Let's, Divorce

Let's, Divorce
Part 120



🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Kan.. kan.. kan, kamu mah suka salah paham," ucap Andra yang langsung panik mendengar ancaman dari Viana.


"Aku? salah paham? aku lagi kan yang di salahin!" cetus Viana yang semakin terpancing emosinya.


"Sayang, Mommy---,"


"Stop disitu! awas kalau sampai Pangeran bangun," potong Viana dengan kedua mata yang bulat sempurna kearah suaminya yang kini sedang mengusap wajahnya secara kasar karna frustasi melihat Sang istri merajuk.


"Salahku dimana, Mom?" tanya Andra dengah polosnya namun malah di jawab dengan pukulan botol susu Pangeran di keningnya.


"Aw!!" pekik pria itu kaget dan sakit.


Andra yang mengusap keningnya sendiri semakin di buat uring-uringan saat Viana merapatkan selimut hingga sebatas leher, itu adalah salah satu kode JANGAN SENTUH yang tak bisa di ganggu gugat.


Padahal, Andra sudah membayangkan beberapa gaya yang akan ia lakukan untuk memanjakan Si JendoLaN di lembah imut yang selalu membuatnya mabuk kepayang hingga muntAH.


"Nunggu apa lagi?" sindir Viana.


"Jangan di luar, kan malu akunya kalau ada yang nanya, di sofa aja ya, Mom," mohon Andra dengan menangkupkan kedua tangannya.


"Bodoamat!"


Andra membuang napas kasar, ia turun dari ranjang dengan membawa satu bantal yang akan di pakainya nanti satu tidur di sofa.


"Nasib-nasib punya lidah tak bertulang, salah mulu perasaan," gumam Andra sambil berjalan seraya mengusap Si jenDolaAN yang malang untuk malam ini.


Andra langsung merebahkan tubuhnya di sofa karna tak ada yang harus ia lakukan lagi termasuk menonton film atau bermain game di ponsel.


Apa kabar dengannya?


Setelah lulus sekolah, keduanya tak pernah lagi bertemu karna berbeda universitas, Haura masuk ke Perguruan tinggi swasta yang lingkup pertemanannya sebagian besar satu iman dengannya. Ia tak mau mengulang kesalahan yang sama dengan mencintai pria yang berbeda keyakinan, itulah tujuan Haura saat ini.


Andra tak pernah menghubungi gadis itu lagi jauh sebelum adanya perpisahan kelulusan. Padahal, nomer kontaknya masih tersimpan rapih hanya sudah di ubah namanya. Story tentangnya pun masih terlihat meski jarang di buka,


Lalu, bagaimana dengan Viana?


Apa istrinya tahu itu?


Tentu jawabannya adalah IYA, Viana tahu semua yang ada di ponsel suaminya tanpa terkecuali. Sudah sejak awal tak ada yang di sembunyikan pria itu dari Sang istri, jangankan isi ponsel sebab isi celananya saja sudah ia nikmati hingga jadilah Pangeran.


Tapi, Viana mencoba tak acuh dengan mencari penyakitnya sendiri, cukup tahu dan tak mau mencari tahu lebih tentang apa pun yang di lakukan Andra, ia cukup percaya dan tugas pria itu adalah bagaimana menjaga kepercayaan wanita halalnya yang tak pernah menuntut apapun darinya.


Pernikahan memang sebuah ikatan suci yang terjalin dari dua hati tapi bukan berarti membatasi.


Viana tak bisa merubah apa yang ada dalam diri Andra, ia juga tak bisa memaksa pria itu menjadi apa yang dia inginkan, Ia hanya bisa setia dalam proses yang sedang mereka jalankan, dan ada ungkapan hati Viana yang selalu di ingat oleh Andra hingga kini yang membuat ia tak berani mengkhianati wanita halalnya tersebut.


.


.


.


Tak perduli siapa kamu, tak penting sebaik apa masa lalu dan seindah apa kenanganmu, yang penting sekarang kamu MILIKku...