Let's, Divorce

Let's, Divorce
part 111



🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"SiaLAaN!" oceh Andra saat turun dari pohon jambu yang di maksud Farah sejam lalu saat di rumah gadis itu.


Ia benar-benar menuruti maunya Si bumil karna bukan Farah yang memohon tapi juga Sang istri dengan alasan jika ia pernah ada dalam posisi Farah. Tapi tentu dengan status yang berbeda karna Viana adalah istri dah dari seseorang pria yang sudah menghalalkannya lebih dulu.


Andra yang sudah meminta izin dari ibu kantin untuk mengambil beberapa jambu langsung pamit untuk pulang, ia kesal karena Farah ingin ia sendiri yang memilih jambu mana yang harus di petik oleh Andra melalui panggilan Video Call padahal tadinya pria itu akan membeli saja di toko buah.


Andra yang sudah bergegas langsung masuk kedalam mobilnya, yang awalnya hanya menjenguk Farah akhirnya harus merembet kemana-mana dan ini yang membuat ia serba salah karna Farah tak punya siapapun yang dekat dengannya.


Hampir 30 menit, mobil masuk kedalam garasi rumah pamann Andra dari pihak Mami, setelah mematikan mesinnya, kini ia segera beranjak untuk masuk kedalam bangunan berlantai dua tersebut.


Cek lek


Suara pintu terbuka membuat istri dan adik sepupunya itu menoleh dengan cepat, Andra tersenyum karna Farah terlihat jauh lebih bertenaga meski masih duduk bersandar di punggung ranjang.


"Lama!" omel Farah yang langsung meraih bungkusan di tangan Andra.


"Tunggu! biar ku cuci dulu," ucap Viana yang mengambil lagi si plastik berisikan buah jambu tadi.


Viana bangun dari duduknya dan langsung keluar dari kamar Farah menuju dapur di lantai bawah.


Kini, hanya ada Andra dan Si bumil yang sama-sama duduk dekat namun tetap berjarak.


"Terimakasih," ucap Farah meraih tangan Andra.


"Untuk apa?" tanya Andra bingung.


"Tapi aku minta maaf."


"Maaf? maaf untuk apa?" kini gantian Farah yang bertanya dengan nada bingung karna ia rasa pria beranak satu itu tak melakukan kesalahan.


"Maaf karna aku sudah bercerita pada Viana, aku tak bisa menyembunyikan apapun darinya apalagi harus berbohong. Aku lebih baik betengkar karna jujur di banding terlihat baik baik saja tapi ada yang mengganjal dalam hatiku," jelas Andra, ia sebenarnya tak enak hati saat datang bersama Viana barusan.


"Tak apa, aku paham posisimu. Kalian suami istri kan sudah seharusnya seperti itu, saling terbuka dan menghadapi semua masalah bersamaku, iya kan?" kekeh Farah karna kejadian ini ia bisa dekat dengan istri dari kakak sepupunya tersebut.


"Cuma--, semudah itukah kamu melupakan Haura?" tanyanya yang tau bagaimana dulu hubungan Andra dengan mantan kekasihnya itu.


"Salah kalau kamu menganggap jika aku mudah melupakan Haura, dia cinta pertamaku tapi kini aku punya cinta terakhir, Haura hanya menemani hari hariku tapi Viana berjuang bersamaku. Banyak yang sudah ku lewati dengannya dan itu mampu mengikis namanya dari sini," ucap Andra smbil memegang dadanya.


Farah tersenyum lebar, meski ia tak tahu perjuangan seperti apa yang di maksud Andra tapi ia yakin jika cinta pria itu tak pernah main-main. Andra terkenal setia meski tak ada yang mampu menjamin di masa depan akan seperti apa.


"Kamu sudah bahagia sekarang, aku senang," ucap Farah.


.


.


.


Tentu, karna semenjak bersamanya aku tak hanya tersenyum tapi juga tertawa dan menangis.