
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Cinta di tolak, dukun bertindak..
Mungkin itulah yang ingin di lakukan oleh Pangeran saat ia memandangi wajah Senja ya sibuk mempersiapkan acara untuk pesta kelulusann sekolah mereka akhir pekan ini.
Jika di ingat, ini sudah 3 tahun Pangeran mengejar cinta gadis itu. Mulai dari yang awalnya hanya sekedar suka, penasaran, sayang dan kini justru jatuh cinta sejatuh-jatuhnya hingga membuat seorang pangeran sulit untuk berpaling dari arah tujuan akhir hidupnya yaitu bahagia bersama RahaSenja Biantara.
"KetOs ngelamun terus nih," ledek Rival saat tak ada yang di lakukan pemuda tampan itu sejak tadi.
"Lagi mikirin masa depan gue nih," jawabnya dengan senyum kecil.
"Masa depan lo udah cerah banget, apa yang mau di pikirin sih?"
"Cerah apa? jodoh gue masih cuek begitu, liat tuh Senja, mana ada dia balik ngelirik gue?" keluh. Pangeran dengan sikap dingin Senja selama ini, dosa apa yang sudah di perbuatnya hingga sama sekali tak di suka oleh gadis itu.
"Dahlah, jangan siksa hati lo. Hargai perasaan lo sendiri, Ran. Gue rasa perjuangan lo udah cukup, tapi Senja sama sekali gak Terima lo bukan karna ia angkuh tapi dia gak punya rasa yang sama," ucap Rival yang langsung membuat Pangeran menoleh.
"Kalian sama-sama baik. Ini cuma tentang waktu." Rival pergi setelah menepuk bahu sahabatnya.
Pangeran diam sejenak, bukan satu dua orang yang menasehatinya seperti ini. Ia yang mati-matian ingin memperjuangkan perasaannya harus di patahkan dengan penolakan dari Senja yang selama ini tak pernah terdengar dekat dengan pemuda lainnya juga, itulah yang kadang membuat Pangeran penasaran.
.
.
.
Waktu pulang tiba, Senja yang selalu satu mobil dengan Awan pun di tarik lebih dulu oleh Pangeran yang mengejarnya sampai parkiran mobil karna memang pemuda itu selalu ke arah parkiran motor.
"Gue mau bicara sebentar sama adek lo," izin Pangeran pada Tuan Muda Bintara.
"Hem, 15 menit," jawab Awan.
Senja yang malah di izinkan ikut dengan Pangeran mengumpat kasar pada sang kakak, dan kini gadis cantik itu mau tak mau sudah ada didepan Pangeran tepat di bawah pohon Nangka.
"Ada yang mau gue omongin serius sama lo," ucap Pangeran dengan tatapan sedih, Senja yang sadar sedikit mencelos hatinya saat tatapan mereka saling bertemu.
"Apa? 15 menit." Senja yang merasa ada yang lain langsung memalingkan wajahnya.
"Gue cinta sama lo! dan ini adalah pertanyaan terakhir dari gue, lo mau gak jadi pacar gue, Sen?" Pangeran meraih tangan putri bungsu keturunan konglomerat tersebut.
"Jawabannya masih sama."
"Gak mau mikir lagi? ntar lo nyesel gue gak mau tanggung jawab ya," kata Pangeran meyakinkan jika ini adalah yang terakhir untuk Senja.
"Hem, lo tenang aja," jawab Senja dengan tatapan santai karna tak adanya perasaan apapun dalam hatinya.
"Ok, berarti lo benar-benar nolak gue ya. Gue janji gak akan mengulang pertanyaan yang sama buat lo untuk besok lusa dan mungkin di waktu mendatang," jelas Pangeran dengan ucapan lirih.
"Lo serius?" tanya Senja aneh.
Anggukan pelan namun mantap pun di lakukan oleh Pangeran, ada senyum kecil di ujung bibirnya yang mendadak membuat hati Senja mencelos sakit, dan ini tak pernah ia rasakan sebelumnya.
.
.
.
.
Ya, gue serius. Selamat tinggal Senjanya Pangeran... jangan kangen ucapan cinta gue ya
$ TAMAT $
Lanjutannya bisa di cari di lapak lain ya dengan judul PANGERAN SENJA.