Let's, Divorce

Let's, Divorce
Part 118



🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Hari yang mengejutkan pun tiba, Farah akhirnya buka suara tentang kehamilannya pada sang Ayah dan itu terdengar juga oleh Mamih selalu keluarga paling dekat.


Wanita itu tahu, jika akhir akhir ini anak dan menantunya jauh lebih dekat dengan si Keponakan jadi tak salah jika kini Andra dan Viana jadi sasaran Mamih untuk mengoREkk info yang jauh lebih akurat sebab semenjak semua terbongkar Farah kembali mengurung dirinya didalam kamar.


"Kalian kenapa diem aja?!" omel Mamih yang gemas tapi ia tak bisa marah karna ada Pangeran yang malah sibuk menempelkan tangannya di mulut neneknya itu seolah tanda jika Mamih harus berhenti memarahi Daddy nya.


"Gak boleh sama Farah, Mih," jawab Andra serba salah.


"Kamu itu bukan anak kecil yang tak tahu baik dan buruknya sebuah masalah jika harus di pendam terlalu lama seperti ini," sentak Mamih lagi, ia masih berharap suaminya tak tahu sebelum ia yang mengatakannya nanti.


Belum sempat Andra menjawab ia malah tertawa saat tangan Mamih di gigit oleh Pangeran hingga wanita paruh baya itu terlonjak kaget dengan tingkah dan keisengan Si bayi montok tersebut.


"Si endut lagi protes ke Mamih," bisik Andra pada Viana.


"Pangeranku so sweet," jawabnya yang begitu gemas dengan Sang putra karna Viana pun sadar akan hal itu.


Pangeran memang tak menangis, ia justru sedang mencari perhatian Mamih untuk berpusat padanya saja, Si anak pintar yang tak mau Daddy dan Mommynya di marahi.


"Pangeranku juga!" cetus Andra yang tak Terima karna merasa ialah yang bekerja keras sendiri saat mengadon bocah itu.


Karna Mamih terus di ganggu oleh Pangeran, akhirnya persidangan pun berakhir dengan syarat anak dan menantunya harus tetap mendampingi Farah, jangan sampai gadis itu gelap mata dan berlaku sesuka hatinya karna putus asa dan Andra serta istrinya pun menyanggupi karna mereka paham bagaimana kacaunya Farah saat ini.


.


.


.


"Aduh, kupingku panas banget, Mom," bisik Andra saat mereka sudah ada di kamar, tangan isengnya kini sudah merayap ke salah satu bagian daging kenyal Viana karna memang posisinya kini sedang memeluk dari belakang.


"Ini tangan apa cicek? merayap terus!" kata Viana sambil menurunkan tangan Andra tapi sialnya selalu di sengaja untuk balik lagi ke tempat semula.


"Sakit!"


"Enak, Mom. DesEhaannya gak usah di tahan dong," goda Andra yang tahu jika wanita halalnya itu juga menikmati, apalagi saat Si JendOLan sudah aktif bergesekan.


"Aku lagi siapin buat mandi Pangeran, ini kapan selesainya kalau kamu gangguin aku terus?!" omel Viana sembari mendorong tubuh Andra agar menjauh.


Pria itu malah tertawa, ia tak pernah marah meski hasRatnNyA sudah terpancing sebab ini memang salahnya sering iseng di waktu yang tak tepat.


"Iya, iya! kamu siapin airnya biar aku yang bukain baju Pangeran," ujar Andra yang selalu ikut serta mengurus anak mereka.


"Hem," sahut Viana hanya berdehem, ia pun akhirnya berlalu ke kamar mandi meninggalkan suaminya.


Selepas Sang istri pergi, Andra berjalan menuju ranjang dimana Pangeran berada, ia lepas semua pakaian yang melekat di tubuh bocah itu hingga tinggal menyisakan diapersnya saja. Tapi, bukan Andra namanya jika tak punya ide konyol karna bagaimana pun ia tetap anak muda yang begitu banyak menyimpan kreasi sekali pun anak jadi korban. Ia tertawa sampai terpingkal saat melihat bentuk Pangeran saat ini yang sudah di pindah ke Sofa.


"Dadd, udah belum?" tanya Viana saat suaminya tak kunjung membawa Pangeran ke kamar mandi.


"Udah, Mom," jawab Andra yang masih tertawa sedangkan Viana kaget melihat putranya saat ini.


"Kamu apain anak aku?"


.


.


.


Aku sulap mirip Kebab Roll, Mom...