Let's, Divorce

Let's, Divorce
part 95



🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Aku belum mengucapkan selamat padamu, Andra." Haura yang datang tiba-tiba langsung mengulurkan tangannya di hadapan Sang Mantan kekasih yang sedang bertukar pesan dengan Bunda untuk menanyakan kabara Viana.


"Terimakasih, Ra." Andra hanya membalas dengan senyuman tapi tidak dengan sentuhan hingga Haura menarik tangannya lagi. Harusnya ia ingat jika Andra memang sejak dulu tak pernah sembarangan berjabat tangan apalagi dengan wanita, Haura sepertinya lupa jika ia kini termasuk jejeran orang yang bukan siapa-siapa lagi bagi Putra bungsu Bramasta.


"Sama sama, anakmu apa? laki-laki atau perempuan?" tanya Haura, ia masih berdiri karna memang tak di persilahkan untuk duduk.


"Laki-laki," jawab Andra singkat jelas dan padat.


Suasana hatinya yang sedang sangat kacau membuat pria itu tak butuh teman bicara, otaknya sudah sangat penuh dengan Viana dan Pangeran putra pertamanya yang sangat lucu jika sedang tersenyum, ia seolah paham jika Andra sedang memberi pengertian untuk sabar di gandong dan susui oleh Mommynya. Ia berjanji dan masih berusaha untuk terus melakukan yang terbaik bagi anak dan Istrinya.


"Hem, dapet saingan dong," ledek Haura yang menang tak tahu apa-apa tentang yang terjadi pada Viana, niat hati ingin mencairkan suasana dan mencari bahan obrolan nyata ia justru di tinggalkan.


"Aku pamit ya, Ra."


Andra yang bangun dari duduk langsung bergegas keluar dari kelasnya, kini tujuannya tentu hanya ke rumah Ayah mertuanya tempat ia tinggal entah sampai kapan.


Selama di perjalanan, ia tetap fokus pada apa yang ada di depannya. Andra tak ingin gegabah atau ugal ugalan karna ada dua orang yang sedang sangat butuh perhatian dan pelukannya.


.


.


Sampai di rumah, Andra langsung naik ke lantai dua. Disana ia bertemu dengan Bunda yang baru saja keluar dari kamar Viana sambil membawa nampan berisi makanan yang seperti belum tersentuh.


"Baguslah kamu sudah pulang, Via belum mau makan," ucap Bunda yang terlihat sedih dan cemas.


"Coba nanti biar Andra yang suapin ya, Bun."


Bunda hanya mengangguk lalu tersenyum, ia membiarkan Andra masuk kedalam Viana.


Cek kek


Dengan langkah pelan, Andra menghampiri istrinya yang sedang meringkuk di atas ranjang. Meski ia rindu putranya tapi yang lebih dulu di datangi tentu Viana, ia tak ingin dalam keadaan yang sudah kacau ini justru menambah sedih perasaan wanita itu. Viana masih menjadi prioritas bagi Andra, ia tak boleh di abaikan dan merasa tak lagi di butuhkan, itu semua demi bisa manjaga perasaannya pada anak yang sampai sekarang belum ia urus dengan tangannya sendiri.


"Belum makan ya, Vi?" tanya Andra yang sengaja memeluk dari belakang.


"Dia tadi pipis, kasurnya basah semua," adunya langsung pada Sang Suami.


"Bunda, aku takut."


"Pelan-pelan, kan pakai perasaan. Kamu kan sayang Pangeran," ujar Andra terus mengingatkan.


Viana membalikkan badan, kini pasangan suami istri itu sudah saling berhadapan, Andra menghapus sisa air mata di wajah yang masih terlihat cantik itu meskipun berantakan.


"Dia lucu, suka senyum-senyum sambil lidahnya keluar sedikit."


"Suka?" tanya Andra.


Viana hanya diam, ia tak tahu harus bagaimana pada bayi mungil itu yang jelas Viana hanya takut tak bisa mengurusnya dan cemas karna sesuatu bisa saja terjadi nanti. Ia belum siap di salahkan atas segala ketidak becusannya merawat Pangeran.


Siapapun pasti peka dengan apa yang dirasakan oleh Viana meski hanya lewat tatapan matanya saja, wanita benar benar terlihat sedih dan kebingungan sendiri.


Andra bangun dari tidurnya lalu bergegas menuju box bayi dimana Pangeran kini tidur, ia ambil malaikat kecilnya itu dan di tidurkan lagi di sisi Viana.


"Mau apa?"


"Memang kamu gak mau lihat?" Andra balik bertanya sambil tersenyum, ia yang menunggu jawaban harus kecewa karena Viana tak lagi bicara.


"Aku mau ganti baju dulu, kamu jagain Pangeran ya," titah Andra yang kembali hendak turun dari ranjang namun di cegah oleh Viana.


"Kamu mau kemana? kalau dia nangis gimana?" tanya Viana yang panik.


"Kamu gendong, kamu usapin sambil di bisikin ke telinganya," jawab Andra yang berusaha mendekatkan Viana pada putra mereka.


"Bisikin apa?"


.


.


.


Mommy sayang Pangeran...