
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Drama kabur kuburan seperti ini memang sudah sangat sering terjadi, entah itu saat hendak berangkat kuliah atau pun ketika ada keperluan lain di luar. Pernikahan Andra dan Viana pun tak lagi di sembunyikan termasuk saat di kampus, jika ada yang bertanya tentu akan di jawab sejujur jujurnya termasuk tentang Pangeran putra mereka.
Meski tak sedikit orang yang beranggapan lain tapi keduanya tak pernah ambil pusing karna pernikahan mereka halal bukan karna suatu inside memalukan.
"Mom, pulang siangan nih, Hotel yuk," ajak Andra saat ia dan istrinya sudah masuk kedalam mobil bersiap untuk pulang.
"Ngapain?" tanya Viana polos.
"***-*** dulu," bisik Andra yang malah membaut wanita halalnya bergidik geli.
"Gak usah macem macem!"
"Enggak, cuma satu macem satu kali cuma gak janji satu gaya," jawab Andra tertawa.
Siapa sangka, di usia mereka yang masih sangat muda yaitu baru menginjak 20tahunan candaan yang di lontarkan pun tak jauh dari hal-hal berbau ranjang tapi istimewanya itu mereka lakukan dengan seseorang yang halal dan pastinya sangat di anjurkan untuk di jamah.
Viana yang mencibir malah membuat Andra tergelak ingin meluM ATt habis bibir wanita tercantik antara ia dan Pangeran.
.
.
Mobil pun akhirnya melajua dengan kecepatan sedang menuju rumah orangtua Viana, sudah berkali-kali Andra mengajak anak istrinya tinggal di Apartemen namun sampai detik ini terus di tolak dengan alasan tak percaya pada siapapun kecuali pada Bunda dan Mami untuk menjaga Pangeran. Hal yang wajar mengingat mereka berdua cukup sibuk di luar dengan padatnya jadwal kuliah yang bisa 2-3 mata pelajaran kuliah.
Sedangkan Andra yang gejolak biRAhi nya terus menggebu tentu ingin suasana SEEx yang berbeda, yang tak hanya terus di ranjang dan sofa, dan untuk memenuhi fantasinya tersebut kadang ia sesekali mengajak Viana ke hotel.
Viana paham apa yang di butuhkan sang suami, ia layani pria itu dengan sebaik mungkin agar bisa selalu betah dengannya karna ia cukup sadar diri jika rasa bosan itu pasti ada dalam bahtera rumah tangga keduanya.
Kereta besi yang sudah masuk di garasi membuat pasangan suami istri itu lekas turun, mereka di sambut oleh Pangeran yang sedang di teras bersama Bunda, kedua tangannya langsung di rentangkan berharap salah satu entah itu Mommy atau Daddynya menggendong.
Tapi, Andra justeru memeluk Viana dari samping u
"Kebiasaan!" omel Viana pada Sang suami yang senang sekali menggoda Pangeran yang kini begitu posesif padanya.
Viana yang tak tega langsung menggendong anaknya untuk masuk kedalam, di bawanya Pangeran langsung ke kamar dengan Andra mengikuti dari belakang. Dan dari godaan itu jugalah kini membuat Pangeran enggan lepas dari Mommynya, ia peluk wanita itu sampai sulit melakuka apa-apa tanpanya.
Mulai dari mandi berdua, bahkan kini Andra terpaksa menyuapi Viana makan malam sebab Pangeran tak mau pindah gendongan ke yang lain.
"Nambah gak?" tawar Andra yang di jawab gelengan kepala oleh istrinya.
"Pegel banget aku nih," keluh Viana akhirnya.
Andra yang masih mencoba merayu tetap membuat jagoannya itu bertahan pada sang Mommy, padahal ini sudah waktunya ia minum susu dan tidur tapi malah anteng di pangkuan Viana.
"Makanya, jangan suka di isengin terus anaknya, pusing sendiri kan?" ledek Viana pada Andra.
Ia yang siang tadi merengek ingin ke hotel memang sedang ingin inginnya sebab dua malam kemarin libur menyerang Si lembah imut.
"Kan bercanda, Mom."
Viana hanya tertawa kecil, ia ciumi kepala Pangeran yang ada di dalam dekapan nya agar lebih nyaman lalu lepas dari pelukan setelah ia merasa aman jika mommy nya ini tak akan pergi kemana-mana.
.
.
.
Bobo yuk De', gantian dong sama Daddy...