
🍂🍂🍂🍂🍂
"Loh, kamu bawa Pangeran?" tanya Farah yang kaget saat ia membuka pintu belakang mobil mewah kakak sepupunya.
Ia melakukan itu karna awalnya yakin jika di kursi depan ada Viana seperti biasa, hal yang wajar bagi pasangan suami istri tapi rasanya lain untuk hari ini.
"Kamu duduk depan sini,. pangku Si Endut," titah Andra.
Merajuknya Sang istri cukup membuatnya repot karna harus menyetir sambilan memangku putranya. Perjalanan pun harus dua kali lipat lebih lama sebab Andra menjalankan mobilnya dengan sangat-sangat pelan sekali.
Farah yang mengangguk pun segera menuruti perintah Andra, ia duduk di samping pria itu dengan Pangeran diatas pahanya.
Ia tak berani bertanya kemana dan kenapa sampai Andra hanya berdua dengan Pangeran saja menjemputnya sebab ini terlalu sangat berbahaya.
"Dokternya mungkin udah pulang, Rah." Andra yang fokus pada jalan di depannya merasa sangat tak enak hati.
Terlambatnya kali ini bukan 10 sampai 20 menit tapi 2 jam lamanya sebab ada drama rengekan Pangeran lebih dulu saat masih di rumah.
"Di coba aja dulu datang, kalau memang dokternya sudah pulang ya kita pulang juga," jawab Farah tak masalah, tak tahu diri rasanya jika ia harus merajuk sebab selama ini yang ada untuknya hanya dua orang tersebut.
"Semoga ada ya, meski mepet banget nih, maaf juga udah telat jemput," kata Andra lagi.
Farah hanya tersenyum kecil, ia mengajak mengobrol Pangeran tapi justru tak di respon karna sepertinya anak itu sedang mengantuk
"Kamu turun sendiri gak apa-apa ya, Pangeran tidur," ucap Andra yang di balas angggukan kepala.
Bocah berpipi bulat itu pun kini di pindah ke pangkuan Daddynya lagi, untung saja ia tak bangun dan menangis karna di tempat seperti ini akan sulit menenangkan Pangeran.
Sepeninggal Farah, Andra yang masih di mobil mencoba menelepon Viana dengan sambungan Video Call. Tapi, 9 kali mengulang wanita itu tetap tak mengangkatnya sama sekali. Entah sedang sibuk, tidur atau memang di sengaja, Andra tak bisa menebak karna Viana bukan type orang yang selalu dengan ponsel. Ia bisa satu hari penuh tak tahu dimana benda pipih itu berada saking lebih memilih fokus pada Pangeran atau kegiatan lainnya. Jadi, untuk mencari Viana biasanya teman-teman wanita itu akan bertanya pada Andra yang justru kebalikannya. Andra tak bisa dari ponsel sebab ia ada beberapa pekerjaan yang terhubung hanya lewat sambungan telepon saja
Sebagai suami, ia tentu tak mengandalkan uang jajan dari orang tua, ia punya penghasilan sendiri yaitu dari beberapa saham di perusahaan untuk menafkahi keluarga kecilnya. Mulai dari biaya kuliah mereka berdua yang tak sedikit di tambah kebutuhan Pangeran yang fantastis.
"Mommy kemana ya, Ndut?" gumam Andra setelah ia meletakkan ponselnya seban panggilannya masih di abaikan.
Andra yang gemas dengan kedua pipi Pangeran ingin rasanya mengigit Si bulat putih yang kemerahan saat tersenyum itu, tapi tentunya ia tak berani melakukan hal tersebut. Andra hanya bisa memandangi wajah buah hatinya sambil mengelus kepala Pangeran yang hanya di tumbuhi beberapa helai rambut jagung, Andra yang terkekeh pun langsung berbisik..
.
.
.
Si Bos kecil hasil pemerKOsaAn Halal...