
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Iyaaaa, Ndy.
"Daddy, bukan Ndy, Nduuuuuuut," balas Andra yang gemas dengan putranya yang malah tertawa setelah puas senyum senyum sedari tadi melihatnya yang kesakitan.
"Mom, Terima kasih ya," ucap Andra yang kini pandangannya kembali pada Viana.
"Terima kasih untuk apa?" tanya wanita itu saat di rasa itu bukan tentang wajahnya yang di obati barusan.
"Terima kasih karna kamu tak jadi menggugurkan anak kita. Pangeran selucu ini sekarang, aku gak bisa bayangin kalau dia gak ada, Mom," ucap lirih Andra.
Ia tak akan pernah lupa saat-saat terberat dalam hidupnya dulu, ketika hatinya masih terselip nama Sang mantan ia justru menghamili istrinya tanpa sengaja, bagai buah simalakama ia pun tak bisa berbuat apa-apa.
"Aku juga, aku mungkin tak akan memaafkan diriku sendiri. Pangeran harta terindahku, aku tak ingin menukarnya dengan apapun," jawab Viana yang merasakan hal yang sama dengan Andra.
Maka tak salah jika kini mereka menguatkan Farah karna anak dalam kandungannya berhak untuk hidup dan bahagia dengan atau tanpa orang-tua lengkap, tapi semua berharap Dhani mau bertanggung jawab.
Pangeran yang seakan peka dan ikut merasakan keharuan dari dari Mommy Daddy nya langsung bertepuk tangan senang dengan senyum lebar hingga giginya yang baru ada beberapa biji terlihat dan semakin membuat ia nampak lucu.
Ciuman pun mendarat di pipi bulatnya yang bagai bakpao sampai bocah itu tergelak menahan geli.
.
.
.
"Dadd, kamu gak bosen 24 jam sama aku?" tanya Viana saat tubuhnya di peluk lumayan erat sebab mereka kini dalam keadaan polos tanpa apapun.
Pangeran yang tidur di box nya membuat pasangan suami istri leluasa saat melakukan hal yang menyenangkan jadi tak salah jika Andra begitu bersemangat melepas seluruh pakaian yang menempel di tubuh mereka.
"Aku bosen? ya enggaklah, malah aku bersyukur gak ngerasain kangen sama kamu, karna itu pasti berat kan?" jawab Andra sambil sedikit terkekeh, ia ciumi pucuk kepala istrinya sebagai tanda jika ia punya cinta yang luar biasa.
"Lebih berat badanku deh kayanya," timpal Viana yang masih saja belum bisa mengembalikan bentuk tubuh idealnya seperti dua tahun lalu.
Sebagai wanita, rasanya wajar jika ia was-was dengan apa yang mungkin saja terjadi, mengingat siapapun tak akan menolak jika saja Andra iseng bermain api, 24 jam bersama dan dalam satu bulan paling hanya 3-5 kali mereka pergi dengan teman masing-masing tak menutup kemungkinan jika rasa jenuh itu pasti ada walau selalu mereka tepis karna ada Sang buah hati di tengah-tengah hubungan keduanya.
"Lebih berat dan besar cintaku, Mom," goda Andra yang tergelak Sendiri saat Viana mencubit dada suaminya itu.
"Gombal mulu!" cetus Viana untuk menutupi kedua pipinya yang merah merona tapi Andra yang tahu itu langsung menciuminya hingga turun ke leher sebab hasratnya kembali terpancing.
.
.
.
Mi... ucu iiiih....