Let's, Divorce

Let's, Divorce
Part 140



🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Meski nyatanya mood Viana sedikit terganggu tapi itu tak membuat liburannya berakhir sia-sia. Mereka tetap mendatangi semua tempat wisata sambil mencicipi banyak makanan sesuai rencana awal keduanya hari ini.


"Buka mulutmu," titah Viana saat menyodorkan sendok ke hadapan mulut suaminya.


"Aku kenyang, Mom."


Sambil menyelam minum air, itulah yang di lakukan oleh Viana, ia yang sedikit masih cemburu sambil melayangkan aksi dendam dengan mengerjai Andra habis habisan.


"Enak loh, manis banget. Semanis kenangan Mantan," kekeh Viana yang langsung mendapat cibira dari pria halalnya.


"Cie yang sirik gak punya mantan, kasian banget sih," balas Andra dengan bangganya karna menjadi yang pertama bagi sang istri.


"Andraaaaaaaaaaaaa!" teriak Viana kesakitan campur malu.


Habislah sudah tubuh pria itu sekarang yang sedang di pukuli, di gigit bahkan di cubit. Berhubung mereka ada di dalam mobil jadi hanya kepasrahan yang bisa di lakukan Andra.


"Udah, Mom. Sakit banget ini tuh," mohon Andra yang kini sudah sangat berantakan karna keganasan Viana.


Bagai bom waktu sejak tadi, akhirnya meledak juga saat ini, itulah gambaran perasaan wanita yang menyandang status ibu satu anak.


"Biarin gak punya Mantan, pacaran kan dosa. Apalagi beda agama!" cetus Viana tak mau kalah.


Kini, Andra tak pernah marah jika sedang di sindir hal seperti itu, ia malah akan tertawa karna saking gemasnya melihat kedua pipi wanita itu yang mengembung mirip Pangeran.


Tok... tok.. tok...


Keduanya langsung menoleh saat kaca mobil di ketuk oleh dua orang pria berseragam keamanan daerah tempat tersebut.


"Ada apa, Dadd?" tanya Viana mulai panik dan takut.


"Hem, gak tau aku juga," jawab Andra yang tak kalah paniknya.


"Iya, Pak, ada apa ya?" tanya Andra yang tak paham karna seingatnya ia sedang tak melakukan kesalahan apapun termasuk letak parkir kendaraannya saat ini.


Namun, bukannya menjawab pertanyaan, kedua pria itu malah menatap penuh curiga kearah Andra. Bagaimana tak curiga jika tampilan putra bungsu Bramasta itu memang berantakan. Meski nyatanya Viana kini sedang duduk manis di kursi penumpang. Ia yang sesekali membersihan sedikit kebasahan di celana tepatnya di bagian pada membuar petugas keamanan itu saling pandang.


"Pak, mohon maaf, ada apa ya?" tanya Andra mengulang lagi pertanyaan yang belum di jawab.


"Begini, Mas.Boleh liat KTPnya?" pinta salah satu dari dua pria di depan Andra saat ini.


"Boleh, tunggu sebentar." Andra lansung meraih dompetnya di saku celana, ia ambil satu benda kecil berwarna biru lalu di serahkan pada petugas keamanan.


"Punya Mbaknya juga ya," pintanya lagi pada Viana.


Hal yang sama pun di lakukan wanita itu, Viana mengambil kartu Tanda penduduknya di dalam dompet yang ia ambil dari tas yang tersimpan di kursi belakang.


"Ini, Pak," ujar Viana tanpa keluar sama sekali dan raut wajah takut jelas sangat terlihat dan itulah yang kini membuat Andra kesal.


"Status kalian sama-sama sudah menikah?" tanya Pria yang tubuhnya jauh lebih berisi.


"Iya, kami pasangan suami istri yang HALAL menurut agama dan negara," jawab Andra ketus, rasanya ia paham maksud sebuah teguran yang ia alami saat ini.


"Baiklah, mohon maaf. Tadi kami hanya sedikit curiga saja, Mas."


.


.


.


Curiga? kalian curiga karna melihat mobil saya bergoyang, iya?!