Let's, Divorce

Let's, Divorce
Part 102



🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Udah?" tanya Viana saat suaminya sudah turun dari atas tubuhnya dan kini tengah berbaring dengan mata terpejam, napas berat dan keringat yang banjir.


Olah raga malam yang sangat menyenangkan kembali bisa di rasakan oleh Andra bersama wanita halalnya. Ini adalah hal yang sangat di tunggu-tunggu setelah 45 hari hanya bisa melakukan jurus ninja antara tangan dan mulut sebab Viana tak mengizinkan sang suami untuk melakukannya sendiri di kamar mandi.


"Nanti sabunku HABIS."


Omelan Viana yang sebenarnya sangat menggemaskan bagi Andra, ia yang polos dan baik hati seolah tak tergiur dengan kekayaan keluarga Bramasta karna ia masih saja perhitungan dengan masalah sebotol sabun cair.


Viana yang menoleh dan mendengar dengkuran halus dari suaminya langsung turun dari ranjang, meski ia tadi sangat teraN9s4ng nyatanya rasa sakit dan ngilu masih ia rasakan, entah karena sudah lama tak berhubungan atau mungkin masih ada rasa takut mengingat ia baru saja melahirkan.


"Nurut banget sama Daddynya ya, gak boleh ganggu dan akhirnya malah bener-bener pules," ujar Viana saat melihat anaknya lebih dulu yang tertidur di box bayi, dan ini untuk pertama kalinya juga Pangeran terlelap di sana pada malam hari.


Viana melanjutkan langkah menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari lahar cinta Sang suami yang kembali menyemBuUr rahimnya yang alami tanpa pencegah apapun.


Bukan tak tahu, hanya saja mereka belum sempat dan bicara lagi mengenai hal ini, dan untuk hasilnya nanti tentu mau tak mau mereka hanya bisa pasrah pada Mak othor sesuai moodnya.


.


.


.


Pagi hari, Andra yang polos tanpa apapun kecuali selimut akhirnya bergeliat diatas ranjang sembari meregangkan ototnya, energi yang seakan ia habiskan semalam kini sudah terkumpul kembali dan jika ingin lagi tentu sangat bisa meski hanya satu ronde karna pagi ini harus ke sekolah untuk mengurus beberapa berkas kelulusannya bersama Viana.


Ceklek


"Mandi bareng yuk, kali aja aku dapet bonus," goda Andra karna sang istri masih memakai piyama tidurnya.


"Mohon maaf, saya sibuk!" ledek Viana sambil berlari setelah apa yang di carinnya sudah ada di tangan. Jika saja Andra tak polos sudah di pastikan wanita itu akan di kejar nya hingga dapat.


Usai membersihkan diri anda Andra keluar dari kamar mandi, kini ia tak lagi memakai baju di dalam sana melainkan di dalam kamar tak perduli ada atau tak adanya Viana. Seperti kali ini, ia dengan percaya dirinya merapihkan diri dengan sedikit menggoda istrinya.


"Mom, lagi nyapa kamu nih," kekeh Andra sambil memegang miliknya yang mulai menJENd0L.


"Apa sih? cepet pake gak?!" teriak Viana yang kadang malu sendiri dengan kemesuman Andra yang kian hari kian menjadi.


Jika di ingat, ia sepertinya tak kenal lagi dengan sosok Andra yang sekarang karna Andra yang dulu begitu kalem dan berwibawa berbeda dengan yang sekarang yang manja dan banyak tingkah jika sedang berdua, ada saja ke konyolan yang di lakukan pria satu anak itu hingga Viana mau tak mau memperhatikannya.


"Bisa sesek kalo lagi ON di kandangin," kata Andra sambil senyum senyum penuh arti, berhubung mereka semalam baru melakukannya lagi tentu otak Viana bisa langsung peka.


"Terus kamu mau apa?" tantang Viana.


.


.


.


Tolong lemesin lagi dong, Mom...