucap Mirna mengingatkan semuanya.
"Harris pulang deh,,,,mama papa ikutkan" Ucap Harris.
"Pulanglah leboh dulu,,,setelah isa kami akan kerumahmu"Ucap Mirna.
"Sama sama saja yaaa" Sedih Harris.
"Sudah mau magrib,,,pulanglah lebih dulu jangan terlalu sering tinggalkan anak dan istrimu dirumah" Ucap Wijaya membuat Harris langsung pergi tanpa basa basi.
"Anak itu terlalu manja" Ucap Handika.
"Kau juga harus bersiap sholat magrib" Ucap Santika.
"Iya sayangku" Jawab Handika.
Dikorea.
Mia dan yang lainnya sedang jalan jalan mengelilingi kota seoul,,,kebahagiaan yang terpancar diwajah mereka sangat terlihat jelas oleh mata Raka.
Raka memantau mereka dari arah jauh,,,rasanya dia ingin mendekat dan memberikan kejutan pada Mia tapi masih belun saatnya menurutnya.
Mereka sekarang berada di Narka Part bersenang senang dan juga menikmati jajanan khas korea.
dutttt duttt
"Mami" Guman Amel.
#Mami
"Assalamualaikum Mi" Ucap Amel.
"Waalaikun salam sayang,,,apa kau lagi diapartemen?" Tanya Riri(mama Amel).
"Amel ada dikorea Mi" Jawab Amel.
"Sayang mami dan papi ada diindonesia bagaimana ceritanya kau disitu,,,bukannya kau bilang kau mau menikah" Ucap Riri.
"Kenapa sangat cepat mi,,,bukannya minggu depan baru ketanah air" Panik Amel.
"Seharusnya begitu,,,kau kan tau mami dan papi sangat sibuk dan minggu ini baru ada kesempatan. Cepat kembali atau kau akan tidak akan jadi menikah" Ucap Riri langsung mematikan panggilannya.
"Mami,,,Mami mi" Kesal Amel,,Mia dan yang lainnya memperhayikan Amel.
"Kenapa Mel?" Tanya Mia.
"Mami dan Papi sudah ditanah air" Sedih Amel.
"Bagus dong,,,,kenapa jadi kusut gitu" Timpal Siska.
"Gimana tidak mau kusut sih,,,,kata mami gue harus balik malam ini karena jika tidak berarti gue ga bakalan dinikahkan" Ucap Amel mulai kesal.
"Lah kenapa jadi gitu" Ucap Jori yang sudah mulai biasa.
"Yaa karena bukan gini" Janda Siska.
"Ya sudah kita balik malam ini" Ucap Mia membuat semuanya kaget.
"Mia loo gila apa,,,,ini juga sudah jam berapa. Tunggu pagi dulu kali" Kelu Siska.
"Jangan banyak protes" Ucap Mia lalu pergi.
bruukkkkkk.
"Punya mata gak sih" Kesal Mia dan mengambil tas dan melihat kerah atas,,,yang benar saja dia sangat kaget melihat orang yang ada didepannya.
jangan lupa like komen dan sertakan VOTE terimah kasih masih stay at Novel,,,,,silahkan tinggalman jejak baca kalian🌹💜