
jangan lupa like komen dan vote yaa😍
~~
"Tante,,,,disini" Teriak Amel dan melambaikan tangan kepada Santika dan yang lainnya.
"Mia,,,,Mia dimana?" Tanya Santika.
"Ada diruang UGD tante,,,,Maafin kami yaa tidak bisa menjaga Mia" Ucap Siska dengan muka bermohon.
"Sudah ini bukan salah kalian,,,tante sudah tau semua ceritanya. Mari kita kedalam" Ucap Santika,,,mereka semua langsung berjalan menuju ruang UGD.
"Handika,,,,bagaimana keadaan cucuku?" Tanya Mirna pada saat tiba didepan ruang UGD.
"Belum ada kabar dari Mario ma" Jawab Handika.
crekkkk.
"Pa,,Ibu Oma dan tanteku Mia tidak apa apa hanya sedikit syok saja" Ucap Mario pada saat membuka pintu.
"Terimah kasih anakku" Ucap Santika.
"Sudah tugas kami,,,,,suster akan membawanya diruang inap,,,jadi kalian bisa istirahat juga disana" Ucap Mario.
"Suster,,,,bawa Mia diruang inap yaa" Perintah Mario dan mereka langsing melaksanakan perintah tersebut.
Terlihat ada Mia yang masih belum sadar,,tertidur dengan sedunya didorong oleh suster.
"Siska,,Amel kalian belum aman yaa" Ucap Handika pada kedua teman Mia.
"Yaa masih epes yaa hidup kita" Bisik Amel pada Siska. Siska hanya menganggkukan kepalanya.
Semuanua sudah tiba diruang inap Mia,,Santika duduk disamping ranjang Mia menatap putrinya yang belum juga bangun itu.
"Santika Amel,,,kenapa kalian tidak periksa dulu ruangan kelas kalian ha" Ucap Handika penuh introgasi.
"Handika,,,,tidak perlu memarahi mereka,,,jika mereka tau tidak akan terjadi seperti ini" Ucap Mirna.
"Iya Dika,,,,kenapa kau menyalahkan mereka" Lanjut Ranti.
"Jawab Siska Amel,,,,,,membelaan untuk kalian tidak akan merubah pertanyaanku" Ucap Handika dengan menatap tajam.
"Agh,,,,,,anu om,,,jadi begini ceritanya" Ucap Amel dengan berpikir.
"Pada saat kita menuju kelas,,,Mia jalan lebih dulu makanya kami juga tidak tau kalau dibangku Mia ada bunga" Lanjut Siska.
"Siapa yang menaruh bunga itu?" Ucap Santi.
"Bima tante,,,,dia pengemar Mia. Dia tidak tau kalau Mia phobia sama bunga" Jawab Amel.
"Kenapa dia bisa tidak tau,,,,kabar Mia phobi atau tidak suka sama sesuatu itu sudah disebar luaskan" Ucap Handika.
"Saya yanh sembunyikan itu semua,,,,,orang orang tidak boleh tau kelemahan putri kita. Jika semua tau apa kelemahan Mia mereka juga akan gampang mengalahkanmu karena kelemahanmu adalah Mia" Ucap Santika.
"Iya juga sih" Lanjut lagi Ranti.
"Sudahlah,,,,,,untuk kesalahan kali ini kalian masih om maafkan. Perintahku beri pelajaran untuk yang bernama Bima itu" Ucap Handika.
"Siap om" Ucap kompak keduanya dengan memberi hormat.
"Kalian sangat lucu" Ucap Mirna.
"Terimah kasih oma" Ucap lagi keduang dengan sok manisnya.
crekkk
"Assalamualaikum" Ucap Widya dengan membuka pintu.
"Waalaikum salam" Jawab semuanya.
"Maaf saya mau memeriksa pasien" Ucap Widya dengan sedikit menunduk.
"Masuklah calom menantuku" Ucap Mirna,,membuat Widya malu.
"Kau sangat cantik sayang,,,,,berikan yang terbaik yaa untuk putriku" Ucap Santika pada Widya.
"In saya Allah Nyonya" Ucap Widya dengan memeriksa Mia.
"Hmmm,,,,,kayaknya sudah direstui nih" Ucap Siska.
"Siska,,,,,jangan beguti" Ucap Santi.
"Maaf tanteku" Jawabnya dengan senyumnya.
"Mia sudah sangat baik,,,,,kita tinggal tunggu dia sadar. Nanti akan ada suster yang menyuntiknya untuk memberi obat pulih" Ucap Widya.
"Terimah kasih nak,,,,,apa kau ada pekerjaan setelah ini?"Tanya Santika.
"Ada pasien diseblah ini Nyonya,,,,tapi apa yang bisa saya bantu?" Tanya Widya dengan gugup.
"Kerjakan dulu tugasmu,,,,sebentar malam kita makan malam bersama apa kau mau" Ucap Santika.
"Sangat lancang jika saya menolak itu,,,,,tapi saya juga sangat menghargai perasaan bang Marsel nyonya,,,sebelum kekasihnya maka tidak akan pernah kakiku menginjak Rumah Nyonya,,,,Maaf" Ucap Widya penuh hati hati.
"Tapi Amel sering keluar masuk,,,,berarti kau tidak kasihan sama bang Marsel" Timpal Siska dengan menyenggol tangan Amel. Amel dibuat salah tingka.
"Itu bedah,,,,Amel adalah sahabat Mia yang jadi keuntungannya dia kekasih Maxel jadi itu tidak masalah" Ucap Widya.
"Baiklah sayang,,,,,saya juga tidak akan makan bersama sama siapapun terkecuali sama kekasih Marsel dulu" Ucap Santika.
"Assalamualaiku" Ucap seseorang dibalik pintu membuat menoleh kepadanya.
jangan lupa like komen dan vote😍