
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Astaga!" pekik Andra yang kaget saat ia Lala dan Lili menghampirinya di perpustakaan yang sebenarnya Andra kesana bukan untuk belajar atau mencari buku, tapi untuk melakukan Video call dengan istrinya di rumah.
"Kan, bener. Viana kan yang lo telepon barusan!" Lili yang geram langsung melabrak Andra yang entah punya hubungan apa dengan Viana. Tapi, dari yang ia lihat barusan bersama dengan Lala tentu Andra tak lagi bisa mengelak.
"Bukan," jawab Andra yang masih mencoba dan berusaha mengalihkan tuduhan Si kembar yang kini ada di kiri dan kanannya.
"Gue liat barusan, jelas itu Viana. Kemana dia?" tanya Lala yang terus di buat tak tenang karna mencari keberadaan sahabatnya tersebut.
Andra diam beberapa saat, ini posisi sulit baginya karna sudah terlanjur tercyduk tapi jika cerita ia pasti akan di amuk oleh Viana, karna selama ini hanya Haura yang tahu tentang kehamilan istrinya.
"Jawab Andra!" sentak Lili dengan kedua tangan mengepal menahan amarah.
"Ada di rumahnya," sahut pria itu kemudian, ia hanya bisa jujur sebatas itu saja.
Lala dan Lili langsung saling pandang, mereka sudah lelah dan kehabisan akal untuk bisa bertemu dengan Viana di beberapa minggu ini, terakhir Viana masuk sekolah adalah hari terakhir mereka juga bertemu. Tiga tahun bersama sejak masuk SMA Pelita Harapan membuat Viana dan Si kembar memang sangat akrab, jadi saat wanita itu tak ada dan hilang secara tiba-tiba wajar jika Lala serta Lili sedih juga merasa kehilangan. Ada yang aneh dari Viana yang terasa jelas bagi Si kembar, dan gosip yang kian gencar seakan membuat mereka yakin jika ada Viana di balik sosok Andra yang kini katanya juga sering tak masuk sekolah. Mereka bukan mengamati tapi ada saja desas desus di kelas yang masih membicarakan tentang putusnya Haura dan Andra, best couple yang menurut mereka sangat di sayangkan untuk berpisah, padahal jika saja mereka tahu, Andra justru lebih menggemaskan jika sedang bersama Viana karna bukan hanya senyum bahagia yang ada di wajahnya melainkan beberapa ekspresi yang kadang terlihat di satu waktu secara bersamaan saking seringnya tingkah Viana yang berubah ubah, hidupnya kini tak lagi sebatas hitam putih karna warna pelangi sudah menghiasi harinya.
"Kita mau ketemu," pinta Si kembar, Viana yang mengganti nomer ponsel membuat mereka tak pernah berkomunikasi lagi, dua kali datang kerumah pun bibi selalu berbohong jika nona mudanya itu sedang tak ada di rumah.
"Gue bilang dulu ya," jawab Andra yang tak bisa mengambil keputusan mendadak seperti ini sebab dia juga yang nanti akan di marahi oleh istrinya.
"Kalo lo bilang, yang ada dia tetep gak mau ketemu, Andra. Gak usahlah bikin kita curiga begini sama lo." cetus salah satunya.
Serapat apapun mereka menutupi, pasti ada saja orang terdekat yang peka dan itu salah satunya adalah Si kembar karna Lili pernah memergoki Viana sering melakukan Video call juga bersama Andra, tapi sayangnya ia dan Lala memilih bungkam dan hanya melayangkan beberapa pertanyaan untuk Viana bercerita, tapi hasilnya sampai detik ini sahabat mereka tetap saja bungkam seribu bahasa dan kini malah menghilang bak di telan bumi.
Belum puas rasanya mendesak Andra, bel masuk malah berbunyi dan itu pertanda mau tak mau mereka harus kembali ke kelas masing-masing.
Si kembar yang lebih dulu pergi membuat Andra bisa sedikit bernapas lega, tak pernah terjadi dalam hidupnya ia di serang oleh dua gadis sekaligus jika bukan untuk mengungkapkan perasaan mereka.
.
.
.
Cek lek
"Andra, udah pulang? katanya mau kerumah Mami dulu sebe--," ucapan Viana terpotong saat ia menoleh dan melihat justru Si kembar yang ada di ambang pintu kamarnya.
Viana yang sedang membereskan baju di depan lemari memang tak langsung melihat siapa yang datang barusan, tebakannya hanya Andra karna ia sering pulang di jam yang sama setiap hari dan itu seakan jadi pertanda jika ia tak pernah kemana mana usai pulang sekolah, tapi pagi tadi justru Andra sempat izin padanya untuk pulang kerumah orang tuanya sebentar.
"Kalian??" Viana yang tak percaya langsung membalikkan lagi tubuhnya karna sadar dengan kondisi perutnya yang tak bisa di tutupi lagi.
Lala dan Lili tentu sama terkejutnya karna saat pertama kali melihat Viana, fokus matanya tentu hanya pada bagian tengah tubuh sahabat mereka.
Viana di peluk dari belakang bagian kiri dan kanannya, tangis mereka pun langsung pecah karna tak kuasa lagi menahan rindu khususnya Viana yang kesepian dan tak lagi bebas keluar rumah.
