Let's, Divorce

Let's, Divorce
Part 119



🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Ayo, makan dulu," rayu Viana pada Farah yang meringkuk di balik selimut tebal dalam kamarnya.


Sesuai janji pasang suami istri itu pada Mamih, kini mereka sedang berkunjung untuk melihat keadaan Farah.


Andra yang menggendong Pangeran hanya bisa melihat dan mendengarkan dua wanita yang sedang ada di ranjang sedang bernegosiasi.


"Kenapa Mang Ipul mencegahnya? harusnya biarkan saja aku mati di tangan papah," ucap Farah di sela isak tangisnya.


Ya, saat semua terbongkar Papah Farah memang sangat marah dan itu wajar sebagai seorang ayah karna bentuk rasa kecewanya. Tapi, semua itu terpatahkan saat ia ingat kurangnya waktu yang di berikan untuk putri tunggalnya. Disini, Papah pun turut andil karna ia pikir uang bisa membuat anaknya bahagia tapi ia lupa jika perhatian dan rasa nyaman tak bisa di beli dengan harta yang berlimpah.


Kesibukan kerja alih-alih dengan alasan demi kelangsungan hidup nyatanya membawa kebebasan bagi Farah yang bisa pergi dan pulang sesuka hatinya tanpa ada yang menegur jika telat sampai di rumah.


Itulah yang membuat gadis itu hanyut dalam pergaulan bebas di luaran sebab tak ada yang ia takutkan.


"Aku paham jadi kamu, tapi semua bisa kita lewati, kami tak akan membuatmu merasa sendirian, Rah," jawab Viana lagi masih mencoba menenangkan.


"Kamu tak paham, kita jelas berbeda, kamu hamil muda bersuami tapi aku? bahkan Dhani hilang tak bisa ku hubungi."


Andra yang kesal semakin di buat geram mendengarnya, waktu tiga hari nyatanya tak di indahkan oleh Si bajIngAn itu untuk bertanggung jawab dengan apa yang sudah di perbuatnya pada Farah.


"Dasar! mau enak cuma modal cinta!" dengkus Andra yang ingin sekali menghajar Dhani dan menciNGcanG milik pria itu.


.


.


.


Rayuan dan pengertian yang diberikan Andra juga Viana tak membuahkan hasil, mereka akhirnya pulang karna Pangeran sudan mulai rewel ingin tidur dengan nyaman dan leluasa.


"BangSA@t banget emang tuh Si Dhani!" gerutunya kesal dan Viana cukup memaklumi kekecewaan Andra.


"Tapi kamu udah coba cari kan?"


"Sudah, kalau Papih tahu mungkin bisa bantu tapi Mamih belum berani cerita," jawab Andra serba salah yang tak bisa maksimal sebab ia bukan


keturunan gajah yang punya baskom ajaib 🙄.


"Kita tunggu saja kabar baiknya, dia tak mungkin jauh karna orangtuanya pun pasti mencari jika Dhani tak kunjung pulang," kata Viana menenangkan meski nyatanya itu tak juga berpengaruh bagi Andra yang sudah sangat benci dengan sosok kekasih adik sepupunya.


"Dari kejadian Farah, aku bersyukur karna selama ini aku tak pernah macam macam hingga merusak anak gadis orang," ucapnya yang entah atau sadar karna kali ini matanya menatap ke langit langit kamar.


"Oh, jadi kamu bangga karna sudah menjaga Haura, lalu bahagimana denganku, Hah?" kata Viana yang langsung membuat Andra menoleh karna ucapan istrinya cukup lantang seolah memancing keributan.


"Loh, bukan gitu, Mom."


"Gitu apa? iya aku tahu, pria tak akan merusak wanita yang di cintainya iya kan?" Viana yang tersinggung kini seakan siap menerkam suaminya.


"Mom, kamu salah paham, maksudku--,"


.


.


.


Mau aku, atau kamu yang tidur di luar???