Let's, Divorce

Let's, Divorce
Part 112



🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Cukup lama pasangan Andra dan Viana menemani Farah di rumahnya hingga akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, hari tak lagi sore bahkan sudah petang dan hampir malam


Viana yang gelisah karna Pangeran takut mencarinya pun terus di tenangkan oleh Sang suami.


"Mau beli ice cream, coklat, Cemilan cepuluh cebelas?" goda Andra saat di perjalanan.


"Aku mau anakku!" jawab Viana sedikit ketus.


Andai Farah tak sendiri, ia pasti sudah meminta pulang saat matahari masih terang di langit. Tapi, jadi Farah yang sendiri di dalam rumah tanpa teman seperti itupun tak mudah, jadi Viana mau tak mau mengalah hari ini meski harus mengorbankan harinya bersama Sang Pangeran.


"Mau sampai di tutupin kaya gini? perutnya udah besar loh," tanya Viana yanh juga ikut khawatir.


"Entah, Farah akan bicara pada Dhani atau papanya dulu sepertinya ia juga masih bingung," jawab Andra yang tak bisa memastikan.


Viana diam, ia juga tak bisa mendesak Farah untuk cepat-cepat jujur meski itu harus ia lakukan tapi jika terlalu di paksa mereka hanya takut gadis itu tertekan dan bisa berakibat fatal pada bayinya juga.


"Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya, aku yang hamil bersuami pun dulu rasanya sangat berat karna banyak yang di pikirkan apalagi jika menjadi Farah? tapi aku yakin dia kuat dan hebat."


"Terimakasih, Sayang. Aku mencintaimu," balas Andra yang sekilas mencium punggung tangan istrinya itu.


"Sesekali kita bisa temani Farah, ajak Pangeran juga agar dia tak kesepian, bagaimana?" tanya Andra yang tak ingin ada kesalah pahaman di kemudian hari jika Si adik sepupu meminta pertolongan lagi nanti.


"Hem, kita cari waktu lagi nanti," jawab Viana yang tak bisa menjanjikan apapun pada Sang suami.


Permasalahan memang tak selalu datang pada hubungan mereka saja, apapun bisa terjadi dan masalah Farah ini mungkin adalah salah satu ujian rumah tangga Andra dan Viana, apakah mereka akan selalu berpegang tangan apapun yang terjadi? atau akan tetap terbuka dalam segala hal yang sedang di hadapi?


Membentengi diri dari kesalah pahamanan sudah mereka lewati berdua terbukti kini satu sama lain begitu sangat takut kehilangan karna permasalahan yang seharusnya bisa mereka taklukan dengan sebuah kejujuran di awal.


.


.


.


"Kalian sudah pulang?" tanya Papih saat bertemu di ruang tengah ketika kaki hendak ingin melangkah naik ke tangga.


"Iya, kami baru pulang dari rumah Farah, Pih," sahut Andra setelah ia dan Viana mencium takzim punggung tangan pria paruh baya itu secara bergantian.


"Farah? apa dia sakit?"


"Iya, kurang enak badan, beberapa hari tak masuk kuliah," jawab Andra lagi sambil melirik kearah sang istri.


Usai berbasa basi, pasangan suami istri tersebut beranjak ke kamar mereka di lantai dua, ada Mami katanya di sana sedang menjaga anak mereka.


Cek lek


Kali ini pintu di buka oleh Viana sedikit kasar sampai Andra tersenyum melihat sikap tak sabaran istrinya itu.


"Pangeran, Mommy pulang, Sayang," sapa Viana yang mendekat kearah ranjang dimana kini putranya sedang duduk.


.


.


.


Ya ampun, si Endut cemberut gitu di tinggal kelamaan sama Mommy Daddynya ya...