Let's, Divorce

Let's, Divorce
Part 132



🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Apa... Apa Ndy?


Andra yang awalnya hanya iseng akhirnya tertawa, ia ambil tubuh montok Pangeran lalu di ciuminya hingga tergelak yang menahan geli.


"Yang kaya gini mau di tinggalin sayang banget sih?!"


"Nyadar kamu, hem?" sindir Viana yang terkekeh kecil.


"Iyalah, tapi keputusanku usah Final. Dan tak akan diganggu gugat," sahut Andra.


Jika hanya memikirkan tega tak tega, tentu pastinya ia ayah yang tega. Tapi, Andra bukan hanya harus memikirkan anaknya saja sebab Sang istri pun harus ia pikirkan. Sudah banyak yang di korbankan wanita itu mulai dari awal hamil hingga Pangeran kini sudah satu tahun. Dan selama itu juga tak ada yang diberikan Andra untuk menggantikan waktu yang di berikan Viana untuk anak dan dirinya. Bahkan untuk perpisahan kelulusan sekolah pun mereka tak ikut dan belum menggantinya juga.


"Terserah!"


Andra hanya tersenyum, ibu mana pun akan berat meninggalkan anaknya meski hanya dua hari satu malam, Viana cukup dilema untuk hal ini tapi ia juga tak bisa menolak ajakan suaminya yang sudah begitu baik padanya. Tak semua istri mungkin akan seberuntung Viana, punya pria halal yang baik, sabar dan pengertian serta keluarga yang sangat mendukung mereka dalam setiap hal.


Pernikahan yang dulu dianggap Viana adalah hubungan yang hanya merugikannya malah membuatnya kini banyak bersyukur sebab saat semua tenanan nya sibuk berpacaran atau menangis karna patah hati, ia justru sedang senang senangnya mengajari Sang buah hati bicara dan berjalan lebih lancar.


Ya, Pangeran yang Malas bergerak hanya ingin berguling-guling saja membuat seisi rumah harus rajin-rajin merangsang ia mendekat dengan cara melangkah.


.


.


.


Waktu malam yang seharusnya pangeran sudah tidur, ia malah masih anteng bermain. Anak itu seolah tahu akan di tinggalkan sampai tak mau jauh dari Mommynya nya yang sudah rapih dengan dress selutut dan rambut yang tergerai indah.


"Daddy bikinin susu ya, kita bobo yuk," ajak Andra mulai bernegosiasi dengan putranya.


Ucu, miiih.


"Daddy yang bikin, nanti bobo ya," pesan Viana, jika semakin malam ia juga akan semakin malas untuk pergi.


"Yuk, kasur yuk." melihat Andra yang sudah uring uringan tentu membuat Viana tak tega, ia pun mulai membantu Andra untuk merayu Pangeran.


Beruntungnya, anak itu mengangguk jadi memudahkan Viana membawa ke ranjang untuk di tidur kan, dan saat mereka pergi nanti, biar Ayah dan Bunda yang menemani hingga bangun pagi nanti. Walau tak yakin berhasil, tapi mengingat rencana mereka sudah matang membuat Viana tak tega pada kedua pria kesayangannya itu.


"Bobo sini di tengah," titah Viana, jika dengan Mommy nya Pangeran biasa sering menurut.


Tapi jika dengan Sang Daddy, ada saja drama yang di lakukan bocah menggemaskan tersebut hingga kadang membuat Andra merasa jika anaknya itu bagai musuh dadakan.


Ucu yaaa


"Iya, Daddy lagi bikin dulu. Nanti dihabiskan lalu bobo ya," pesan Viana.


Iyaaah


Kata iya yang di jawab Pangeran sedikit mencurigakan karna bukan ambil posisi nyaman untuk tidur ia malah bangun lagi lalu duduk. Andra dan Viana pun sempat saling pandang karna merasa akan ada perang antara mereka bertiga nantinya.


"Nih susunya, ayo bobo," ujar Andra sambil menyodorkan si botol ke hadapan Pangeran yang malah menggelengkan kepala.


"Kok gak mau? tadi mau susu" tanya Andra.


"Eeeeh, mau kemana??" lanjutnya lagi saat melihat Pangeran merangkak mulai naik ke atas pangkuan Mommynya.


.


.


.


Mih, Ndud ya....