Let's, Divorce

Let's, Divorce
Part 144



🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Liburan telah berakhir, kini saatnya semua kembali ke aktivitas masing masing termasuk Viana dan Andra yang baru masuk lagi ke kampus.


Kedatangan mereka selalu saja membuat seisi kelas riuh karna saking irinya dengan pasangan suami istri muda tesebut.


"Kalo cinta buta gitu ya, gandengan mulu," ledek salah satu teman keduanya.


"Iya, lo manusia apq Truk sih?" timpal tanya lain.


"Yang penting HALAL," balas Andra tak mau kalah.


Ia tak pernah perduli pandangan orang lain tentangnya, toh apa yang ia lakukan masih sebatas wajar hanya tak pernah melepaskan tangan satu sama lainnya jika sedang bersama yang artinya mereka tak pernah berbuat mesum di depan umum termasuk berciuman meski kadang jika tak tahan saking gemasnya Andra sering mencium pipi atau usel usel manja di ceruk leher Sang istri.


"Kemaren kan lo udah puas tuh, sekarang lo ikut gue yuk, Ndra."


"Kemana?" tanya Andra bingung.


"Club, nongkrong. Jangan bikin anak mulu. Lo masih punya bayi," jawab temannya itu yang mengajak Andra nanti malam.


Jika basket, futsal, renang atau sekedar nongkrong di cafe atau Basecamp biasanya Andra mau, tapi jika sudah menyebut Club tentu ia harus menimbang jawaban iya atau tidak.


Hal yang pertama di lakukan tentu Andra langsung menoleh kearah Viana yang tak memberikan ekspresi apapun padanya.


"Tanya nyonya besar dulu, kalau salah langkah gue takut gerbangnya di tutup," ucap Andra dengan mata tak lepas menatap istrinya.


Teman-temannya tentu paham, mereka tahu jika pria yang kini tengah di ajak adalah suami bucin beranak satu.


"Apa? memang aku pernah larang?" sahut Viana.


"Duh, engga deh. Jawabannya bikin merinding," kata Andra pada teman temannya.


Biasanya, jika di izinkan Viana langsung mengatakan Iya, jika pun tak boleh ia akan mengomel panjang kali lebar. Tapi, jika ucapannya seperti barusan itu tandanya Andra sama saja cari penyakitnya sendiri jika tetap ingin pergi.


.


.


.


Sampai di rumah kali ini Viana memilih membantu Bunda di dapur yang sedang membuat Kue, rencananya besok pagi sekali Ayah dan Bunda akan pergi kerumah orang tuanya menjenguk salah satu dari mereka yang sedang kurang sehat


Sedangkan Andra mendapat tugas bermain dengan Pangeran di ruang tengah lantai bawah agar Si bayi montokk masih bisa melihat Momynya.


"Ndut, Mpus ada berapa?" tanya Andra yang kini punya Hobby baru yaitu mengobrol dengan buah hatinya.


Nem


Tutu


"Saaatu!"


Nem Ndy..


"Alah, iyalah Enem. Asal jangan minta adek Enam biji aja ya," ujar Andra sambil mencubit pelan pipi Pangeran.


Ia yang mulai bosan karena hanya berdua saja pun mulai merengek. Viana yang mendengar nada marah marah putranya langsung menghampiri dengan sebotol susu di tangannya.


Pangeran yang senang dengan kedatangan Mommy nya pun langsung bertepuk tangan dan naik ke atas pangkuan Viana. Dimanalag bocah menggemaskan itu nanti menghabiskan susunya.


"Mom, masih diem aja, kenapa sih?" tanya Andra.


"Kamu tuh punya kuping gak sih?!"


"Ada, masih lengkap, ada dua. Kenapa?" tanya Andra.


"Udah ku bilang jangan suka gabung sama Mike juga gengnya. Mereka tuh gak bener semua sukanya dugem terus, Dadd."


"Tapi kan aku gak ikut, ini juga ada di rumah sama kalian," balas Andra yang akhirnya tahu arti diamnya sang istri.


"Iya, sekarang. Gak tahu nanti," cetus Viana lagi yang merasa khawatir suaminya salah dan ikut bergaul dengan teman yang kurang baik.


"Enggak, Mom. Aku berani janji demi apapun gak akan macem-macem. Takut aku tuh sama kamu," rayu Andra agar istrinya tak perlu cemas seperti ini.


"Takut di musuhin kamu, gak kuat aku, Mom."


"Lah, memang aku kenapa? biasa aja tuh," balas Viana dengan enteng, padahal ia belum tahu saja jika Andra kadang di buat bergidik ngeri dengan hanya dengan tatapan tajam istrinya saja.


.


.


.


Biasa dari mana? coba Ndut, Mommy kalau marah gimana matanya?