Andra yang melihat dari ambang pintu tak bisa berbuat apa-apa selain membiarkan mereka bertiga bertemu, ia mengizinkan Si kembar datang dan berharap Viana punya teman cerita selain dengannya. Ia pergi untuk memberi kesempatan tiga gadis itu melepas rindu setelah menutup pintu.
Kini, Viana dan si Kembar sudah duduk bersama di atas karpet seperti biasa di dekat ranjang, tangan mereka saling menggenggam tapi belum ada yang mau bicara lebih dulu karna tentunya Lala dan Lili menunggu Viana yang bercerita entah dari mana inginnya.
"Aku hamil," ujar Viana pelan, tanpa bicara pun kedua temannya pasti sudah tahu karna sudah melihat perutnya yang besar.
Tanda itu membuat Si kembar kaget karna awalnya mereka ingin sekali menghindari jawaban ini dari sahabatnya tersebut.
"Apa kalian--?"
"Enggak, aku sama Andra sudah menikah jauh sebelum aku hamil, ku mohon jangan punya pikiran seperti itu tentangku," pinta Viana.
Salah satu yang di takutkan wanita itupun terjadi, benar saja tebakannya jangan kan orang lain karna sahabatnya sendiri saja akan berpikir kesana jika sudah melihatnya seperti ini. Jadi tak salah ia begitu sangat tertekan di awal kehamilan meski kini sudah jauh sedikit tenang walau harus merasa kesepian karna untuk tetap waras dan sehat ia harus rela melepas kebebasan.
"Kalian sudah menikah, kapan? lalu Andra dan Haura?" kini Lili lah yang bergantian bertanya saking tak sabar ingin mendengar semuanya langsung dari Viana bukan dari orang-orang yang yang tak jelas sumber sebenarnya.
"Sudah beberapa bulan lalu, kalian bisa lihat ini," jawab Viana sambil menyodorkan ponselnya, disana ada foto pernikahannya bersama berserta tanggal, bulan, tahun dan waktu yang pastinya sangat bisa di percaya.
"Ini yang kamu sembunyikan pada kami selama ini? jahat kamu, Vi."
"Maaf, aku kira kami tak akan sejauh ini, terlebih Andra masih punya kekasih saat menikahiku, aku tak ingin di sebut perebutnya dari pelukan Haura," jelas Viana yang kini sudah terisak sedih.
Viana pun kembali di peluk, amarah Si kembar tentu tertuju hanya pada Andra. Bagaimana mungkin pria yang di puja hampir oleh semua siswi di sekolah bisa memilki istri dan pacar sekaligus, hal gila yang tentunya tak pernah terpikir oleh siapapun.
"Tapi mereka berpisah bukan karna aku, Iman yang berbeda yang membuat Andra dan Haura mengakhiri semuanya," sambung Viana lagi tak ingin di salahkan.
"Iya, Vi. Kita tahu hal itu dan udah bisa nebak dari awal. Tapi, datangnya Andra ke UKS pas lo sakit dan kalian sama-sama dan sering izin barengan tentu bikin kita semua curiga berjamaah," sahut Lili yang tahu dan ingat betul kejadian tersebut.
"Iya, karna saat itu juga kami semua tahu jika aku hamil, beruntungnya kandungan ku baik-baik saja."
Si kembar semakin kaget dengan jawaban yang di berikan Viana barusan, jika di ingat ingat berarti sahabat mereka itu sudah berbadan dua di saat-saat terakhir masuk sekolah.
"Viaaaaaa, kenapa ribet gini sih? kalian gimana ceritanya bisa nikah muda?" tanya Lili gemas.
"Kami di jodohkan, dan aku tak tahu kalau calon suamiku adalah Andra, aku gak bisa nolak meski rasanya aku ingin kabur atau mati sekalipun, tapi kalian tahu kan siapa keluarga Bramasta?"
Lala dan Lili menggangguk bersama, di area sekolah tentu orang tua Andra sudah sangat di kenal. Jadi kini Si kembar tak aneh saat Viana masuk dan keluar kelas sesukanya.
"Ada asap pasti ada api, gak mungkin kalian di jodohkan kalo gak ada maksudnya, hubungan Andra dan Haura jelas terang-terangan, gak mungkin Bramasta gak tahu, iya kan, Vi?" selidik Lala dengan dahi mengernyit.
Kini, giliran Viana yang mengangguk karna memang benar yang di katakan dua sahabatnya itu jika semua pasti ada alasannya termasuk pernikahannya dengan Andra.
Semua di ceritakan oleh Viana meski tak secara detail mulai dari awal pernikahan hingga kini perutnya semakin besar. Tapi ada juga yang di lewatkan oleh Viana, salah satunya adalah adalah bagaimana kasarnya Andra saat menggagahi nya hari itu, masalah ranjang cukup ia, Andra dan Readers yang tahu.
"Harusnya dari awal lo cerita, ini bukan aib dan lo gak harus malu karna kalian Sah. Dan, untuk Andra dan Haura lo gak usah takut karna tanpa ada lo pun, mereka akan pisah kecuali---," ucap Lala yang menoleh kearah kembarannya, Lili.
"Kecuali apa?" tanya Viana.
.
.
.
Haura ikut Andra...