
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Milih Enduuuuud...
Pangeran yang baru bertemu lagi dengan orangtuanya langsung tertawa dan bertepuk tangan senang. Tak lupa ia juga merentangkan tangan saat Daddy baru masuk dan menyapanya juga.
Ndy Enduuuuuuud..
Viana membuang napas kasar, ini semua karna suaminya yang selalu memanggil dengan sebutan Endut pada putranya. Jadilah Pangeran kini terbiasa dengan hal tersebut.
"Kangen ya? kangen gak sama Daddy?" tanya Andra saat bayi montOok itu sudah ada di gendongannya.
Iyaaaah
"Sama Mommy kangen juga dong," goda Viana tak mau kalah.
Ndaaaaaa
"Nah loh! hahahah, kasian banget Si Mommy gak di kangenin Si Endut," ledek pria tampan itu dengan puasnya.
Tak harus selalu terus menerus melayangkan godaan atau rayuan maut karna ledekan dan candaan seperti ini saja sudah bisa menghilang kan rasa lelah mereka usai perjalanan panjang.
"Kenapa gak kangen Mommy, ih."
Miiiih Abul.
Wanita Chuby yang pipinya sama seperti Pangeran itupun langsung merengut kesal dan itu tak menyurutkan gelak tawa suaminya.
"Mommy itu gak kabur De' tapi di CULIK" tegas Viana dengan delikan mata kearah Andra.
"Culik enak, makanya pasrah." .
Temu kangen setelah berpisah selama beberapa hari membuat Bunda ikut gemas pada keluarga kecil di dekatnya kini. Mereka yang sudah halal kadang tingkahnya seperti sepasang kekasih dan yang tak tahu pasti menganggap Pangeran adalah adik atau keponakan yang sedang di asuh. Lucu memang, tapi bukankah manusia tak bisa melawan takdir termasuk saat di beri jodoh cepat di usia sangat muda.
.
.
.
Main bersama nyatanya tak ada puasnya, bayi besar yang biasa tidur jam antara jam 9-10 malam kini sudah hampir tengah malam masih menujukan hal hal yang mengocOkk perut Daddy Mommy nya.
"Ndut, bobo yuk," ajak Andra setelah menguap pertanda ia sudah mulai mengantuk.
Nda!
"Untung Si jendolan udah kenyang, udah Closingan mantep juga di pinggir kolam," gumamnya pelan sambil terkekeh dengan tangan mengusap daging tak bertulang kebanggannya tersebut.
"Kamu kenapa senyum senyum?" tanya Viana curiga.
"Enggak, Mom."
"Hayo, lagi mikirin yang mesum mesum pastinya."
"Udah kenyang aku, udah anteng Si jendolan tinggal bobo cantik tanpa meronta ronta," jawab Andra dengan percaya diri.
"Oh, gitu? udah gak butuh Si lembah imut buat di sentuh, Ok. Selamat berpuasa!"
Viana yang memang juga mengantuk langsung menggendong Pangeran ke arah Ranjang. Ia peluk anak itu bagai guling.
Mih apa
"Gak apa-apa, Daddy nakal jangan temenin ya," bisik Viana.
Iyaaaah
Entah paham atau tidak, bocah itu hanya adalah jawab, jika ujungnya Iya, ia pun ikut iya.
Sedangkan Andra yang curiga melihat istrinya mulai bisik bisik pada Pangeran pun ikut menyusul ke tempat tidur.
"Ada rapat apa?" tanya Andra pada Viana yang sudah memejamkan mata dengan posisi masih memeluk erat Pangeran.
"Gak ada, abis baca doa mau bobo, iya kan De'?"
Iyaaaah
"Bohong, aku gak denger kamu baca doa, aku malah denger kamu bilang sama Endut buat gak temenin aku," selidik Andra.
"Kalau gak percaya tanya ada sama Dede," tantang Viana santai.
"Ndut, kata Mommy jangan ajakin Daddy ya?" pertanyaan pun di berikan Andra untuk bayi besarnya.
Iyaaaaah.
"Terus Daddy sama siapa?"
Iyooong Mpuuus