Let's, Divorce

Let's, Divorce
Part 75



🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Duuuuar!!!


Andra yang baru keluar dari kamar mandi langsung loncat dan naik keatas ranjang saar mendengar petir di luar padahal tak ada hujan meski sudah mendung.


"Apaan tuh?!" tanya Andra dengan ekspresi takut.


Jujur, Viana bukan kaget dengan suara petir barusan ia justru kaget dengan suaminya yang tiba tiba naik ke ranjang dan beruntungnya ia tak kena, terinjak atau pun tertindih oleh Andra.


"Masih nanya itu apa? yang jelas bukan suara kuntilanak ketawa, Andra!" cetus Viana yang masih memegang dadanya sendiri.


"Hehe, kaget aku, Vi." Andra yang malu dan sadar dengan tingkah konyolnya barusan langsung turun dan kembali ke kamar mandi. Ia yang lupa membawa baju ganti membuatnya kini hanya memakai handuk sebatas pinggang saja tanpa apapun lagi yang menutupi bagian intinya jika saja sampai terlepas.


Viana hanya menggelengkan kepala lalu kembali memfokuskan matanya ke layar TV untuk melanjutkan acara nontonnya tersebut.


Lima belas menit, Andra kembali dengan rambut setengah basahnya dan harus di akui Viana jika pemuda itu nampak jauh lebih tampan jika dalam keadaan segar seperti sekarang ini.


"Makan di luar yuk," ajak Andra yang duduknya hampir saja menempel.


Viana menoleh tanpa memberi jawaban apapun dalam sekian detik tapi ia mengangguk saat suaminya itu memeberikan banyak pilihan yang cukup menggugah selera makannya padahal sepiring roti tawar buatan Bunda baru saja habis ia lahap.


"Boleh deh, tapi aku boleh minta aja kan?"


"Iya, se Kenyangnya kamu," jawab Andra sambil mengelus pelan kepala istrinya.


"Simpan saja di kamu, aku masih ada," tolak Andra yang tak mempersalahkan hal tersebut, bahkan ia lupa dengan uang yang di berikannya pada Viana.


"Tak apa, biar ku kembali kan saja. Aku malu menyimpannya karna jumlahnya cukup lumayan besar, Ndra."


"Uang itu sebenarnya untuk biaya kamu melahirkan, sengaja aku simpan karna aku tau mau merepotkan siapapun, sebab--," jelas Andra yang memotong ucapannya sendiri.


"Sebab apa?" tanya Viana penasaran.


"Sebab aku tak melibatkan siapapun saat membuat bayi ini, termasuk kamu, Maaf ya," kata Andra yang malu sendiri jika ingat hal tersebut.


Kadang, bukan bayi dan status calon ayah yang membuat Andra tak percaya dengan perubahan dirinya sekarang, tapi apa yang telah di perbuatnya itulah yang seakan itu semua tak mungkin di lakukan oleh seorang Andra Putra Bramasta, mengingat ia tak pernah sembarangan menyentuh seorang wanita tapi dengan Viana tak ada niat dan cinta ia justru bisa sebegitu puasnya dalam sekali berhubungan.


Lalu, apakah Andra masih sering berhasrat?


Tentu, bagaimana pun ia normal di tambah wanita yang bersamanya halal bahkan wajib di sentuh tapi untuk mengulang manisnya pelepasan yang sesungguhnya rasanya masih sangat jauh bagi mereka, Viana tak pernah memberi sinyal apapun begitu pun dengan Andra, mereka yang baru saja melewati masa masa yang cukup berat masih berusaha saling memahami dan melengkapi, Andra pun tak banyak berharap untuk hal tersebut tapi ia juga tak akan menolak jika...


.


.


.


Rawa basah istrinya bersedia lagi main petak umpet dengan Si Jendolan..