Let's, Divorce

Let's, Divorce
Part 114



🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Ndy ntut ya...


Andra dah Viana yang mendengar suara Pangeran pun lekas menoleh kearah bocah tersebut. Keduanya lalu saling pandang lalu tertawa bersama. Entah sejak kapan anak itu bangun dan mendengar pembicaraan Daddy Mommynya karna ucapan yang di berikan Pangeran sungguh pas dengan momen Andra mengajak Viana ke Sofa.


Pangeran yang kesadarannya sudah penuh langsung bangun dan duduk, di usianya yang satu tahun ia memang belum bisa berjalan, ia hanya merangkak dan merayap sedikit demi sedikit, bukan karna tak mau berusaha tapi sepertinya dia anak yang cukup MAGERAN, team rebahan yang mirip sekali dengan Mak Othor.


"Ntut mana cih? ntut-ntut emang piyutnya mules?" goda Viana yang langsung melepas pelukan suaminya.


Andra bingung harus tersenyum atau merengut kesal sebab kelakukan anak dan istrinya sungguh sangat menggemaskan sedangkan ia hasratnya mengacak-acak lembah imut harus terhempas bagai ke dasar jurang.


Suara gelak tawa Pangeran yang begitu menggelitik memang membuat siapapun akan ikut tertawa kecil atau sekedar tersenyum dengan perasaan gemas, Batita berpipi bulat itu seringkali menjadi pusat perhatian dan disitulah ia kadang enggan membawa Sang Pangeran ke tempat yang ramai dengan banyak orang.


"Hari ini kita kuliah siang, besok juga libur, ajak Pangeran jalan-jalan bareng Farah yuk, Mom," ajak Andra yang tiba-tiba saja ide itu muncul di kepalanya.


Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, tak hanya anak istri tapi adik sepupunya pun akan turut bahagia nantinya jika mereka pergi bersama.


"Hem, kemana?" tanya Viana ragu.


"Terserah kamu, kebun binatang, pantai, wahana permainan atau mau shoping?" tawar Andra sambil memberi beberapa rekomendasi tempat.


Viana berpikir sejenak, saking bingungnya ia sampai mengkhayal seandainya bisa mendatangi semua tempat itu sekaligus dalam satu hari, tapi jelas itu tak mungkin mengingat ada Pangeran yang pasti akan langsung demam jika terlalu lelah berada seharian di luar rumah.


"Kemana ya? kamu bilang dulu sama Farah sana, nanti kita diskusikan lagi kemana tempat yang mau di tuju karna ada Pangeran, dia harus ngerasa nyaman nantinya saat pergi," ucap Viana mengingatkan jika saat ini mereka tak lagi bisa egois karna ada makhluk kecil yang akan turut serta kemana pun kecuali ke kampus.


"Memang kenapa? dia adik sepupumu berarti juga adikku meski kita seumuran, jangan suudzon padaku, aku bisa memilih tempat dan keadaan jika harus cemburu padamu!" cetus Viana yang malah membat Andra tertawa.


Bagaimana pria itu tak sangat mencintai wanita halal nya jika Viana selalu bisa bersikap dewasa, cemburu baginya hanya menguras emosi dan membuang waktu, selagi tak melihat Andra berdua dengan wanita lain dengan keadaaan TelaANJAn9 dalam ruang tertutup semua masih bisa di bicarakan baik-baik.


"Terima kasih, Sayang. Ku pastikan kamu satu satunya untukku, aku tak akan menjadikan diriku bodoh dengan cara mengkhianatimu."


"Hem, ku pegang ucapanmu itu," jawab Viana sambil meraih tubuh moNTok Pangeran untuk duduk di pangkuannya.


"Beres Nona Bramasta. Kalau perlu aku tulis dengan huruf besar biar di inget terus," goda Andra yang langsung membuat Viana tersenyum simpul, seperti itu saja buktinya sudah membuat hati si ibu muda senang.


"Ya sudah, aku telepon Farah dulu ya, kan lumayan kalau dia ikut bisa gantian jagain Pangeran terus kita bisa pacaran halal," lanjut Andra dengan menaik turun kan alisnya, ia lupa jika ada Sang putra yang tingkat kebaperannya melebihi langit ke tujuh.


.


.


.


Ndaa, iiiiiiih....