Let's, Divorce

Let's, Divorce
Part 142



🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Umpatan kasar terus di layangkan oleh Andra saat KTP nya dan Viana sudah di kembalikan dan dua SatPol PP itu pergi tanpa dosa setelah meminta maaf karna sudah mencurigai kendaraan Andra yang memang bergoyang akibat kelakuan Viana.


"Terus kamu mau nyalahin aku gitu?"


"Emang aku ada sebut namamu?" tanya balik Andra yang semakin terpancing emosinya.


Sebaik apapun pria itu tetap saja punya rasa kesal apalagi Viana selalu memancing huru hara hatinya yang sedang panas di buat semakin ingin meledak.


"Ya udah kita pulang," balas wanita itu sedih.


Andra hanya bisa membuang napas kasar, wajar sekali memang jika petugas keamanan itu curiga. Sebab bukan hanya mobil yang mungkin sedikit bergoyang tapi juga keadaan Andra yang sedikit berantakan dengan dua kancing kemeja terbuka di tambah celana Viana yang basah dibagian paha. Siapapun pasti akan mengira mereka sedang balap kuda dalam kereta besi tersebut.


Andra yang melajukan mobilnya hanya fokus pada jalan di depannya kini. Tak ada obrolan apapun di antara mereka seolah sedang tenggelam dalam pikiran masing-masing.


Hingga sampai di Villa pun, Viana turun dan masuk kedalam bangunan miliknya itu lebih dulu. Andra tak ambil pusing, ia biarkan saja wanita itu merajuk hingga puas barulah ia beraksi.


Andra yang menyusul masuk malah membelokkan langkahnya ke teras samping, ada senyum tersungging di ujung bibirnya mana kala melihat apa yang kini ada di depan matanya.


"Mantap dan wajib di coba," serunya sambil tergelak sendiri.


Andra melanjutkan langkahnya kearah kamar tempat kini ada Viana disana, wanita yang sepertinya mau mandi itupun langsung di tarik oleh Andra.


"Apa sih??"


"Berenang yuk, biar adem," ajak Andra yang tanpa menunggu persetujuan ia langsung menggendong tubuh wanita halalnya tersebut.


Viana tentu meronta ingin di lepaskan sebab ia bukan orang yang pandai berolahraga di air tersebut.


Sampai di sisi kolam, Viana di turunkan dari gendongan. Andra melepas satu persatu pakaiannya hingga tersisa celana pendek agar tak terlalu polos tentunya.


"Gak apa apa, seru kok, bikin adem semuanya," ujar Andra sambil melepas kan baju dan celana panjang Viana hingga menyisakan dalAamAanN nya saja yang mampu membuat Andra meneguk salivanya kuat kuat.


Seperti yang selalu pria itu katakan selama ini jika ia tak pernah ada bosannya untuk menikmati setiap jengkal tubuh wanita yang kini ada didepannya tersebut. Tak perduli yang katanya rasanya berbeda jika sudah melahirkan anak tapi yang Andra tahu semua sama saja yang penting ia bebas karna Halal.


Byuuur.


Pasangan suami istri yang awalnya merajuk itu kini sudah ada di dalam kolam. Rasa dingin langsung menjalar terutama Viana yang memilih naik lagi. Andra tentu lansung memakai kan handuk kimono ditubuh menggigil istrinya, sedangkan ia kembali menjeburkan diri karna ini sudah cukup lama tak ia lakukan.


"Dadd, jangan lama-lama nanti kamu sakit," kata Viana yang duduk di tepi kolam.


Andra yang mendengar teriakan istrinya pun kini langsung mendekat.


"Apa?"


"Udahan, nanti kamu sakit, kita kan besok pagi mau pulang," ujar Viana mengingtkan.


"Justru karna besok pulang, Mom, " jawab Andra yang tak di pahami oleh Viana.


"Kenapa?"


.


.


.


Kita Closing an dulu di kolam yuk.