Let's, Divorce

Let's, Divorce
Part 49



🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Viana yang tadinya hanya menggeliat justru kini mengerjap dengan cepat saat merasa sinar matahari cukup terang masuk kedalam kamarnya, dan benar saja jika angka di jam dindingnya kini sudah menunjukkan hampir jam 10 pagi.


"Ya ampun!" pekiknya kaget dan itu sontak juga membuat Andra menoleh kearah istrinya yang sudah bangun dan duduk, Viana yang nampak masih mengumpulkan kesadaran langsung turun dari ranjang dan di waktu yang sama juga lengannya di tarik oleh Andra.


"Mau kemana?"


"Kamu--, kamu kenapa gak bangunin aku sih?!"


"Maaf, tapi kamu bener-bener nyenyak dan lemes banget, Vi. Aku gak tega," jawab Andra apa adanya.


Tapi, alasan itu tak bisa diterima oleh Viana, hari ini ada ulangan yang harus ia kerjakan, di bulan-bulan menuju kelulusannya harusnya ia semakin rajin ke sekolah bukan sering membolos seperti ini.


"Puas kamu, hah?!" senta Viana yang benar-benar kesal setelah ia mengemol panjang kali lebar.


"Dari awal aku udah bilang, kamu belajar dirumah dan bolos satu hari ini gak akan bikin kamu kena masalah, Vi."


Viana menggelengkan kepala, pria tampan itu sepertinya tak paham perasaan istrinya yang masih ingin menikmati suasana sekolah yang tinggal hitungan bulan tersebut, bercanda dengan teman-temannya, mendengar beberapa gosip tentang segala hal, mengumpat kasar Si guru atau soal ulangan yang sulit dan menikmati jajanan di kantin sambil menceritakan banyak kejadian menyenangkan.


"Aku pusing kalau di rumah, aku mual karna gak tau harus ngapain," ucapnya lirih yang kini sudah duduk di tepi ranjang yang masih berantakan seperti isi kepalanya.


"Kita jalan jalan kalau gitu ya biar kamu gak Stress, Ok."


Andra hanya bisa ikut duduk di samping Viana sambil menarik tangan istrinya untuk ia letakkan di atas pahanya, beberapa detik mereka diam karna masih tenggelam dalam pikiran masing-masing.


"Cepat atau lambat semua akan tahu jika aku sudah menikahimu beberapa bulan lalu, kita suami istri yang sah meski masih hanya resmi menurut agama, lalu dimana masalahnya?" ujar Andra memberi pengertian.


"Masalahnya itu kamu, nikahin aku pas masih pacaran sama Haura. Coba kamu putusin dulu, terus baru nikahin aku, mungkin aku gak ngerasa kalau kita main kucing-kucing begini, Ndra!" Viana yang kesal mulai kembali mengomel


Dan entah kenapa Andra justru sangat menikmati semua itu, sebab bersama mantan kekasihnya ia tak pernah terus menerus di marahi, Haura yang lembut akan minta maaf meski bukan ia yang salah dan itu ia lakukan hanya demi menghindari keributan yang kadang hanya masalah sepele. Berbeda dengan Viana, jangan kan salah, karna Andra sudah baik dan benar saja wanita itu tetap mengoceh dan menangis, ada warna tersendiri yang Andra rasakan saat bersama Viana yang dulu hanya terasa manis dan indah. Meski kadang untuk yang sekarang lebih menguras emosi dan rasa sabarnya tapi itulah ujian seorang pria, jika ia benar-benar tulus sudah pasti akan menerima semua kurang lebihnya pasangan karna untuk menjalin hubungan bukan sekedar mencari yang baik tapi harus juga belajar untuk lebih baik termasuk meningkatkan kesabaran.


.


.


.


Kalau gitu ceritanya, terus masalah kita dimana, Vi?


🍂🍂🍂🍂🍂


Noh, denger MoMud, kalau gak gitu kalian gak ada konflik, 🤣🤣🤣... terus gue bikin ceritanya gimana, 😭😭😭..