
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Satu, dua, tiga, empat, lima." Andra yang berdiri di depan meja belajar milik sang istri terus saja menghitung deretan angka di kalender duduk yang ia pegang dengan tangan kirinya.
Sedangkan Viana yang ternyata sedari tadi memperhatikan tingkah suaminya pun akhirnya mendekat saking penasaran dengan apa yang di lakukan pria beranak satu tersebut.
"Ada apa?" tanya Viana.
"Masih ada 5 hari kamu bersih-bersih ya?" Andra balik bertanya tanpa basa-basi sama sekali.
"Maksudnya?"
"Hari ini Pangeran 35hari dan itu tandanya masih ada 5 hari, Mom," jelas Andra tanpa malu malu.
Sudah 10 hari terakhir ini pasangan suami istri tersebut aktif olahraga tangan dan bibir untuk menyalurkan hasrat masing-masing yang menggebu dengan cara apa saja agar bisa di tuntaskan. Dan, sadar tak sadar pelepasan yang di rasakan Viana justru membuatnya semakin rileks dan bisa menarima Pangeran dengan baik karna tak ada yang tak mungkin termasuk Andra yang yang tak bisa jauh darinya meski kini sang istri tak selangsing hampir setahun yang lalu.
"Memang kamu mau apa?"
"Mau bertamu ke lembah imut Mommynya Pangeran dong," jawab Andra terkekeh sambil sedikit menggoda.
Viana yang paham malah kembali ke ranjang, ia naik ke atas kasur lalu berbaring di sisi putranya yang sedang bermain sendiri usai menghabiskan satu botol susu.
"Kenapa? emang gak pengen?" bisik Andra yang ikut ke ranjang juga lalu memeluk Viana dari sampinh sambil usel usel manja layaknya anak kucing.
"Aku malu, Ndra. Aku tak secantik dulu, apa kamu tak melihat tubuhku sekarang?"
"Memang tubuhmu kenapa? apa ada yang kurang?" Andra balik bertanya meski ia paham dengan maksud yang di ucapkan istrinya barusan.
Jika boleh pria itu jujur, Andra justru jauh lebih bahagia dengan hidupnya yang sekarang. Tinggal bertiga bersama anak dan istri dengan drama yang berbeda setiap harinya. Viana memang terlihat hampir dua kali lebih berisi dari sebelumnya tapi itu semua serta merta karna Andra juga lah yang selalu menawari wanita itu makan apa saja yang bisa membuat moodnya jauh lebih baik, karna bagaiamana pun itu semua akan berpengaruh juga bagi Pangeran. Semakin tenang suasana hati Viana akan semakin anteng juga Pangeran melewati harinya.
"Jangan begitu, apa kamu masih bernapsu melihatku?"
"Denger suara kamu aja Jendolanku udah gak mau diem, Mom." Andra semakin mengetarkan pelukan dengan satu tangan sudah aktif hinggap di bagian atas tubuh wanita halalnya.
Entah harus beruntung atau tidak, nyatanya bagian tersebut tak di ambil alih oleh putranya. Jadi, ia bisa menikmatinya dengan bentuk yang kini terlihat jauh lebih menantang hingga membuat Andra betah berlama-lama main disana saat Si lembah imut belum waktunya untuk dijamah kembali.
"Gak lucu, Andra! aku bicara serius denganmu. Aku tak seindah dulu, Aku--,"
.
.
.
Aku mencintaimu dengan hati, Mom.
Dan hatiku menerima semua yang ada dalam dirimu tanpa terkecuali...