Let's, Divorce

Let's, Divorce
Part 122



🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Satu hari di kampus yang melelahkan kini sudah berakhir, Andra langsung mengulurkan tangannya pada Viana yang masih duduk dan membereskan barang. Hampir semua mahasiswa dan mahasiswi disana tahu jika mereka adalah pasangan suami istri yang sah dan juga punya satu anak, ada sebagian teman dari SMA tentu sangat kaget saat tahu hubungan status mereka saat ini meski selentingan itu jelas sudah santer terdengar tapi tetap saja tak menyangka di tambah Andra yang sedang menjalin kasih bersama dengan Haura.


"Kita langsung pulang, tapi makan di luar dulu ya sama Pangeran," ucap Andra yang hanya di iyakan dengan anggukan kepala.


Keduanya berjalan bergandengan tangan seperti biasa menunju parkiran mobil, Andra dan Viana sesekali berhenti untuk menyapa atau menjawab teman yang mereka kenal, mengobrol sebentar atau sedikit melempar candaan. Andra yang memang mudah bergaul banyak memiliki teman meski tak ada yang cukup dekat dengannya, sebab bagi pria itu semua orang sama saja tak ada yang di bedakan.


Sudah ada di parkiran, Andra pun langsung membuka pintu mobil mewahnya, itu tak aneh mengingat ia adalah putra bungsu keluarga Bramasta.


Kendaraan itu langsung melesat kencang dengan kecepatan lumayan tinggi, tapi anehnya Viana tak pernah protes. Wanita cantik itu seolah percaya jika ia akan selalu aman bersama suaminya.


.


.


.


Andra yang sudah bilang pada Mami jika akan langsung pulang sore nyatanya sudah di tunggu di teras depan. Pangeran yang sudah rapih dan wangi siap di ajak jalan-jalan keliling Mall meski dengan alasan ingin membeli susu, padahal stok minuman kesukaan Si Endut masih ada beberapa yang belum di buka, tapi demi membuat Viana tersenyum, Andra pun rela melakukan apa saja.


"Udah mamam belum ini Pangerannya Mommy?" tanya Viana pada putranya yang duduk di pangkuan.


Dah..


"Sama apa?"


Bubuh..


"Bubuh ayam apa bubuh sapi?" tanya Andra.


Apiiih..


"Oh, bukan ayam ya?" ledek pria itu sambil tertawa.


Perjalanan yang di lewati sambil mengobrol itu nyatanya membuat perjalanan cepat sampai. Pangeran langsung di ambil alih oleh Andra karna Viana tak kuat menggendong anak itu lebih dari satu jam.


"Ke Mall mau beli apa?" tanya Andra yang sudah berjalan masuk kedalam gedung pusat perbelanjaan mewah tersebut.


Ucu..


"Gimana belinya?"


Byiiiiii, ucu.


Viana dan Andra pun kembali tertawa tapi kali ini pria itu sambil menciumi pipi gembul putra mereka yang tersenyum.


"Wah, matanya ilang."


Pangeran yang di dudukkan diatas trolley belanja nampak lebih senang, ia berkali-kali bertepuk tangan karna sembari mengajak bermain Pangeran selama Viana sibuk memilah dan memilih banyak barang untuk di beli, tak hanya susi tapi beberapa cemilan kesukaan mereka.


"Beli apa lagi ya? kamu mau beli apa, Dadd?" tanya Viana yang berjalan lebih dulu dengan pandangan terus kearah rak rak aneka makanan.


Tak ada jawaban dari Sang suami membuat wanita itu langsung menoleh kearah belakang.


"Kamu mau beli apa? aku udah laper nih." Viana mengulang pertanyaan dengan nada sedikit kesal.


.


.


.


Beli balon yuk, Mom.