Let's, Divorce

Let's, Divorce
Part 103



🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Jiwa anak muda dengan napsu yang menggebu memang tengah di rasakan Andra, ia lepas dan bebas melakukan apapun itu dengan wanita yang tak hanya satu atap, kamar dan ranjang melainkan selimut yang sama.


Viana ada dalam proses pendewasaan nya, dimana rasa sabar dan tanggung jawab kini sudah bisa ia pikul sendiri tanpa ada campur tangan keluarga termasuk perihal nafka untuk anak dan istrinya, Andra yang punya beberapa saham di perusahaan keluarga tentu punya penghasilan sendiri dan itu cukup untuk menghidupi keluarga kecilnya mulai dari sandang, pangan dan tentunya pendidikan yang kini ia dan Viana tengah jalani.


Satu tahun sudah usia Pangeran, anak laki-laki tampan itu kini sudah semakin aktif dan posesif, ada saja tingkahnya yang kadang membuat Daddy dan Mommya berat untuk meningggalkan bocah menggemaskan itu.


Tak jarang, bayi bergigi 4 itu enggan pindah gendongan dari Mommynya sedangkan wanita itu tak banyak punya waktu untuk segera berangkat kuliah, seperti pagi ini.


"Ya udah, bolos lagi deh," kata Andra yang bersandar di pintu utama rumah mertuanya dengan tangan melupat di dada.


"Enak aja!"


"Ya dari pada nangis, Mom, kasian loh anak ganteng aku," kekeh pria ber hoody hitam tersebut.


"Anakku juga ya, tolong untuk di akui secara bersama-sama," protes Viana.


"Yakin? kan bikinnya aku cuma sendiri," ledek nya lagi, ia senang jika melihat sang istri merengut seperti sekarang karna pipinya yang masih seperti donat akan semakin bulat menggemaskan dan itu akan membuat Andra ingin menggigitnya.


Pangeran yang masih nyaman dalam gendongan Mommynya benar-benar tak mau pindah ke pelukan Bunda yang selama ini mengurusnya, jika anak dan menantunya itu sedang sibuk di luar dengan berbagai aktifitas yang mereka lakukan sebagai mahasiswa dan mahasiswi, di bantu Sang besan yaitu Mami membuat hari hari para wanita itu jauh lebih berwarna, Bunda yang memang belum memiliki keturunan seakan di beri kesempatan lain untuk lebih dulu mengurus seorang cucu sebelum mungkin ada darah dagingnya sendiri yang hadir, sedangkan Mami yang rindu gelak tawa dan tangis anak kecil membuatnya semakin bersemangat untuk sembuh dari penyakit yang di deritanya demi melihat Pangeran tumbuh besar dan sehat.


"Ayo dong, Dek, sama Bunda ya ganteng," rayu Viana yang sudah kehabisan akal dan pegal karna berat badan putranya cukup menguras tenaga jika terlalu lama menggendong dalam posisi berdiri seperti ini.


Kini dengan berbagai gaya dan kekonyolan sedang Andra lakukan demi Pangeran sedikit bisa teralihkan perhatiannya dari Sang Mommy. Gelak tawa anak itu perlahan lahan membuatnya fokus pada candaan yang di berikan Daddynya hingga dalam hitungan detik saja ia sudah dibawa lari ke lantai dua menuju kamar mereka dengan ala-ala pesawat terbang.


Begitulah hari hari seorang Andra Putra Bramasta kini di lewati, sebagai suami sabar dan Daddy yang harus banyak akal.


Sampai di kamar, Putranya langsung di baringkan dengan tak lupa terus di ajak bercanda dengan cara Ci Luk Ba, salah satu kesenangan Pangeran selama ini.


"Ayo merem dulu matanya, Daddy upet ya, jangan nangis, Ok," ujar pria itu pada anak kesayangannya, demi melancarkan aksi kaburnya Andra tak lupa memberi kain di atas wajah Pangeran, sedangkan Bunda sudah menunggu siapa merayu jika bocah itu menangis.


.


.


.


Dy, Baaaaaaa......



Gak ada woy 🤣🤣🤣


Kesian banget sih nih bocah 🤗🤗