Let's, Divorce

Let's, Divorce
Part 116



🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Bisa kita bicara?" Farah yang sudah masuk kembali ke kampus langsung menemui Dhani, kekasihnya yang beberapa bulan ini bebas melakukan apapun pada tubuhnya.


"Ada apa? kamu udah sehat?" tanya Pria itu.


"Kamu tahu aku sakit?" Farah balik bertanya dengan seulas senyum di ujung bibirnya.


"Denger denger aja sih," jawab Dhani yang membuat hati kecil Farah mencelos.


Jika tahu sakit, harusnya ia bertanya kabar karna Farah sungguh menunggu hal tersebut. Tapi sayangnya dalam penantian bebeberapa hari tersebut tak ada satu pun pesan yang di krim Dhani untuknya di saat ia mencoba untuk sejenak menghindar.


Semua terlewati begitu saja, bila Farah tak memulai memang mereka bagai dua orang asing.


"Aku hamil, sudah hampir 4 bulan," ucap Farah pelan namun menghujam jantung Dhani.


"Bercandanya kamu gak lucu!"


"Aku serius, aku hamil dan kamu harus tanggung jawab untuk bilang ke Papa." Farah yang mencoba menarik tangan Dhani langsung di tepisnya.


Dhani menatap tajam wanita berbadan dua itu dengan pandangan tak suka, risih dan mendadak tak nyamannya hingga ia langsung bangun dari duduknya berniat untuk pergi.


"Gue mau ke kelas," pamit Dhani yang sontak juga membuat Farah ikut berdiri.


"Aku belum selesai bicara, kamu juga belum jawab apapun, aku gak mau nanggung sendiri karna kita lakuinnya berdua!"


"Ya udah, tar gue cari buat gugurin anak itu, lo tunggu kabar dari gue," jawab Dhani dengan entengnya, dan..


Bugh..


Satu pukulan di layangkan Andra tepat di wajah Dhani. Farah yang berteriak kaget dan takut langsung di tarik oleh Viana, untungnya saja mereka berada di belakang kampus yang jauh dari Keramaian mahasiswa lainnya.


"Dhani---, udah! jangan di pukul terus, Andra!" teriak Farah sambil terisak.


Tapi Andra seolah tak mendengarnya, ia keluarkan semua tenaganya hanya untuk memukuli pria yang ternyata ingin lepas dari rasa tanggung jawab.


Habis manis sepah di buang, pribahasa itu sangat pas untuk pasangan Farah dan Dhani yang tak mau menikmati hasil akhir rasa manis yang mereka reguk bersama.


"banGsAat lo ya!" Anda terus menghajar seperti orang kesetananan


Wanita ibu satu anak itu membiarkan saja dua pria itu berkelahi karna memang Dhani pantas mendapatkannya sedang ia yakin jika suaminya tak akan kalah dengan Si BajiNGanN.


Wajah Dhani yang penuh luka dan darah di bagian pelipis dan bibir nyatanya tak membuat Andra puas.


"Gue gak akan minta lo buat tangguh jawab ke Farah, tapi lo justru harus tanggung jawab ke pihak yang berwajib!" sentak Andra yang amarahnya tak bisa ia kontrol lagi.


Mendengar hal tersebut tentu membuat Dhani panik dan langsung menatap kearah Farah yang masih terisak.


Dhani yang memohon akhirnya di beri waktu 3 hari untuk keputusan akhir antara dua status yang akan ia sandang nanti, entah itu menjadi suami atau tahanan di balik jeruji besi.


.


.


.


Setelah mengantar Farah ke rumahnya lalu di temani sebentar kini saatnya Andra dan Viana pulang, mereka yang masih tinggal di kediaman Bramasta memang belum kembali ke rumah Ayah dan Bunda karna alasan tak tega dengan Mami yang terlihat jauh lebih bahagia.


"Aw! sakit, Mom," kata Andra saat Viana membersihkan sedikit luka di wajah pria itu.


"Ish, ini juga pelan loh," jawab Viana yang memang sudah sangat hati-hati.


"Tapi tadi ketemen, Mom," keluh Andra lagi yang membuat Viana terkekeh kecil.


"Iya, Maaf. Kamunya diem dong biar cepet sembuh, nanti kamu jelek ih kalau ada bekas lukanya kaya gini, iya kan Pangeran?" tanya Viana pada putranya yang juga sedang duduk bersama mereka sambil memperhatikan apa yang sedang di lakukan oleh orang tuanya tersebut.


.


.


.


Iyaaaah....