Let's, Divorce

Let's, Divorce
part 113



🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Ibu mana yang tega melihat anak tampannya kini sedang merajuk karna di tinggalkan terlalu lama tak seperti biasanya. Ini benar-benar satu hari mereka berpisah dan itu pasti membuat Pangeran kesal karna jelas terlihat dari raut wajah anak itu yang tak ada senyum sama sekali saat di sapa Mommynya.


"Farah sakit apa sih?" tanya Mami yang akhirnya penasaran dengan kondisi sang keponakan.


"Hem, demam aja kok, Mih." Andra menjawab sambil mengusap tengkuknya.


"Selama ini kalian disana bikin Mami khawatir dengan keadaannya. Yakin dia tak apa-apa?" selidik wanita itu lagi yang membuat Andra dan Viana saling pandang.


"Iya, Mih. Kalau Mamih tak percaya datang saja ke rumahnya," sahut Andra meyakinkan padahal hatinya sendiri sedang berdebar hebat.


"Mami hanya bingung, sudah berulang kali Mami meminta pamanmu itu mengizinkan Farah untuk tinggal disini tapi tetap saja tak boleh, kasihan anak itu, Mami takut ia kesepian dan mencari perhatian dengan cara salah bergaul di luaran sana," ucap Mami dengan menundukkan pandangan.


"Mami tenang ya, ada aku dan Viana yang akan menemani Farah," balas pria itu yang padahal ingin sekali jujur tapi apa daya, ia ingat janjinya yang cukup bercerita pada Sang istri saja. .


Mami mengangguk paham sambil tersenyum serta tak lupa mengucapkan terima kasih kepada anak dan menantunya kemudian pergi meninggal kan mereka.


Andra yang membuang napas kasar pun di tertawa kan oleh Viana yang sedang memangku Pangeran sambil di susui diatas sofa.


"Aku gak pernah bohong loh sama Mami," ucap Andra yang serba salah, tatapannya kosong melihat ke langit langit kamarnya.


"Kenapa gak jujur aja? mungkin Mami bisa bantu untuk bicara ke paman, ini masalah besar loh, mau sampai kapan di tutupi terus? sedang kan perut Farah akan makin besar," ucap Viana memberi saran.


"Besok aku akan temui Dhani, nanti ku bicarakan padanya," sahut Andra.


"Berjanjilah untuk tidak dengan kekerasan, aku tak ingin kamu sampai terluka." mendengar keputusan tersebut Viana malah panik dan khawatir sendiri, sebab ia tak bisa menjamin Dhani tak akan melukai suaminya jika saja ujung-ujungnya mereka tak bisa bicara baik-baik.


.


.


.


Anak itu cukup rewel semalam hingga keduanya harus bergantian dan bekerja sama.


"Tidur jam berapa semalam Pangeran?" tanya Viana pada suaminya yang memeluk dari belakang, jika sebelumya anak mereka lah yang di tengah tapi jika sudah larut malam maka Viana yang berubah menjadi di tengah karna Andra akan pindah ke paling sisi ranjang demi bisa memeluk wanita halalnya tersebut.


"Gak tahu terakhir aku bkin susu tadi jam 4," sahut Andra yang mulai usel usel manja dengan tangan mulai naik dan merayap.


Tubuh Viana yang berisi usai melahirkan memang membuat Andra semakin betah padanya, ia tak menuntut sang istri untuk kembali langsing seperti sedia kala karna sudah bisa sampai sebegini saja tentu sebab ulah Si jendolan itu sendiri.


"Maaf ya, aku benar-benar ngantuk, " ucap Viana yang tak bangun saat Pangeran merengek ingin susu.


"Tak cukup dengan maaf saja, Mom. Sofa yuk," ajak Andra yang mulai ingin olah raga pagi karna di pikirnya mumpung Pangeran tidur. Tapi sayang sepertinya ia salah besar.


.


.


.


Ntuuuuut...