
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Viana yang kembali masuk ke sekolah tentu jadi bahan perbincangan hangat oleh murid lainnya setelah hampir dua minggu ia tak memperlihatkan batang hidungnya, tentu hanya pihak sekolah yang tahu alasannya tapi tidak dengan Murid SMA Pelita Harapan, jadi tak salah jika ketidak hadiran Viana terus di sangkut paut kan juga dengan Andra yang keluarganya cukup berkuasa di sekolah karna menjadi pemegang saham terbesar.
"Yakin gak mau cerita?" tanya Lala dan Lili, si kembar yang terus mencoba mendesak tapi tak juga mendapat jawaban yang memuaskan dari sahabatnya tersebut.
"Aku cuma kurang enak badan aja, Kok. Kan kalian tahu aku sempat di rawat rumah sakit, lalu apa lagi?" tanya Viana yang takut sekali drama pernikahannya ketahuan oleh dua gadis didepannya kini.
Mereka memang tahu akan hal itu, dan malah sempat menjenguk kesana tentunya saat Andra tak ada, tapi tetap saja keduanya merasa ada yang sedang di sembunyikan yaitu entah apa, apalagi Viana kini selalu memberi alasan untuk tidak datang ke rumahnya padahal dulu ketiganya sering menghabiskan waktu di kamar menantu Bramasta tersebut.
"Ya sudahlah, cerita pada kami jika ada masalah apapun itu termasuk kesehatanmu ya, Vi. Kamu tak hanya sekedar teman atau sahabat tapi saudara bagi kami," ujar salah satunya yang membuat Viana terharu karna beruntung mempunyai sahabat seperti Lala dan Lili. Tapi, jauh di dasar hatinya ia juga bersalah karna belum bisa jujur pada mereka tentang semua yang terjadi padanya dan Andra, ia harap Si kembar tak pernah tahu dari orang lain sebelum Viana menceritakannya sendiri.
.
.
.
Semenjak Viana membuka kembali blokiran nomer Andra, ponselnya kini penuh dengan notifikasi pesan dari suaminya itu. Ada saja yang ia tanyakan sampai kadang Viana bingung sendiri mau membalas pesan yang mana dulu.
"Ku pikir ia tak seposif ini," gumam Viana sambil berjalan namun matanya tetap kearah layar ponsel.
"Ehem, kalau kesandung sakit loh, Vi."
Viana yang mendengar ada suara di belakangnya langsung menoleh dan di detik yang sama Andra langsung menarik tangan istrinya ke tempat yang sepi yang tentunya tak di lewati murid lainnya di jam istirahat kedua ini.
Andra yang menikmati kegelisahan Viana malah tertawa kecil, hubungannya kali ini bersama Sang istri jauh berbeda dengan yang dulu, dimana ia harus sembunyi sembunyi saat ingin bicara langsung, harus meminta seseorang untuk mengantarkan makanan darinya dan yang paling menantang adalah melakukan video call tepat dimana guru sedang menjelaskan pelajaran, senekat itu Andra sekarang karna seperti ada sesuatu yang mendorongnya untuk terus bisa bersama Viana tak perduli apapun caranya.
"Ini aku udah bawa kamu ketempat sepi, Vi. Kamu diem aja ya," kekeh Andra.
"Aku berasa jadi tikus, Sumpah deh!" cetusnya kesal karna kelakuan Andra.
"Kenapa? di ajak mojok terus ya sama aku?" ledek Andra yang semakin merapatkan tubuhnya.
"Mau apa kamu? awas!" rasa takut dan kaget kini berganti dengan rasa panik luar biasa dimana mereka kini hanya berjarak beberapa Centimeter saja.
"Mau ya, Vi," mohon Andra yang deru napasnya seolah menyapu wajah Viana yang tegang.
"Mau apa?" tanyanya dengan perasaan berdebar hebat.
.
.
.
Aku kangen Baby, wakilin sama Mommya boleh ya??