Let's, Divorce

Let's, Divorce
Part 139



🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Tapi es batunya sedikit aja tanpa gula dan susu ya, " timpal suara perempuan tepat di belakang Andra hingga pria tampan itu menoleh.


"Haura."


"Disini juga?" tanya gadis cantik itu dengan senyum yang sama tapi kali ini tentu tak menggetarkan hati Andra seperti dua tahun lalu.


"Iya, lagi liburan sama Viana, kamu lagi apa?" Andra balik bertanya dengan tatapan aneh sebab ia tahu jika Haura adalah gadis rumahan.


"Kakak sepupuku menikah kemarin di salah satu gedung di sini, sore nanti juga sudah pulang," jawab Haura, ia yang baru datang belum sempat memesan apapun tapi malah menimpali pesanan Andra.


Ia tak pernah lupa semua tentang pria yang kini ada di depannya. Jika boleh memohon rasanya ia ingin sekali memeluk mantan kekasihnya tersebut.


Apa yang ada dalam diri Andra masih ia ingat dengan sangat baik termasuk apa yang di sukai dan tak di sukai pria itu, pria yang ternyata semakin tampan di saat menuju dewasa. Kurang lebih satu tahun tak berjumpa hampir saja Haura tak yakin jika bukan karna wangi parfum yang masih sama. Ia memang tak pernah tahu tentang Andra meski masih menyimpan kontak pria tersebut.


Entah ia di privasi atau memang Andra tak pernah membuat Story yang jelas ayah satu anak itu bagai tenggelam dari penglihatannya. Dan Haura tak mau bertanya pada Siapapun sebab takut mendengar kenyataan jika dirinya memang benar-benar diminta untuk menjauh dari segala hal termasuk untuk tidak tahu lagi apapun yang terjadi dengan pria itu selama ini.


"Oh, aku pulang besok, Ra. Aku pamit duluan ya, kamu hati-hati di jalan nanti," ucap Andra setelah ada dua cup jus buah di tangannya saat ini.


"Iya, Andra. Kamu juga," jawab Haura yang masih menekan rasa sakit dalam hatinya.


Ia tak bertanya dengan siapa pria itu karna dari yang ia tahu, mereka adalah pasangan suami istri yang tak pernah bisa jauh dan melepas tangan satu sama lain. Bagi yang tahu hubungan Andra dan Haura dulu lalu melihat Andra dan Viana kini tentu bisa membedakan, serta pasti akan mengatakan jika Si putra bungsu Bramasta jauh lebih bucin sekarang. Jika dengan Haura ia masih bisa menjaga jarak tapi tidak dengan Viana yang selalu mendapatkan ciuman di pipi dari suaminya kapan pun dan dimana pun tak perduli itu di kantin, tempat tongkrongan maupun di parkiran.


.


.


"Udah ketemu mantannya?" sindir Viana.


"Udah," jawab Andra. Ia tak berkelit dan membuat alasan apapun cukup menjawab pertanyaan Sang istri dengan singkat padat dan jelas sambil berdoa tak akan ada drama sindiran lainnya.


Viana tahu, bukan hanya jarak mobil dan kedai yang dekat tapi Viana sempat turun untuk mengganti pesanannya namun itu urung di lakukan saat ada Haura disana, ia masih ingat wajah cantik mantan suaminya karna sering melihat gadis itu di beberapa media sosial.


"Masih cantik ya, gak ada bedanya sama tahun lalu," ucap Viana.


"Beda gimana? berubah jadi power rangers pink gitu?" kekeh Andra sambil meminum jus mangganya yang ia harap bisa menyegarkan otak serta hatinya saat ini.


"Oh, iya. Aku lupa, kan dia masih perawan," balas Viana masih tersenyum.


"Secantik cantiknya dia, gak bisa aku apa apain, di liat aja dosa, tapi---," ucap Andra sambil meraih dagu Viana agar bisa menatapnya.


"Tapi apa?"


.


.


.


Seberantakan apapun kamu, tentunya halal bagiku